kumparan
search-gray
Bola & Sports25 April 2019 11:30

PR Besar Solskjaer: Bawa United Samai Level City

Konten Redaksi kumparan
Ole Gunnar Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer meninggalkan lapangan Old Trafford dengan kecewa. Foto: REUTERS/Phil Noble
Pertandingan Derbi Manchester pada Kamis (25/4/2019) dini hari WIB, hanyalah gambaran kecil perbedaan kekuatan Manchester United dan Manchester City saat ini. City menang 2-0 pada laga tersebut, membuat United sekali lagi merenungi nasib: Apa yang membuat mereka kini begitu tertinggal dari sang tetangga.
ADVERTISEMENT
Sementara United terakhir kali menjadi juara liga pada 2013, enam tahun silam, City berhasil memenangi dua gelar dalam kurun yang sama, yakni pada 2014 dan 2018. Malah, mereka berpeluang untuk mendapatkan gelar ketiga dalam enam tahun terakhir, mengingat saat ini sedang bersaing dengan Liverpool untuk memperebutkan titel musim ini.
Menyebut Manchester sekarang lebih biru ketimbang merah memang tidak salah-salah amat kalau melihat torehan prestasi ini. Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, juga mengakui bahwa timnya kini tidak berada di level yang sama dengan City. Namun, tugasnyalah untuk membawa United kembali setara dengan sang tetangga.
"Kami bertanding di kandang sendiri melawan tim yang amat bagus --tapi, tetap saja kami main di kandang. Ketika kami bermain di kandang, tentu saja kami ingin menang. Namun, mereka sudah menetapkan standar. Dalam beberapa musim terakhir, merekalah tim terbaik di negeri ini dan merupakan tantangan buat kami untuk mengejar mereka," ujar Solskjaer di situsweb resmi klub.
ADVERTISEMENT
"Jelas, kami tak berada di level yang sama dengan mereka, saya pikir semua juga tahu. Namun, karena itulah saya menerima pekerjaan ini: Untuk memastikan kami memperbaiki diri dan merapat ke level mereka," ucap pelatih asal Norwegia ini.
Manchester United vs Manchester City
Laga Manchester United vs Manchester City. Foto: Reuters/Carl Recine
Pada pertandingan dini hari tadi, United sebetulnya tidak tampil buruk di babak pertama. Bermain dengan formasi tiga bek plus dua wing-back (Ashley Young dan Luke Shaw), United tampil disiplin. Di lini depan, mereka juga berulang kali mengancam pertahanan City. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka urung mencetak gol.
Dalam 45 menit pertama pertandingan, United membuat 7 peluang untuk mencetak gol. Ini merupakan progres, mengingat pada pertandingan melawan Everton akhir pekan lalu (di mana United kalah 0-4), mereka cuma membuat 5 peluang sepanjang pertandingan.
ADVERTISEMENT
Pada babak kedua, masuknya Leroy Sane mengubah keadaan. Dengan Sane, City bermain lebih melebar di lini depan. Sementara itu, Solskjaer gagal meresponsnya dengan baik; United masih bertahan dengan kerapatan, sehingga alpa sisi tepi. Berulang kali serangan City hadir dengan diawali build up dari sisi sayap.
Itu baru dari sisi permainan. Untuk menyamai level City, United jelas perlu membenahi perencanaan dalam urusan membangun skuat. City boleh bergonta-ganti pelatih dalam beberapa musim terakhir, tetapi permainan tim mereka relatif stabil karena ada sosok Txiki Begiristain sebagai Direktur Sepak Bola --yang memastikan tim bermain sesuai haluan yang diinginkan klub.
Oleh karena itulah sosok direktur sepak bola atau direktur teknik menjadi krusial di United. Sosok ini jugalah yang nantinya membantu pelatih untuk berkutat di bursa transfer demi mendatangkan pemain yang sesuai dengan skema yang diinginkan --tidak seperti beberapa musim terakhir, di mana pembelian pemain United cenderung sporadis.
ADVERTISEMENT