Bola & Sports
·
28 Oktober 2020 12:33

Profil Justin Jonathans: Pemain Keturunan Indo-Belanda yang Cinta Merah Putih

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Profil Justin Jonathans: Pemain Keturunan Indo-Belanda yang Cinta Merah Putih (238924)
Justin Jonathans. Foto: Instagram/@voetbalacademienec
Nama Justin Jonathans mencuat ke permukaan di tengah gencarnya perburuan pemain muda keturunan Indonesia di mancanegara. Asal tahu saja, Timnas U-19 sudah dihadapkan dengan dua agenda penting tahun depan: Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20.
ADVERTISEMENT
Kehadiran pemain berdarah Indonesia diharapkan mampu mendongkrak prestasi Timnas U-19 di dua ajang besar itu. Sejauh ini, sudah ada empat pemain keturunan yang dipanggil Shin Tae-yong ke skuat 'Garuda Muda': Jack Brown, Elkan Baggott, Kelana Mahessa, dan Luah Mahessa.
Shin sendiri sudah menjelaskan bahwa ia akan terus mencari bakat muda Tanah Air yang berkompetisi di Eropa. Nah, kali ini, nama Justin Jonathans mulai diperhitungkan
Siapakah dia? Mari mengenalnya lebih dekat.

Profil Justin Jonathans

Profil Justin Jonathans: Pemain Keturunan Indo-Belanda yang Cinta Merah Putih (238925)
Justin Jonathans. Foto: Instagram/@damskofootball
Lahir pada 8 Januari 2003, Justin merupakan pemain blaster Indo-Belanda yang berposisi sebagai full-back kanan. Saat ini, ia aktif merumput di 'Negeri Kincir Angin' bersama tim junior NEC Nijmegen.
Sekedar informasi, NEC Nijmegen pernah berkompetisi di Eredivisie bersama raksasa Liga Belanda lainnya seperti Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven, hingga Feyenoord.
ADVERTISEMENT
Namun, di musim 2016/17, mereka terdegradasi karena cuma finis di urutan ke-16. Hingga kini, klub yang memiliki nama lengkap 'Nijmegen Eendracht Combinatie' itu tak pernah kembali ke level teratas Liga Belanda.
Kembali soal Justin. Perjalannya hingga direkrut NEC Nijmegen terbilang panjang. Ia mengawali karier sepak bolanya bersama klub amatir Belanda, TOV FC dan SV Spakenburg.
Setelah itu, Justin juga pernah dipanggil untuk mengikuti trial bersama Almere FC kala usianya masih menginjak 11 tahun. Saat itu, ia tersingkir karena Pelatih tidak menemukan posisi yang pas untuknya.
Tersingkir dari Almere tak sedikit pun mengendurkan semangatnya. Justin terus bekerja keras dan mengikuti trial bersama beberapa tim lainnya di Belanda, termasuk FC Twente.
Hingga akhirnya, ia mengkuti program pencari bakat NEC Nijmegen, dan diterima di sana. NEC sendiri menjadi klub profesional pertama dalam perjalanan karier sepak bolanya.
ADVERTISEMENT
Musim ini, Justin tercatat tengah bermain di kompetisi usia muda Belanda, yakni U-18 Cup Netherlands. Ia juga diturunkan sebagai starting XI di laga melawan Hollandia U-18 akhir Agustus lalu. Kala itu, NEC Nijmegen berhasil memenangi pertandingan dengan skor telak 5-1.
Menyoal kemampuannya, atribut Justin sebagai bek sayap pun terbilang lengkap. Ia memiliki kecepatan dan mampu terlibat dalam membangun serangan. Selain itu, dengan tinggi badan 178 sentimeter, Justin mampu menjadi tembok kokoh yang sulit dilewati.
Justin sendiri baru-baru ini mengungkapkan keinginannya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Namun, hingga kini ia belum menerima tawaran resmi dari pihak PSSI.
''Ya, aku ingin bermain di Timnas. Itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Namun, Federasi belum menghubungi saya,'' kata Justin dalam kanal Youtube Yussa Nugraha.
Lantas, akankah Justin dipanggil Pelatih Shin Tae-yong untuk memperkuat Timnas U-19?
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
ADVERTISEMENT