kumparan
18 September 2019 18:48

Simeone dan Sarri Sama-sama Masih Butuh Waktu

Diego Pablo Simeone
Diego Pablo Simeone, pelatih Atletico Madrid, dalam jumpa pers jelang laga melawan Juventus. Foto: Reuters/Sergio Perez
Belum genap setahun sejak Atletico Madrid dan Juventus terakhir kali bertemu di Liga Champions tetapi kondisi kedua kesebelasan sudah sangat berbeda. Pelatih Atletico, Diego Simeone, pun berkata bahwa dia dan Maurizio Sarri butuh waktu untuk membangun ulang timnya masing-masing.
ADVERTISEMENT
Baik Atletico maupun Juventus sama-sama menjalani perubahan besar di jeda antarmusim lalu. Atletico kehilangan banyak pilar, mulai dari Diego Godin sampai Antoine Griezmann, dan harus mendatangkan banyak nama baru. Bahkan, karena ini, Simeone harus mengubah formasi andalannya.
Sementara itu, perubahan di kubu Juventus ditandai dengan penunjukan Sarri. Sebagai pelatih yang menganut sepak bola menyerang, pria 60 tahun itu adalah pilihan tak biasa bagi Juventus yang sebelumnya identik dengan pertahanan tangguh.
Sejauh ini, di kompetisi domestik masing-masing, Atletico dan Juventus sebenarnya masih mampu meraih hasil cukup baik. Atletico, misalnya, mampu menang 3 kali dalam 4 laga. Sedangkan, Juventus sukses memenangi 2 dari 3 pertandingan pertama Serie A.
Kendati begitu, performa Atletico dan Juventus sejatinya belum optimal. Atletico tak pernah menang dengan margin lebih dari satu gol. Di sisi lain, serangan dan pertahanan Juventus belum seratus persen sempurna seperti yang tampak pada laga melawan Napoli dan Fiorentina.
ADVERTISEMENT
Berangkat dari sana, Simeone kemudian meminta agar semua pihak bersabar. Kedua kesebelasan tengah berada dalam masa transisi dan butuh waktu tak sebentar untuk mengembalikan segalanya ke normal.
"[Massimiliano] Allegri berada di Juve selama lima tahun, sementara Sarri baru dua bulan. Adaptasi selalu memakan waktu dan hal serupa berlaku bagi kami," kata Simeone dalam jumpa pers jelang laga.
"Kami kedatangan banyak muka baru. Beberapa dari mereka bahkan belum punya pengalaman di Liga Champions. Kami harus menjelaskan banyak hal kepada mereka tetapi kata-kata dan sesi latihan tidak cukup untuk menghadirkan pengalaman."
"Pengalaman hanya didapat dengan bermain, membuat kesalahan, dan melakukan hal bagus di lapangan. Kami berharap bisa membatasi jumlah kesalahan dan memetik hasil bagus karena aku tahu tim ini punya potensi besar," sambung pria Argentina itu.
ADVERTISEMENT
Setelah bertemu di Liga Champions musim lalu Atletico dan Juventus sempat berjumpa di ajang International Champions Cup pada awal Agustus. Dalam pertandingan itu Atletico berhasil memetik kemenangan 2-1 meskipun Juventus mendominasi pertandingan.
Namun, Simeone tidak mau menjadikan itu sebagai acuan. Pasalnya, mantan pemain Lazio dan Internazionale ini masih sedikit 'trauma' dengan kejadian musim lalu. Atletico sudah menang 2-0 pada leg I di Madrid tetapi akhirnya tersingkir karena kalah 0-3 dalam laga leg II di Turin.
"Aku sudah mereviu semua pertandingan kami dengan Juventus, termasuk di persahabatan dan Liga Champions musim kemarin. Kekalahan 0-3 di Turin masih membuatku khawatir," tutur Simeone.
"Pemain-pemain yang tampil malam itu masih bertahan, tetapi permainan Allegri dan Sarri sangat berbeda. Kekuatan Juve masih tetap sama dan kami punya kewajiban untuk melawan sehebat mungkin," katanya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan