kumparan
24 Juli 2018 4:41

Selamatlah Parma dari Jeratan Degradasi

Parma
Suporter Parma. (Foto: GIUSEPPE CACACE / AFP)
Parma dipastikan tetap mentas di ajang Serie A musim 2018/2019. Namun, tim beralias Gialloblu tetap mendapatkan kabar buruk berupa pengurangan lima poin di kompetisi level teratas di Italia tersebut.
ADVERTISEMENT
Beberapa waktu lalu, tepatnya 10 Juni 2018, kesuksesan Parma promosi ke Serie A disertai kontroversi. Dua pemain mereka, Emanuele Calaio dan Fabio Ceravolo, kedapatan melakukan sesuatu yang mencurigakan oleh Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC). Keduanya saling bertukar pesan dengan dua pemain Spezia, Filippo De Col dan Alberto Masi.
Pesan tersebut bukan pesan biasa. Isinya menyiratkan bahwa Calaio dan Ceravolo meminta kepada De Col dan Masi agar Spezia tidak main serius melawan Parma di laga terakhir Serie B musim 2017/2018. Isi pesan inilah yang menjadi masalah karena terendus upaya memengaruhi hasil pertandingan.
Pihak Parma sudah menyanggah tuduhan tersebut. Mereka menganggap bahwa isi pesan pemainnya tidak serius. Kendati begitu, Parma tetap menghormati proses peradilan yang ada. Jika Calaio dan Ceravolo bersalah, Parma berharap hukuman tidak seberat yang didengungkan media-media Italia, yakni kembali terdegradasi.
ADVERTISEMENT
"Parma Calcio 1913 percaya sistem hukum akan diterapkan secara adil, tetapi kami juga meminta agar kebenaran dapat diungkap sesegera mungkin, terlepas dari respek terhadap klub maupun suporter. Detail dari investigasi harus diungkap pula ke publik, terutama isi pesan, sehingga publik juga bisa menilai," ujar pernyataan resmi pihak klub Parma.
"Kami hanya ingin kejelasan, keadilan, serta peraturan yang ditegakkan sebaik mungkin. Terakhir, kami meminta agar para suporter tetap mendukung kami dan meyakinkan mereka bahwa fakta tidak akan pernah salah," demikian pernyataan resmi tersebut.
Akhirnya, setelah melalui proses peradilan, The National Federal Court (Mahkamah Agung Italia), memutuskan denda sebesar 20.000 euro dan larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama dua tahun untuk Emanuele Calaio. Adapun, Parma harus memulai kompetisi dengan defisit lima poin.
ADVERTISEMENT
Bukti isi pesan yang dikirimkan kepada De Col yang dijadikan alat bukti oleh pengadilan untuk menghukum Calaio. Ada empat pesan Whatsapp Calaio yang ditengarai merupakan ajakan agar De Col dan timnya rela mengalah.
Isi pesan pertama: "Hey Pippein (De Col), Jum'at nanti semoga kau tidak memberikan saya kesulitan, kawan." Dilanjutkan dengan dua kalimat lainnya: "Beritahu juga Claudio (Terzi) soal ini. Jangan lupa hubungan pertemanan antara kita."
Setelah tidak mendapatkan respons, Calaio mengirimkan kembali pesan beberapa jam kemudian yang isinya: "Tenanglah Pippein, saya cuma bercanda. Apa pun hasilnya nanti, sama saja bagi saya, toh sebentar lagi saya pensiun,".
Empat pesan ini ditunjukkan kepada manajer tim Spezia oleh De Col. Kubu Spezia lantas melaporkannya kepada kepada pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
Parma Calcio
Selebrasi para pemain Parma. (Foto: Dok. Parma)
Pihak Parma, dilansir ESPN FC, sebenarnya bisa saja mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan kepada Calaio. Kecil kemungkinannya karena kalau banding ditolak, hukuman yang dijatuhkan bisa lebih berat lagi.
Parma berhasil lolos ke Serie A usai mengakhiri kompetisi di posisi kedua pada Serie B 2017/2018. Lolosnya Parma diiringi haru karena setelah bangkrut dan harus turun ke Serie D pada musim 2015/2016 silam, Parma akhirnya kembali berkompetisi di level teratas.
Memang pada akhirnya lolosnya Parma ke Serie A tetap diwarnai kontroversi. Namun, mengingat posisi Parma di Serie A tetap aman, setidaknya hal tersebut patut disyukuri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan