kumparan
22 Maret 2019 10:52

Soal Declan Rice dan Kata-kata Dukungan untuk IRA itu

Declan Rice
Declan Rice dalam laga Piala Liga kontra AFC Wimbledon. Foto: Reuters/Matthew Childs
Declan Rice, mau tak mau, harus meminta maaf atas perbuatan yang dia lakukan ketika masih berusia 16 tahun. Pada 2015 silam, Rice diketahui menulis komentar di Instagram yang berbau dukungan terhadap Irish Republican Army (IRA). Kini, dengan statusnya sebagai pemain Timnas Inggris, Rice pun harus mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut.
ADVERTISEMENT
Rice lahir dan besar di Inggris, tetapi keluarganya berasal dari Cork, Republik Irlandia. Sebelum memutuskan untuk membela Timnas Inggris di level senior pada Februari 2019, Rice sudah jadi bagian dari Timnas Republik Irlandia dari 2015 sampai 2018. Dari level U-16, pemain West Ham United itu terus merangkak naik sampai akhirnya dipercaya tampil di Timnas Republik Irlandia senior tahun lalu, meski bukan di partai kompetitif.
Nah, apa yang dilakukan Rice itu terjadi pada saat dirinya berstatus sebagai pemain Timnas U-16. Kala itu dia menulis kata-kata seperti 'upthera' dan 'my brudda. UP THE RA. Wait Till We Draw England'. Kata-kata itu sendiri dia tujukan kepada rekan-rekannya sebagai bentuk penyemangat. Namun, apa pun tujuannya, ucapan seperti itu tidaklah dibenarkan. Sebab, IRA sendiri dianggap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Inggris.
ADVERTISEMENT
Declan Rice
Declan Rice di sesi latihan Timnas Inggris. Foto: Reuters/Carl Recine
"Aku sadar bahwa sebuah komentar yang kuekspresikan dengan tidak benar ketika aku masih jadi pemain junior telah beredar luas di media sosial. Aku sadar sekarang bahwa usahaku untuk mendukung teman-teman saat itu bisa diinterpretasikan secara negatif. Meskipun kata-kata naifku itu tidak dimaksudkan sebagai sebuah opini politik dan tidak mewakili diriku yang sebenarnya, aku minta maaf atas itu semua," kata Rice seperti dilansir the Guardian.
Rice, yang pada pekan lalu masih mendapat penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik Republik Irlandia, mendapat pembelaan dari pelatihnya saat ini, Gareth Southgate. Menurut Southgate, kemunculan unggahan itu di media sosial tidak akan mempengaruhi keterlibatan Rice di Timnas Inggris.
"Dia sudah minta maaf. Hal itu tidak mewakili apa yang dipercayai dan dirasakan oleh Declan. Selain itu juga, apa yang terjadi adalah ketika dia masih berusia 15 atau 16 tahun sebagai percakapan dengan rekan sebayanya. Dia sudah menjelaskan bagaimana dia melihat dunia saat ini dan tanpa bicara kepadanya mustahil untuk mengetahui konteksnya," kata Southgate.
ADVERTISEMENT
Gareth Southgate
Southgate dalam konferensi pers jelang laga Inggris vs Rep. Ceko. Foto: Reuters/John Sibley
"Mudah saja untuk mengomentari sesuatu tanpa mengetahui konteks dan latar belakangnya. Tetapi, pesan kami tidak berubah dan pernyataan Declan sejalan dengan itu, sehingga kami pun tetap akan menentang apabila ada suporter yang berusaha bersikap negatif. Kupikir, ini juga tak mengubah apa-apa dari sudut pandang FA maupun Timnas Inggris," lanjutnya.
Meski demikian, Southgate mengaku tetap bakal berbincang empat mata dengan Rice. Sementara, FA sendiri akan menyurati pemuda 20 tahun itu untuk mengingatkan dirinya soal tanggung jawab sebagai pemain Timnas.
"Aku paham bahwa itu bukan sesuatu yang bisa dinafikan begitu saja. Namun, di saat yang bersamaan, ada konteks dan waktu di mana dia melakukan itu yang harus dipertimbangkan. Dia sudah akrab dengan rekan-rekannya dan terlihat bagus saat latihan. Tidak ada pemain yang kuragukan untuk bermain di sebuah pertandingan," tegas mantan bek Timnas Inggris tersebut.
ADVERTISEMENT
Inggris akan menghadapi Republik Ceko dalam pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Wembley, Sabtu (23/3/2019) dini hari WIB. Rice sendiri, dalam pertandingan tersebut, kemungkinan besar masih akan menjadi cadangan karena Southgate telah mempersiapkan Jordan Henderson dan Eric Dier untuk mengisi pos gelandang bertahan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan