kumparan
17 September 2019 16:13

PSSI Yakin Kericuhan Suporter Tak Pengaruhi Penilaian FIFA

Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Kerusuhan suporter pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia versus Malaysia membuat hati PSSI berdebar. Pasalnya, Indonesia tengah mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.
ADVERTISEMENT
Pastinya, insiden yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (5/9/2019) tak lepas dari pantauan FIFA. Kesuksesan Indonesia menjamu lawan-lawan di Kualifikasi Piala Dunia 2022 tentu masuk dalam penilaian.
Meski tak sampai jatuh korban jiwa, tetap saja dua korban luka dari pihak suporter Malaysia membuat federasi pening. PSSI kudu menyiapkan “pembelaan” di depan FIFA agar insiden tersebut tak memengaruhi penilaian dalam bidding tuan rumah Piala Dunia U-20.
“Kami tentu tidak sempurna. Kalau salah, ya, kami mengaku salah. Namun, apa selanjutnya yang akan diperbuat. Langkah apa yang diambil dan ditingkatkan ke depan. Kami membutuhkan bantuan FIFA dan inginnya mereka memberikan kepercayaan kami menjadi tuan rumah,” ujar Ratu Tisha Destria, Sekjen PSSI.
ADVERTISEMENT
Segala penjelasan terkait kerusuhan suporter itu sudah dipresentasikan PSSI ketika FIFA tiba di Jakarta pada 16 September. Detail isi pembelaan tersebut sudah meliputi hasil pertemuan dua kali dengan pihak Malaysia.
“Kami sudah mengirimkan juga dokumen persiapan kami yang disusun sebulan lalu. Kami juga mengajak pihak kepolisian agar penjelasan lebih komprehensif,” kata Tisha.
PSSI melakukan segala cara agar kesempatan menjadi tuan rumah tak lepas. Tisha melayangkan optimisme lantaran kekisruhan kemarin tak berdampak fatal.
“Tidak ada kerugian materi dan korban jiwa. Dua orang Malaysia yang cedera pun ditangani tuntas. Sebab mereka luka juga karena bom asap yang dinyalakan sendiri. Sementara satu korban lagi cedera lantaran jatuh terpeleset,” tuturnya.
Berkaca dari pengalaman kemarin, PSSI meminta dukungan dari masyarakat agar berperilaku positif sehingga penilaian dari FIFA pun apik. Soalnya, Indonesia tinggal selangkah lagi memenangi bidding tuan rumah Piala Dunia U-20.
ADVERTISEMENT
“Sekarang seluruh energi fokus menjadi tuan rumah. Kita, Indonesia, tidak pernah sedekat ini menjadi tuan rumah Piala Dunia. Dulu pernah ikut bidding Piala Dunia U-17, tapi tidak selesai. Lalu pernah ikut bidding Piala Dunia 2022, juga tidak selesai di kami (PSSI) sendiri,” ujar Tisha.
"Saat ini, semua sudah dilengkapi dan selesai, diakui dan disetujui FIFA. Bahkan, FIFA sudah datang inspeksi. Artinya, ini tahap terakhir. Semoga ini waktunya,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan