Kumparan Logo

Profil David Maulana, Sang Kapitan yang Tak Tergantikan

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
David Maulana, kapten Timnas U-16 2017-2018. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
David Maulana, kapten Timnas U-16 2017-2018. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

David Maulana. Nama yang jelas tak lagi asing buat pencinta sepak bola nasional.

Dalam dua tahun belakangan, David menjelma sebagai salah satu bintang di tim nasional usia muda. Bahkan, banyak yang menggadang-gadangkan pemain kelahiran Sei Rotan, Sumatera Utara, ini, sebagai penerus Firman Utina dan Evan Dimas.

Ketika usianya baru menginjak 15 tahun, David sudah memperoleh pamor mentereng. Dia adalah 'Anak Medan' kedua setelah Egy Maulana Vikri yang mendapat perhatian dari media pemberitaan nasional di usia muda.

Bakat sepak bolanya mulai diasah di SSB Putra Tembung Prima (PTP) Wilayah I, Sumatera Utara. Di sana, David memang jadi pemain paling menonjol lantaran sejak usia lima tahun, dia sudah dicekoki oleh keluarganya mengolah si kulit bulat.

Pemain Timnas U-19 Indonesia David Maulana pada laga Pra Piala Asia di Stadion Madya GBK, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Punya bakat menonjol tak membuat jalan David jadi pesepak bola andal mulus-mulus saja. Dalam suatu kesempatan, pemain kelahiran 25 Februari 2002 ini pernah gagal masuk seleksi tim Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumatera Utara. Alasannya sederhana: Tinggi badan.

Namun, David tak patah arang. Sebagai pemuda Medan, kata-kata menyerah seperti tak ada dalam kamusnya. Gagal masuk PPLP, David mengincar masuk PSMS Medan.

Membela klub tanah kelahiran jelas motivasi buat sebagian kalangan pesepak bola. David juga demikian dan pada akhirnya ia sukses menembus skuat PSMS Medan U-15.

Para pemain Timnas U-16 saat seleksi di NYTC. Foto: ANTARA/Indrianto Eko

Bakat David kemudian terpantau oleh Fakhri Husaini. Pada 2016, sosok pelatih yang pernah memperkuat PKT Bontang semasa menjadi pemain itu memang tengah blusukan untuk mencari pemain untuk dipersiapkan di ajang Piala AFF U-16 2017.

Nasib baik berpihak pada David. Ia jadi satu-satunya pemain dari Medan yang memikat hati Fakhri. Alasannya cukup bikin geleng-geleng kepala kala itu.

''Di usia yang masih muda, David sudah menunjukkan sikap dewasa dalam bermain, tak takut berduel, dan piawai dalam memberikan umpan dengan kaki kiri,'' demikian kata Fakhri terkait penilaiannya pada David.

David Maulana mendapatkan instruksi dari sang pelatih, Fakhri Husaini. Foto: AFC.

David akhirnya bertolak ke Jakarta. Dari sejumlah proses seleksi pemain, namanya tak pernah absen hingga lolos terpilih jadi 23 pemain yang berangkat ke Thailand bersama Timnas U-16.

Tak hanya turut serta ke Negeri Gajah Putih, David juga ditunjuk sebagai wakil kapten Brylian Aldama. Sosok yang disebutkan terakhir, belakangan jadi rekan duet di lini tengah Timnas U-16 dan Timnas U-19.

Meski demikian, cerita David dan Timnas U-16 di tahun pertama tak berjalan mulus. Sebab, tim berjuluk 'Garuda Asia' babak belur di fase grup karena hanya menempati peringkat lima. Mereka hanya mengemas satu kemenangan dan satu hasil seri serta menelan tiga kekalahan.

Pemain Timnas Indonesia U-19 David Maulana berusaha melewati pemain timnas Timor Leste U-19 pada laga Pra Piala Asia di Stadion Madya GBK, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Usai gagal di Piala AFF, David dan Timnas U-16 tak bisa bersedih lama-lama. Pasalnya, sudah ada ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 yang sudah menanti dan membuat mereka kembali bersiap.

Di ajang kualifikasi, grafik penampilan David dan Timnas U-16 membaik. Dari empat pertandingan yang dilalui, Timnas U-16 sukses melaju mulus ke putaran final kerena bercokol di puncak klasemen.

Usai euforia kelolosan di Piala Asia U-16, perjalanan David bersama Timnas U-16 belum selesai begitu saja. Memasuki pergantian tahun, Timnas U-16 mendapat sejumlah tawaran untuk mengikuti turnamen.

Dua di antaranya, Tien Phong Plastic Cup 2017 (14-18 Juni 2017) dan JENESYS (Japan-ASEAN U-16 Youth Football Tournament) 2018 (Maret 2018).

instagram embed

Dua turnamen tersebut sukses diraih dengan hasil juara. Di turnamen itu pula, David kemudian ditunjuk menjadi kapten buat teman-temannya.

Selain ban kapten yang melekat di lengan kirinya, David juga menorehkan prestasi individu. Di turnamen JENESYS, dia terpilih jadi pemain terbaik.

Juara di dua turnamen tersebut membuat David dan Timnas U-16 punya modal menyongsong Piala AFF U-16. Hasilnya, David dan rekan-rekannya sukses menyabet gelar Piala AFF U-16 usai membekuk Thailand di partai final.

Perjalanan David kemudian berlanjut di Piala Asia U-16. Di ajang ini, ia masih dipercaya jadi kapten Timnas U-16 memimpin rekan-rekannya untuk bisa mentas di Piala Dunia U-17.

David Maulana, memegang piala (tengah) saat meraih juara di Piala AFF U-16. Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Namun, jalan untuk menuju Piala Dunia masih belum tercapai. Sebab, langkah David dan Timnas U-16, terhenti di tangan Australia.

Tak lolos ke Piala Dunia U-17, sepak bola membawa David terbang jauh ke Inggris. Di Negeri Ratu Elizabeth, ia mendapat kesempatan menimba ilmu via program Garuda Select bentukan PSSI. Selama di Inggris, David masih dipercaya jadi sosok memimpin rekan-rekannya.

Jelang Garuda Select rampung, David kembali pulang ke Tanah Air. Pada Agustus 2019, dia yang sudah naik kelas ke Timnas U-19, berlaga di Piala AFF U-19. Di ajang tersebut, Timnas U-19 duduk di peringkat ketiga.

Sebulan setelahnya, David kembali berbaju Timnas U-19 untuk menjalani Kualifikasi Piala Asia U-19. Di ajang ini, David dan rekan-rekannya sukses melenggang ke putaran final di Uzbekistan, Oktober 2020.

Aksi David Maulana (kanan) saat membela Garuda Select. Foto: Dok. PSSI

Usai mengantar Timnas U-19 mentas di putaran final David kembali ke Inggris. Ya, David mendapat kesempatan kedua untuk kembali menimba ilmu di Garuda Select Jilid II.

Terkini, David tengah mengikuti seleksi di bawah asuhan manajer Shin Tae-yong. Dia merupakan satu dari 30 pemain yang dibawa Shin menuju Kroasia untuk mengikuti pemusatan latihan lanjutan plus ujicoba.

Ya, pelatih boleh saja berganti, dari Fakhri Husaini ke Shin Tae-yong, tapi nama David Maulana tetap abadi di skuat Timnas U-19. Sosok sentralnya pun diprediksi tak tergantikan hingga membuatnya berpeluang besar kembali menjabat kapten saat 'Garuda Muda' tampil di Piala Asia U-19 2020.

***

embed from external kumparan

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.