PSM Diganjar 2 Kartu Merah di AFC Cup, Pelatih Kritisi Kualitas Wasit Liga 1

9 Agustus 2022 22:11
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Selebrasi pemain PSM Makassar Yakob Sayuri  usai mencetak gol ke gawang Kedah Darul Aman pada pertandingan Semifinal zona ASEAN Piala AFC 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (9/8/2022).  Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pemain PSM Makassar Yakob Sayuri usai mencetak gol ke gawang Kedah Darul Aman pada pertandingan Semifinal zona ASEAN Piala AFC 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (9/8/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
PSM Makassar menekuk wakil Malaysia, Kedah Darul Aman, dengan skor 2-1 dalam laga semifinal AFC Cup 2022 zona ASEAN di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Selasa (9/8). Sayang, kemenangan PSM ini tercoreng dengan hadirnya dua kartu merah. Sang pelatih mengaitkan insiden ini dengan kualitas wasit Liga 1.
ADVERTISEMENT
Jadi, PSM menyelesaikan pertandingan ini dengan jumlah 9 pemain di lapangan. Yuran Fernandes menerima kartu kuning kedua berujung kartu merah di menit 62. Lalu, Agung Mannan mendapat kartu kuning kedua berujung kartu merah di menit 90+6.
Hal ini sangat disayangkan. Apalagi, Yuran juga mencetak gol di laga ini dan kartu merah didapatnya saat PSM justru sudah unggul 2-0. Para pemain 'Juku Eja' lantas dinilai kurang bisa mengontrol emosi.
Pelatih PSM, Bernardo Tavares, pun buka suara. Baginya, dua kartu merah pemainnya di laga ini tercipta akibat efek bermain di Liga 1. Ia mengkritisi perbedaan kualitas dan standar wasit di Liga 1 dan AFC Cup.
Pemain PSM Makassar Yakob Sayuri dihadang pemain Kedah Darul Aman Khairu Azrin pada pertandingan Semifinal zona ASEAN Piala AFC 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (9/8/2022).  Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pemain PSM Makassar Yakob Sayuri dihadang pemain Kedah Darul Aman Khairu Azrin pada pertandingan Semifinal zona ASEAN Piala AFC 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (9/8/2022). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
"Terkait kontrol emosi, coba lihat apa yang wasit-wasit di Liga 1 lakukan dan kita memiliki standar yang berbeda di liga kita dan ini tercermin dari apa yang mereka [para pemain PSM] lakukan pada saat berkompetisi di AFC," terang Tavares saat konferensi pers usai laga.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Wasit-wasit AFC memiliki standar yang lain dan inilah yang Liga 1 lakukan kepada pemain-pemain, kita memiliki aturan yang berbeda di Indonesia. Namun, saya akan bicarakan lagi ke pemain," lanjutnya.
Jadi, Tavares tampak menyoroti insiden-insiden seperti pelanggaran keras di Liga 1. Ada beberapa insiden di Liga 1 yang semestinya berujung kartu, tetapi wasit tak melakukannya.
Alhasil, para pemain PSM membawa kebiasaan di Liga 1 ke tingkat AFC Cup. Dan ternyata, wasit AFC Cup lebih lugas dalam memberi kartu untuk beberapa insiden pelanggaran keras.
Bernardo Tavares, pelatih PSM Foto: Instagram/@psm_makassar
zoom-in-whitePerbesar
Bernardo Tavares, pelatih PSM Foto: Instagram/@psm_makassar
Dua gol kemenangan PSM di laga ini dibukukan oleh Yakob Sayuri di menit 32 dan Yuran Fernandes di menit 53. Sementara, satu gol balasan Kedah dilesakkan oleh Fayadh Zulkifli di menit 85.
ADVERTISEMENT
Berkat hasil ini, PSM berhak melaju ke final AFC Cup zona ASEAN. Pada partai final nanti di tanggal 24 Agustus 2022, 'Laskar Ramang' akan bertemu pemenang laga Viettel FC vs Kuala Lumpur City FC.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020