kumparan
25 Mei 2018 5:33 WIB

Spurs Ganjar Pochettino dengan Kontrak Baru

Pochettino merayakan kemenangan. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Mauricio Pochettino punya jasa besar atas menanjaknya performa Tottenham Hotspur dalam empat musim terakhir. Untuk membalas itu, Spurs pun tak segan untuk mengganjarnya dengan kontrak baru.
ADVERTISEMENT
Spurs mengalami peningkatan yang begitu pesat selama Pochettino memegang kendali. Sempat tertahan di posisi kelima pada periode pertamanya menukangi Spurs di Premier League, pria asal Argentina tersebut konsisten mengakhiri musim di urutan ketiga.
Konsisten berada di urutan tiga besar klasemen akhir tak pernah ada di bayangan Chairman Spurs, Daniel Levy. Pasalnya, terakhir kali The Lilywhites mengakhiri kompetisi di tiga besar terjadi pada musim 1989/90.
Selain penampilan apik di kompetisi lokal, Pochettino juga membawa Spurs bisa berbicara banyak di Liga Champions. Pada musim ini, mereka bahkan berhasil melangkah ke babak 16 besar sebelum dikalahkan Juventus dengan agregat 3-4.
Pencapaian-pencapaian tersebut membuat Levy bangga dan memberi sebuah penawaran fantastis untuk Pochettino: perpanjangan kontrak selama lima musim hingga 2023 dan peningkatan bayaran hingga 8,5 juta poundsterling per musim.
ADVERTISEMENT
“Saya begitu bangga bisa menandatangani kontrak baru berdurasi panjang ini. Ini adalah bukti bagaimana kami selalu mengupayakan yang terbaik untuk demi masa depan yang lebih baik,” kata Pochettino seperti dikutip dari The Guardian.
“Perpanjangan kontrak ini membuktikan bahwa menjadi manajer Spurs adalah salah satu pekerjaan paling menantang di dunia sepak bola. Kontrak baru ini membuat saya bisa memberi fokus sepenuhnya atas tugas-tugas yang diberikan.”
“Daniel telah berbicara panjang lebar soal target yang ia bebankan untuk saya di awal musim. Apa yang ia ceritakan begitu mirip dengan rencana jangka panjang yang telah saya canangkan untuk masa depan Spurs.”
Sebelum menandatangani kontrak baru ini, Pochettino sempat diisukan bakal pergi dari Spurs. Eks manajer Southampton tersebut dianggap tak lagi betah, karena minimnya anggaran untuk belanja pemain baru di bursa transfer musim panas tahun ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan