kumparan
8 Januari 2019 18:33

Real Madrid: Sudah Terseok-seok, Dapat Jadwal Berat Pula

Real Madrid
Para pemain Real Madrid tinggalkan lapangan selepas laga lawan Atletico Madrid. (Foto: REUTERS/Javier Barbancho)
Sulit menepis bila Real Madrid tengah dilanda krisis. Mereka cuma nangkring di posisi kelima klasemen La Liga dengan koleksi 30 angka, terpisah 10 angka dari Barcelona di peringkat pertama
ADVERTISEMENT
Kekalahan 0-2 dari Real Sociedad akhir pekan lalu jadi catatan minor terbaru, sekaligus menggenapkan kekalahan mereka menjadi enam dari total 18 pertandingan yang sudah mereka jalani. Ini jelas merupakan degradasi prestasi dibanding edisi 2017/18, saat mereka hanya kalah enam kali hingga tutup musim.
Anjloknya performa Madrid tak terlepas dari penurunan produktivitas dan melemahnya barisan pertahanan mereka. Dari segi agresivitas misalnya, Madrid mengalami penurunan jumlah tembakan per laga dibanding musim lalu, dari rata-rata 18,39 menjadi 16. Parahnya lagi, konversi tembakan mereka juga buruk karena cuma menyentuh persentase sebesar 9%, sekitar 4,5% lebih buruk ketimbang edisi sebelumnya.
Itulah mengapa rata-rata gol Madrid jeblok di angka 1,4 gol per laga. Padahal, sebelumnya mereka menyarangkan 2,4 gol di tiap pertandingan. Belum lagi dengan membengkaknya jumlah gol yang bersarang ke gawang Madrid, dari rata-rata 1,16 menjadi 1,28 gol per laga.
ADVERTISEMENT
Inkonsistensi semacam ini masih ditambah dengan badai cedera yang menerpa Gareth Bale, Toni Kroos, Marco Asensio, Mariano Diaz, dan Marcos Llorente. Apalagi, dalam waktu dekat mereka akan melakoni jadwal yang relatif berat. Berikut kami menggambarkan agenda berliku yang mesti ditempuh Madrid dalam waktu dekat.
Versus Leganes
Kamis (8/1/2019) dini hari WIB, Madrid sudah ditunggu Leganes di leg pertama babak 16 besar Copa del Rey. Memang, klub yang juga berbasis di Madrid itu berhasil mereka taklukkan dalam tiga perjumpaan terakhir.
Namun, jangan lupakan bila Leganes pernah menyingkirkan Madrid di babak perempat final edisi sebelumnya. Setelah unggul 1-0 di leg pertama, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan malah keok 1-2 pada pertemuan kedua yang dihelat di Santiago Bernabeu.
ADVERTISEMENT
Sebelum mencapai babak 16 besar, pasukan Mauricio Pellegrino itu juga berhasil menyingkirkan kontestan La Liga lainnya lebih dulu, Rayo Vallecano. Satu hal lagi yang membuat Leganes berpotensi menjungkalkan Madrid: Tren positif. Alexander Szymanowski dan kolega berhasil melalui enam laga tanpa kekalahan di lintas ajang--sebelum terputus saat kalah 0-1 dari Espanyol di La Liga pekan 18 lalu.
Real Madrid vs Leganes
Pemain Madrid dan Leganes berebut bola. (Foto: Reuters / Javier Barbancho)
Melawan Betis
Tiga hari sesudahnya, giliran Real Betis yang menantang Madrid pada lanjutan pentas La Liga. Klub asal Andalusia itu memiliki kans tinggi untuk menghadang mereka. Selain tak terkalahkan dalam tujuh laga kandang terakhir di lintas ajang, mereka juga pernah mempecundangi Madrid 1-0 pada September 2017 silam.
Selain itu, Betis juga terbukti mampu merepotkan Los Blancos di paruh pertama lalu. Mereka sempat unggul 2-1 di 45 menit pertama sebelum Madrid mengakhiri laga dengan kemenangan 5-3. Oh, ya, jangan lupakan bila Betis merupakan satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Barcelona di Camp Nou pada musim ini.
ADVERTISEMENT
Real Betis vs Barcelona
Para pemain Real Betis merayakan gol Joaquin ke gawang Barcelona. (Foto: Albert Gea/Reuters)
Menghadapi Sevilla
Tibalah Madrid di salah satu alur penting dalam cerita edisi 2018/19. Ya, Sevilla merupakan lawan yang penting bagi mereka di musim ini. Pertama, Los Rojiblancos merupakan salah satu penantang terkuat Barcelona--selain Atletico Madrid.
Sevilla yang nangkring di urutan ketiga itu, terbilang produktif karena telah mengemas 31 gol di La Liga, hanya kalah dari El Barca. Catatan kebobolan mereka juga terbilang rendah karena cuma menyentuh rata-rata 1 gol, masih lebih baik dari Madrid yang rata-rata kemasukan 1,27 gol di tiap pertandingan.
Sevilla pula yang membuihkan borok perdana bagi Madrid di musim ini. Tim arahan Pablo Machin sukses melibas Madrid tiga gol tanpa balas di paruh pertama lalu, sekaligus jadi kekalahan pertama mereka di edisi 2017/18. Sejak saat itu El Real kocar-kacir, sekali imbang dan menelan tiga kekalahan beruntun setelahnya--termasuk saat dilumat Barcelona 1-5. Tren buruk yang kemudian membuat Julen Lopetegui dipecat.
ADVERTISEMENT
Marcelo Viera
Bek kiri Real Madrid, Marcelo Viera (kanan), berusaha melewati wing-back kanan Sevilla, Jesus Navas. (Foto: Reuters/Marcelo Del Pozo)
Cukup jelas betapa pentingnya laga versus Sevilla, sebagai ajang balas dendam sekaligus pendongkrak tren moral para pemain. Bagi Santiago Solari, ini menjadi laga pembuktian bahwa dia lebih baik ketimbang Lopetegui. Namun, tetap saja, bukan perkara mudah untuk menaklukkan Sevilla. Selain rekam jejak buruk di pertandingan sebelumnya, Madrid juga sedang dilanda inskonsistensi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan