kumparan
13 Sep 2018 4:14 WIB

Son tentang Perjalanan 80 Ribu Km: Lelah Cuma Alasan

Son Heung-min berselebrasi usai meraih emas cabor sepak bola putra Asian Games 2018. (Foto: Chaideer MAHYUDDIN/AFP)
Musim panas 2018 adalah periode sibuk bagi Son Heung-min. Meski begitu, tak ada kata lelah dalam kamus penyerang Tottenham Hotspur tersebut.
ADVERTISEMENT
Dimulai dari Piala Dunia 2018 sebagai agenda pertama Son di musim panas ini, setelah menuntaskan musim 2017/18 dengan Spurs. Total tiga pertandingan di tiga kota dilakoni Son bersama Timnas Korea Selatan dalam turnamen yang digelar di Rusia.
Itu belum termasuk sejumlah uji tanding yang merupakan rangkaian persiapan pasukan Shin Tae-yong. Ada dua pertandingan kandang pada 28 Mei dan 1 Juni 2018, ditambah dengan dua di Austria pada 7 dan 11 Juni.
Selepas Piala Dunia, Son sempat beristirahat sejenak di kampung halamannya. Sekadar mengisi baterai sebelum menjalani masa pramusim di Amerika Serikat. Masa pramusim selesai, Son menjalani pertandingan pekan pertama Premier League menghadapi Newcastle United.
Lalu, pemain yang sempat memperkuat Bayer Leverkusen itu terbang ke Indonesia guna bergabung dengan Timnas U-23 di Asian Games 2018. Sebanyak enam pertandingan dilalui Son sampai akhirnya Korea merebut medali emas dan dirinya terbebas dari wajib militer.
ADVERTISEMENT
Kesibukan Son setelah Asian Games 2018 belum selesai. Dia langsung bergabung lagi dengan Timnas Korea Selatan yang bertanding dalam dua laga uji tanding di jeda internasional, menghadapi Kosta Rika dan Chile. Sekarang, Son sudah kembali ke Spurs karena tanggung jawabnya bersama negara usai.
Jika ditotal, Son Heung-min sudah melalui perjalanan kurang lebih 50.000 mil (80.467 km) selama musim panas 2018. Tergolong melelahkan tentunya, tetapi pemain 26 tahun ini mengaku rela demi memenuhi tanggung jawabnya baik untuk klub dan negara.
"Saya rasa musim panas kali ini sama seperti musim panas sebelumnya. Hanya saja saya harus melalui banyak perjalanan. Namun, saya memang ingin banyak bermain di musim panas. Lagi pula, bukan saya saja yang menjalani musim panas berat seperti ini. Kelelahan hanyalah sebuah alasan," ujar Son.
ADVERTISEMENT
Son Heung-min tampil di Aian Games 2018 (Foto: Djulli Pamungkas/Antara)
"Saya adalah atlet profesional. Dengan segala dukungan, seperti halnya usai laga menghadapi Chile, saya selalu ingin memberikan yang terbaik. Kadang memang saya bermain buruk, tetapi selalu berusaha memberikan yang terbaik. Semua demi suporter dan negara tempat saya bermain, Korea Selatan," katanya menambahkan.
Dengan intensitas permainan yang terus terjaga selama musim panas, Son pun mengaku siap apabila langsung diturunkan oleh pelatih Spurs, Mauricio Pochettino. Paling dekat, tim asal London ini dijadwalkan bersua Liverpool di Premier League, Sabtu (15/9) malam WIB, dan Inter Milan di Liga Champions, Rabu (18/9) dini hari.
"Ini hanyalah awal. Saya rindu Tottenham Hotspur. Saya senang kembali bermain di Premier League dan Liga Champions. Selama musim panas kemarin, ada banyak pelajaran yang saya dapat dan itu akan membuat saya jauh lebih kuat musim ini," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Ya, kita lihat saja, apakah perjalanan panjang akan memengaruhi performa Son Heung-min? Kalau menurun, dia harus siap-siap tergusur karena Lucas Moura tampmil apik selama dirinya absen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan