kumparan
Bola & Sports14 September 2019 7:24

Rene Alberts Kritik Jadwal Liga yang Bentrok dengan Timnas

Konten Redaksi kumparan
Robert Rene Alberts
Robert Rene Alberts berdiskusi dengan Kim Kurniawan. Foto: Dok. Media Persib
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengkritik jadwal Liga 1 yang kerap bentrok dengan Timnas Indonesia. Komentar pedas ini muncul jelang laga Persib versus Tira-Persikabo, Sabtu (14/9/2019) malam WIB.
ADVERTISEMENT
Robert menilai cepatnya transisi seorang pemain dari agenda panjang Timnas ke klub mengganggu beberapa aspek. Salah dua yang disoroti oleh pelatih asal Belanda ini adalah mental dan fisik.
Bukan tanpa sebab pelatih asal Belanda berkomentar demikian. Pasalnya, kondisi macam itu menimpa salah satu pemainnya, Febri Haryadi, yang kembali dari Timnas untuk melakoni kualifikasi Piala Dunia 2022.
Tentu saja, Robert tak menyalahkan klub atau pemain itu sendiri. Menurutnya kondisi ini terjadi karena pengelola liga yang tak mampu mengatur jadwal agar tak bentrok dengan kepentingan Timnas.
Yang jadi soal, perkara apapun menyangkut Timnas sebetulnya sudah tertera di kalender FIFA. Karena itu, harusnya liga bisa menyesuaikan sejak awal. Tapi, yang terlihat adalah sebaliknya.
ADVERTISEMENT
"Terkadang ketika kembali ke klub, pemain mesti menyesuaikan diri lagi. Sayangnya di liga kita, tak ada waktu untuk itu," kata Robert pada sesi jumpa pers jelang laga, Jumat (13/9/2019).
"Jika mengikuti aturan normal dan kalender FIFA, pemain tak akan bermain di hari yang sama ketika mereka kembali. Tidak juga di hari setelahnya. Karena mereka perlu beradaptasi lagi," tuturnya menambahkan.
Febri Haryadi
Febri Haryadi Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Dengan pertimbangan menyoal mental, Robert pada Kamis (12/9) lalu, mengonfirmasi bahwa Febri kemungkinan besar tak akan ambil bagian bersama 'Maung Bandung' untuk melawan Tira-Persikabo.
Kendati tak turun bersama skuat 'Garuda' di dua laga Kualifikasi Piala Dunia, Robert menilai kondisi Febri tak baik secara mental. Alasannya adalah dua kekalahan Timnas dari Malaysia dan Thailand.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan