Kumparan Logo

Sheffield United vs Arsenal: Duel Dua Tim Labil

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Phil  Jagielka jadi kiper. Foto: PAUL ELLIS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Phil Jagielka jadi kiper. Foto: PAUL ELLIS / AFP

Arsenal tak bisa mengatasi tekanan 32.086 penonton yang hadir di Bramall Lane Stadium, Minggu 31 Desember 2006. Si empunya stadion, Sheffield United, sukses bermain efektif dan mengatasi permainan oper-operan pendek khas Arsene Wenger.

The Gunners menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola mencapai 64%, upaya mencetak golnya pun menyentuh angka 15. Agresifnya penampilan lini belakang Sheffield United membuat lini depan Arsenal yang diisi Jeremie Aliadiere dan Robin van Persie kesulitan.

Sementara, tuan rumah lebih menggunakan serangan balik untuk membahayakan gawang Arsenal. Hasilnya terbukti pada menit ke-41.

Cerdiknya Christian Nade mengelabui Kolo Toure membikin dirinya tinggal berhadapan dengan Jens Lehmann. Dengan tenang, Nade melakukan cungkilan kepada Lehmann yang sudah out of position.

Arsenal tertinggal 0-1. Kejadian unik terjadi pada pertandingan ini. Bek tengah Sheffield kala itu, Phil Jagielka, menjadi penjaga gawang pada menit ke-67.

Logo Sheffield United. Foto: Reuters/Carl Recine

Cederanya Paddy Kane dan tak adanya penjaga gawang di bangku cadangan membuat Neil Warnock memutuskan untuk menggunakan Jagielka menjadi kiper.

Meski gawang Sheffield United sudah dijaga oleh kiper dadakan, Arsenal tetap tak bisa membuat gol. Pertandingan pun selesai dengan kemenangan untuk Sheffield United: 1-0.

***

Fragmen tersebut merupakan terakhir kalinya Arsenal bertandang ke markas Sheffield United di pentas Premier League. Sudah 13 tahun berlalu, Selasa (22/10/2019) dini hari WIB, 'Meriam London' akan kembali menyambangi Bramall Lane.

Stadion yang tak ramah untuk Arsenal. Pada ajang Premier League, Arsenal tak pernah menang saat berkunjung ke markas Sheffield United. Rinciannya, Arsenal meraih dua kali imbang dan sekali menelan kekalahan.

Peluang Arsenal untuk meraup tiga angka di laga nanti cukup besar. Inkonsistensi yang melanda The Blades menjadi keuntungan untuk pasukan Unai Emery.

Sheffield bisa sukses menahan imbang Chelsea dan mengalahkan Everton di tandang. Namun, anak-anak asuh Chris Wilder menelan kekalahan dari Southampton dan Leicester City di kandang.

Tierney saat latihan jelang versus Standar Liege. Foto: Reuters/Tony O'Brien

Arsenal juga dijagokan menang bila melihat susunan pemainnya. Hector Bellerin, Kieran Tierney, Rob Holding, dan Alexandre Lacazette sudah pulih dari cedera dan siap dimainkan.

Khusus nama yang disebut terakhir, impak kedatangannya cukuplah besar. Penyerang berusia 28 tahun itu cukup subur dengan kemasan dua gol dalam tiga pertandingannya di Premier League 2019/20.

Emery kemungkinan akan memainkan Lacazette di lini depan bersama Pierre-Emerick Aubameyang dan Nicolas Pepe. Kombinasi ketiganya diprediksi bakal menjadikan Arsenal sebagai salah satu tim dengan lini serang paling mengerikan.

Selain itu, hadirnya Tierney akan menambah kuat lini belakang Gudang Peluru. Pada ajang Liga Europa versus Standard Liege, Tierney tampil dengan baik. Bermain selama 90 menit, Tierney sukses membuat 3 tekel dan 2 intersep. Tak cuma bertahan, bek sayap kiri asal Skotlandia itu juga piawai menyerang lewat catatan satu dribel sukses serta satu assist.

Akan tetapi, Arsenal tak boleh terlalu percaya diri. Granit Xhaka dan kolega juga tak konsisten khususnya di pertandingan tandang musim ini. Dalam empat laga away di Premier League, Arsenal hanya menang sekali, imbang dua kali, dan sekali menelan kekalahan.

Salah satu laga away yang paling diingat tentu saat mereka berkunjung ke markas Watford. Ketika itu, Arsenal yang sudah unggul dua gol lebih dulu melalui Pierre-Emerick Aubameyang di babak pertama berhasil disamakan di babak kedua. Tom Cleverley dan Roberto Pereyra sukses memaksa laga berakhir imbang 2-2.

Pemain-pemain Arsenal merayakan gol Pierre-Emerick Aubameyang. Foto: REUTERS/Scott Heppell

Arsenal juga mesti waspada dengan serangan balik yang dimiliki Sheffield United. George Baldock dan Enda Stevens akan menjadi titik serang Sheffield lewat kecepatan dan umpan matangnya.

Tak cuma itu, Arsenal juga mesti waspada dengan sosok John Lundstram. Gelandang berusia 25 tahun itu bisa memberi ancaman lewat umpan-umpan matangnya dari sektor tengah. Terlebih, hingga saat ini pemain asal Inggris itu sudah membuat satu gol dan satu assist untuk Sheffield United.