Bola & Sports
·
9 Oktober 2019 15:28

Satgas Polda Jatim Mengendus Dugaan Mafia Bola Madura United vs Persib

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Satgas Polda Jatim Mengendus Dugaan Mafia Bola Madura United vs Persib (240846)
Pemain Madura United dan Persib berduel. Foto: Dok. Media Persib
Dugaan mafia bola pada pertandingan Madura United vs Persib dengan skor 2-1, pada Sabtu (5/10) di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, terendus oleh Mapolda Jatim.
ADVERTISEMENT
Dirreskrimum Polda Jatim sekaligus Kasatgas Antimafia Bola Jatim Kombes Pol Gideon Arif Setyawan mengatakan, pihaknya tak mau kecolongan atas kasus dugaan mafia bola tersebut. Kini, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi.
"(Satgas antimafia bola) sifatnya belum memanggil, tapi lebih ke kita yang datang ke sumber informasi. Kita juga akan melakukan penyelidikan dari saksi suporter kedua belah pihak dan akan konfirmasi dengan penyelenggara atau perangkat pertandingan," kata Gideon saat dihubungi, Rabu (9/10).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, pihaknya baru meminta keterangan kepada sejumlah pihak soal kasus tersebut. Penyidikan bakal terus berlanjut hingga ditemukan barang bukti yang cukup untuk menentukan tersangka mafia bola Madura United vs Persib.
ADVERTISEMENT
"Terkait perangkat pertandingan kita akan minta keterangan, baru interogasi saja. Nah, kita harapkan nanti saat penyelidikan sudah memasuki pembuktian alat bukti, kita terbitkan surat yang menerangkan untuk membuat terang suatu tindak pidana," jelas Barung saat ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (9/10)
"Mafia bola ini tak hanya berlanjut saat event saja. Tetapi kegiatan yang terjadi pada pertandingan Madura United kemarin dengan lawannya beberapa hari lalu, kita harapkan bola ini menjadi tontonan yang fairplay dan mengedepankan sportivitas yang tinggi," imbuhnya.
Barung mengimbau kepada pihak yang merasa dirugikan agar segera melaporkan dugaan tersebut kepada polisi. Pihaknya berjanji bakal menuntaskan kasus tersebut.
"Kenapa kita turun? Untuk membersihkan ini agar bola menjadi tontonan yang enak bagi semua. Kejadian kemarin, kita, Polri, melakukan penyelidikan. Tapi kita harapkan bagi pihak yang merasa dirugikan menyangkut pengaturan skor, suap, dan sebagainya untuk dilaporkan kepada kita walaupun kita sudah melakukan penyelidikan," terangnya.
ADVERTISEMENT