kumparan
30 Oktober 2019 15:44

Rusuh di Laga Persebaya vs PSS, PSSI Diminta Bina Suporter

PTR, Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto
Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Suporter adalah salah satu elemen terpenting dalam sepak bola, tak terkecuali di sepak bola Indonesia. Hal itu disadari oleh Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto.
ADVERTISEMENT
Suporter berulah lagi dalam laga pekan 25 Liga 1 2019 yang mempertemukan Persebaya Surabaya dan PSS Sleman di Gelora Bung Tomo, Selasa (29/10/2019). Mereka turun ke lapangan setelah pertandingan tuntas.
Tidak hanya itu, para suporter juga melakukan beberapa perusakan terhadap fasilitas di Gelora Bung Tomo (GBT), seperti bench dan papan iklan. Mereka juga kedapatan membakar jaring gawang serta menyalakan suar di tribune.
Insiden ini pun memancing perhatian beberapa pihak. Salah satunya adalah Kemenpora. Melalui Gatot selaku Sesmenpora, mereka mengungkapkan keprihatinannya atas terjadinya kerusuhan di Gelora Bung Tomo itu.
Persebaya Surabaya melawa PSS Sleman, Suporter
Ratusan suporter Persebaya Surabaya turun ke lapangan usai timnya kalah dari PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (29/10). Foto: ANTARA FOTO/Fiqih Arfani
"Tentu saja kita prihatin atas kejadian tadi malam (insiden GBT). Yang namanya kericuhan itu 'kan ada dua. Pertama kericuhan yang internal karena kekecewaan, lalu yang kedua kericuhan antar suporter," ujar Gatot di Kemenpora, Rabu (30/10/2019).
ADVERTISEMENT
"Tapi, apapun bentuknya kami tentu prihatin, dan sesalkan. Apalagi GBT itu merupakan salah satu stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia (U-20 2021). Nanti pertengahan November, FIFA mau datang inspeksi," lanjutnya.
Soal insiden suporter yang kerap berulang ini, Gatot menyebut bahwa ke depan, PSSI perlu memberikan perhatian lebih kepada suporter. Ia juga mengatakan bahwa dewasa ini, suporter tidak hanya urusan klub semata.
Gatot merujuk beberapa contoh di negara lain, di mana setiap federasi sepak bola memiliki divisi tertentu yang khusus mengurus suporter. Ia pun menginginkan agar PSSI seperti itu.
Suporter PSIS Semarang, suporter bola
Sejumlah suporter klub PSIS Semarang, Panser Biru melakukan gerakan koreografi dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia antara PSIS melawan Persebaya Surabaya di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (22/7) Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
"Ini harus diperbaiki (soal suporter). Masa dari zaman belum reformasi hingga era milenial masih seperti itu. Sudahi yang seperti itu. Memang yang salah bukan PSSI, tapi PSSI harus mulai tampil menunjukkan kepedulian." ujar Gatot.
ADVERTISEMENT
"Kalau sekarang mungkin (PSSI) terlalu sibuk dengan kongres. Tapi kalau nanti siapapun yang terpilih, harus mulai punya kepedulian masalah seperti ini (suporter). Ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut citra negara," lanjutnya.
Sedangkan untuk kerusakan yang terjadi di GBT pasca insiden Selasa (29/10) malam, Gatot berharap bahwa Persebaya dan suporternya mau bertanggung jawab. Bukan cuma soal pemulihan fisik, tapi juga soal pemulihan image kota Surabaya.
"Kami minta kepada Persebaya dan suporternya untuk menunjukkan tanggung jawab. ini juga berlaku untuk suporter klub lain. Kericuhan ini tidak mungkin tanpa sebab," kata Gatot.
"Saya tadi malam langsung telepon ke salah satu pengurus Persebaya kalau mereka kalah tiga kali berturut-turut dan di kandang juga kalah. Itu seharusnya bisa didialogkan di internal klub. Ini juga berlaku untuk klub lain," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan