kumparan
12 Oktober 2019 12:32

PSSI Minta Restu Renovasi Stadion Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Ilustrasi PSSI Foto: ADEK BERRY / AFP
Penentuan tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 baru diputuskan FIFA pada 23 Oktober mendatang. Indonesia, Brasil, dan Peru menjadi tiga negara yang bersaing menjadi tuan rumah.
ADVERTISEMENT
PSSI berharap-harap cemas menanti keputusan FIFA. Ratu Tisha Destria—Sekretaris Jenderal PSSI—mengaku akan memperjuangkan semaksimal mungkin agar kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 jatuh kepada Indonesia.
Menurut Tisha, Indonesia sudah 'lolos' hingga tahap akhir. Bulan lalu, FIFA mengunjungi Indonesia untuk melakukan inspeksi terkait infrastruktur yang dicalonkan PSSI sebagai venue.
Sampai saat ini, PSSI tak berhenti memastikan segala kebutuhan menjadi tuan rumah lancar. Pekan ini, federasi kembali mencari restu kepada pemerintah daerah yang wilayahnya dicalonkan sebagai venue Piala Dunia U-20.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) salah satunya. PSSI bertemu dengan Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Paku Alam X Raden Mas Wijoseno Hario Bimo.
Dalam lawatan itu, PSSI menerima lampu hijau dari Kanjeng Gusti. Seperti diketahui, Stadion Mandala Krida (DIY) menjadi salah satu medan laga yang diajukan federasi.
ADVERTISEMENT
“Tentu saya mendoakan agar PSSI sukses dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20. Pemerintah DIY akan membantu penyediaan sarana dan prasarana sesuai standar FIFA. Pemerintah DIY juga akan mendukung penuh terkait perbaikan sarana dan prasarana itu,” ujar Kanjeng Gusti.
Foto aerial stadion Mandala Krida di Baciro, DI Yogyakarta, yang saat ini telah rampung, Selasa (26/2/2019). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiansyah
Kanjeng Gusti tampak semringah bahwa DIY diajukan sebagai salah satu tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Tentunya, masyarakat Yogyakarta pun bangga dan itu akan menjadi hal positif.
Restu dari Kanjeng Gusti disyukuri Tisha. Komitmen Pemerintah DIY mendukung pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 sejalan dengan rencana PSSI.
Pasalnya, FIFA memberikan catatan kekurangan terhadap beberapa infrastruktur di Indonesia usai inspeksinya. PSSI pastinya bakal meminta bantuan pemerintah daerah untuk melakukan renovasi infrastruktur sesuai standar FIFA.
ADVERTISEMENT
Bahkan, federasi siap melakukan supervisi dalam renovasi atau pembangunan sarana dan prasarana agar tak ada lagi catatan kekurangan dari FIFA. Dengan kata lain, PSSI harus memastikan infrastruktur sesuai regulasi AFC maupun FIFA.
Selain DIY, Surabaya juga punya komitmen senada. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menegaskan siap membantu PSSI mempersiapkan segala kebutuhan dalam pencalonan tuan rumah.
"Kami akan membantu PSSI memenuhi semua persyaratannya. Kami juga akan melakukan renovasi dan pembangunan sarana dan prasarana stadion sesuai kebutuhan,” tutur Risma—sapaan akrab Tri Rismaharini.
PSSI tampak lega. Dukungan penuh dari pemerintah daerah makin melambungkan optimisme terpilih sebagai tuan rumah.
“Ini sinergi yang sangat baik. Kita memang harus bergerak bersama untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Sejauh ini, PSSI optimistis. Peluang Indonesia terpilih sebagai tuan rumah cukup besar,” kata Tisha.
ADVERTISEMENT
Ada 10 stadion yang diajukan sebagai venue Piala Dunia U-20, yaitu Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Patriot Candrabhaga (Bekasi), Stadion Wibawa Mukti (Cikarang), Stadion Si Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Mandala Krida (Yogyakarta), Stadion Manahan (Solo), Stadion I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Jakabaring (Palembang).
Bila terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, delegasi FIFA kembali melakukan inspeksi. Pada inspeksi kedua, FIFA mulai supervisi persyaratan sarana dan prasarana. Enam bulan kemudian, FIFA mengulas temuan-temuannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan