kumparan
19 Nov 2018 18:49 WIB

Saatnya Timnas Spanyol Kembali Mengusung False Nine?

Morata saat membela Timnas Spanyol. (Foto: GABRIEL BOUYS / AFP)
Menemukan striker ideal masih menjadi masalah yang belum bisa ditangani Luis Enrique dalam enam laga awalnya sebagai pelatih Timnas Spanyol. Padahal, sosok yang akrab disapa Lucho itu sudah berkali-kali mengganti pilihan di lini depan timnya.
ADVERTISEMENT
Dalam dua laga awal, Rodrigo dipasang sebagai striker utama La Roja. Namun, karena keran golnya bermasalah di Valencia musim ini, posisi Rodrigo menjadi milik Paco Alcacer di laga melawan Wales, Oktober 2018 silam.
Laga itu bermula dengan pijar Alcacer. Namun, performanya terus menurun setelah mencetak 2 gol pada babak pertama. Kemudian Alcacer digantikan Iago Aspas di 15 menit akhir laga ini. Hasil itu membawa perubahan dalam susunan kesebelasan Spanyol di laga selanjutnya.
Saat melawan Timnas Inggris, Oktober silam, Rodrigo kembali menjadi striker utama dengan Aspas tampil sejak menit awal sebagai winger kanan. Sialnya bagi Spanyol, keputusan ini berujung petaka.
Para pemain Inggris usai laga lawan Spanyol. (Foto: Reuters/John Sibley)
Aspas sama sekali tak melancarkan tembakan, sementara Rodrigo hanya melancarkan satu tembakan (dan itu pun meleset) selama babak pertama. Kegagalan kedua pemain itu membuat possession tak berarti apa-apa. Di sisi lain, The Three Lions bisa mencetak 3 gol melalui skema serangan balik cepat pada babak pertama.
ADVERTISEMENT
Pada menit ke-57, Aspas keluar dan Alcacer masuk. Satu menit kemudian, striker yang musim ini dipinjamkan ke Borussia Dortmund itu mencetak gol. Kilau Alcacer henti sampai situ. Di menit akhir, malah bek macam Sergio Ramos yang mencetak gol yang membikin laga ini tuntas 2-3 bagi Spanyol.
Melawan Timnas Kroasia, 15 November, giliran Alvaro Morata yang menjadi striker tunggal dalam skema 4-3-3 khas ‘Matador’. Laga itu berakhir dengan kekalahan 2-3 Spanyol dan tak satu pun gol tercipta dari kaki striker Chelsea itu.
Meski begitu, Morata tetap dicoba untuk tampil sedari menit awal saat melawan Bosnia dan Herzegovina, Senin (19/11/2018). Morata tetap tak mencetak gol, bahkan ketika dia sempat memiliki kans untuk melancarkan tembakan di depan gawang kosong pada menit 57.
ADVERTISEMENT
Laga melawan Bosnia itu juga memberikan satu ide untuk menjawab masalah tumpulnya striker Spanyol. Pada menit 64, Brais Mendez menggantikan Suso. Sementara, Morata digantikan dengan Rodrigo pada menit 64.
Dalam praktiknya, Mendez mengisi pos striker Spanyol dan Rodrigo menjadi winger. Padahal, Mendez lebih sering tampil sebagai gelandang ‘nomor 8’ di Celta Vigo musim ini. Meski begitu, Mendez berhasil mencetak gol pada menit 78.
Ya, bermain dalam sistem false nine bisa menjadi opsi yang boleh dicoba Enrique. Apalagi, sistem ini tak begitu asing bagi Spanyol. Kala juarai Piala Eropa 2012, Cesc Fabregas dipasang sebagai 'penyerang siluman' karena minimnya striker yang bisa diandalkan.
Walaupun demikian, Mendez bukan satu-satunya opsi untuk skema false nine. Masih ada Marco Asensio hingga Isco Alarcon yang tampil produktif di level klub dan bersama timnas. Bukan tak mungkin dua nama terakhir masuk daftar audisi Enrique untuk beroperasi sebagai false nine.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan