kumparan
23 November 2018 16:17

PT LIB: Laga Pamungkas PSM dan Persija Digelar Bersamaan

Laga pekan ke-31 Liga 1, PSM Makassar vs Persija Jakarta
Laga pekan ke-31 Liga 1, PSM Makassar vs Persija Jakarta. (Foto: Dok. Media Persija)
Tinggal menyisakan tiga pekan, perbuaran menuju gelar juara Liga 1 2018 pun semakin sengit. Setidaknya, terdapat empat tim yang memiliki kesempatan untuk menjadi jawara musim ini yakni PSM Makassar, Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Bhayangkara FC.
ADVERTISEMENT
Hingga pekan ke-31, PSM masih bertengger di puncak klasemen dengan koleksi 54 poin, diikuti Persija di bawahnya dengan hanya terpaut satu angka. Sementara, Persib dan Bhayangkara FC berada di posisi ketiga dan keempat dengan sama-sama mengantongi 49 poin.
Secara matematis, peluang terbesar untuk merengkuh trofi juara berada pada tangan PSM dan Persija. Sedangkan, kans Persib dan Bhayangkara FC lebih berat karena selain harus menyapu bersih tiga laga sisa, mereka juga mesti berharap PSM atau Persija tergelincir.
Tak hanya di papan atas, persaingan sengit juga terjadi di tangga bawah. Sebanyak lima tim kini tengah berupaya untuk terhindar dari jurang degradasi dalam tiga sisa laga ke depan. Kelima tim itu ialah Sriwijaya FC, Mitra Kukar, PS Tira, Perseru Serui, dan PSMS Medan.
ADVERTISEMENT
Infografik Berpacu Menuju Tangga Juara Liga 1.
Infografik Berpacu Menuju Tangga Juara Liga 1. (Foto: kumparan/Basith Subastian)
Menyikapi kondisi itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, mengambil kebijakan dengan menggelar pekan terakhir Liga 1 secara bersamaan, termasuk laga yang melibatkan PSM dan Persija.
“Memang nanti kebijakan kami adalah dengan menggelar semua pertandingan (pekan) terakhir secara bersamaan. Kami usahakan semua laga, tapi kalau tidak memungkinkan, hanya laga-laga yang menentukan, yang kami gelar bersamaan,” ujar Media and Public Relation Manager PT LIB, Hanif Marjuni, kepada kumparanBOLA, Jumat (23/11/2018).
Sebelumnya, wacana mengenai jadwal bersamaan pada pekan pamungkas Liga 1 itu sempat dilemparkan oleh pelatih Persija, Stefano ‘Teco’ Cugurra. Akan tetapi, Hanif mengatakan kebijakan itu diambil bukan karena usul dari Teco.
PSMS Medan
Para pemain PSMS merayakan gol (ilustrasi). (Foto: Septianda Perdana/ANTARA)
“Kami sudah lakukan pembicaraan ini sejak jauh-jauh hari. Jauh sebelum Teco melemparkannya ke publik. Jadi, bukan juga menyetujui permintaan Teco. Ini memang sudah jadi kebijakan operator, termasuk kepada stasiun televisi yang setuju untuk mengikutinya,” katanya.
ADVERTISEMENT
Dengan kebijakan itu, Hanif yakin seluruh klub Liga 1 akan menerimanya. Apalagi, persaingan ketat tak hanya terjadi di papan atas klasemen, melainkan juga di papan bawah.
“Tim pasti menerima. Katakanlah PSM dan Persija yang punya kans juara yang sama. Kami yakin semua klub akan paham, termasuk juga tim-tim yang berposisi di papan bawah,” ucap Hanif.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan