kumparan
26 Juni 2018 14:51

Rencana Sampaoli agar Argentina Lebih Baik dalam Melayani Messi

Lionel Messi
Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi. (Foto: Murad Sezer/Reuters)
Di Piala Dunia 2018, Tim Nasional (Timnas) Argentina adalah Lionel Messi dan begitu pula sebaliknya. Mematikan Messi berarti menumpulkan serangan La Albiceleste.
ADVERTISEMENT
Tak percaya? Lihat saja apa yang terjadi ketika Argentina kalah 0-3 dari Kroasia pada matchday kedua Grup D, Jumat (22/6/2018) dini hari WIB. Hanya 49 kali Messi menyentuh bola dalam pertandingan tersebut. Cuma sekali di antaranya La Pulga melakukan tembakan dan itu pun melenceng dari sasaran.
Jumlah tersebut tergolong sedikit. Sebagai perbandingan, Messi berinteraksi dengan bola sebanyak 116 kali saat Argentina ditahan oleh Islandia, Sabtu (16/6).
Maka itu, bagaimana Argentina melayani Messi bakal menjadi fokus pembenahan pelatih Jorge Sampaoli. Dia menjanjikan suplai lebih banyak kepada sang kapten saat Argentina melakoni partai pamungkas Grup D dengan melawan Nigeria, Rabu (27/6) dini hari WIB.
Jorge Sampaoli
Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli. (Foto: Reuters/Carlos Barria)
"Menurut saya, pertandingan (melawan Kroasia) berlangsung sulit untuk Messi. Situasi tidak mendukung karena dia gagal mendapatkan bola dari para gelandang," tutur Sampaoli.
ADVERTISEMENT
"Apabila Messi kurang mendapatkan suplai, itu karena Argentina tidak mampu mendominasi pertandingan, seperti yang kami lakukan saat menghadapi Islandia. Kami akan berusaha memperbaikinya dan memastikan hal serupa tidak terulang," katanya menambahkan.
Agar Messi diservis dengan lebih baik, Sampaoli pun diperkirakan melakukan perubahan sistem. Dia bakal mengusung pola 4-2-3-1 daripada 3-4-2-1 (3-4-3) yang digunakan Argentina saat kalah dari Kroasia.
Lionel Messi
Messi ditekel lawan. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
Tidak cuma sistem, para pemain yang terbukti gagal melayani Messi dalam laga kontra Kroasia juga digusur, di antaranya Maximiliano Meza dan Marcos Acuna. Begitu pula Sergio Aguero yang diyakini bakal digantikan Gonzalo Higuain.
Perubahan yang berdampak terhadap peningkatan performa memang menjadi urgensi Argentina. Kini, mereka terancam lolos ke babak 16 besar akibat cuma mengoleksi satu poin dari dua laga awal. Terbentang jarak dua angka dengan Nigeria di posisi kedua dan lima poin dengan Kroasia di puncak tabel.
ADVERTISEMENT
Laga melawan Nigeria bakal menentukan nasib Argentina. Messi dan kolega harus menang, bahkan kalau bisa dengan skor telak sebagai antisipasi apabila Islandia (peringkat ketiga dengan satu poin) juga mengalahkan Kroasia pada waktu bersamaan. Oleh karenanya, Messi perlu didukung untuk membuka keran golnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan