kumparan
search-gray
Bola & Sports9 Mei 2020 18:36

RUPS PT LIB Sebenarnya Tak Bahas Kisruh Internal?

Konten Redaksi kumparan
PTR- Direktur Utama PT LIB Cucu Sumantri
Direktur Utama PT LIB, Cucu Sumantri, ketika memberikan sambutan dalam acara Workshop Kompetisi 2020. Foto: Dok. Media LIB
Wacana Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah berembus cukup lama.
ADVERTISEMENT
Sejak hubungan Mochamad Iriawan (Ketua Umum PSSI) dan Cucu Sumantri (Wakil Ketua Umum PSSI) makin tidak harmonis, isu RUPS PT LIB juga kian kencang.
Federasi pecah. Cucu—yang juga menjabat Direktur Utama PT LIB—menjadi sasaran. Ada kelompok yang tidak menginginkan sang purnawirawan TNI memimpin perusahaan operator dan berada di PSSI.
Puncaknya, tiga direksi PT LIB membuat surat pengaduan yang berisi poin-poin keresahan terhadap kinerja Cucu. Surat itu ditujukan untuk para pemegang saham agar RUPS terlaksana.
Belakangan diketahui, surat tersebut seperti dibuat-buat. Soalnya, tak ada nomor korespondensi perusahaan dalam surat.
Beberapa klub mengaku belum menerima surat itu. Meski demikian, wacana RUPS PT LIB benar adanya.
Hal itu dibenarkan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol.) Sumardji, COO Bhayangkara FC. Ia mengatakan mayoritas tim Liga 1 yang notabene pemegang saham PT LIB menginginkan RUPS.
Lipsus PSSI, Kongres PSSI (C)
Ketum PSSI Iwan Bule bersama dua wakilnya, Cucu Sumantri (kiri) dan Iwan Budianto (kanan). Foto: kumparan/Fanny Kusumawardhani
Hanya, RUPS bertujuan bukan membahas kericuhan internal operator, melainkan nasib kompetisi di Indonesia. Pemegang saham ingin mengetahui kejelasan liga serta subsidi yang akan diterima.
ADVERTISEMENT
“Memang, rekan-rekan yang lain sudah menghendaki adanya RUPS Luar Biasa. Membahas bagaimana nasib tim-tim dan kelanjutan dari kompetisi ini sendiri seperti apa. Ini yang diminta dari beberapa teman-teman di Liga 1,” kata Sumardji saat dihubungi pada Sabtu (9/5/2020).
Nasib liga lebih penting ketimbang ribut-ribut internal PT LIB. Apalagi menyangkut subsidi. Mayoritas klub Liga 1 juga sepakat membahas liga dan uang kontribusi dengan bersurat langsung ke operator.
Pada 4 Mei, PT LIB mengeluarkan surat bernomor 187/UB-COR/V-2020 yang meminta PSSI untuk menghentikan secara total Liga 1 dan Liga 2. Dalam surat yang sama, sang operator juga meminta subsidi klub Liga 1 dan Liga 2 dipotong.
Manajer Bhayangkara FC, Sumardji
COO Bhayangkara FC, Sumardji. Foto: Dok. Media Bhayangkara
Rinciannya, subsidi klub Liga 1 hanya sebesar Rp350 juta per termin. Seharusnya, klub Liga 1 mendapat Rp520 juta per tahap (Persipura dan Persiraja Rp570 juta) alias Rp5,2 miliar semusim.
ADVERTISEMENT
Sementara klub Liga 2 cuma mendapat Rp100 juta. Sebenarnya, subsidi yang disepakati ialah Rp2,5 miliar per musim. Jika dibagi 10 termin, klub mendapat Rp250 juta tiap tahap.
Bhayangkara menjadi salah satu tim yang menolak pemotongan subsidi. Tak heran, Sumardji menginginkan adanya RUPS agar operator dan klub bisa berdiskusi terkait uang kontribusi.
“Untuk masalah RUPS Luar Biasa ini, kami semua dari tim Liga 1 sudah sepakat dan sudah mengirimkan surat kepada PSSI dan PT LIB. Kami berharap RUPS ini bisa segera dilaksanakan,” ujar Sumardji.
Penegasan mengenai RUPS juga disampaikan Haruna Soemitro, Direktur Madura United. Ia mengungkapkan bahwa kisruh internal PT LIB malah membuat pemegang saham makin ingin menggelar RUPS.
"Tanpa kejadian itu (kisruh internal PT LIB), kami (klub Liga 1) sudah minta untuk RUPS. Ditambah lagi kejadian itu, hukumnya wajib RUPS Luar Biasa," tutur Haruna.
ADVERTISEMENT
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.