kumparan
14 Juni 2019 21:18

Sriwijaya FC Luruskan Masalah Tunggakan Gaji: Semua Sudah Kami Bayar

Sriwijaya FC
Sriwijaya FC saat berlaga melawan Bali United. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp/18
Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) merilis daftar tim Liga 2 yang masih menunggak gaji pemain. Klub yang dimaksud ialah Sriwijaya FC, PSMS Medan, dan PSPS Pekanbaru Riau.
ADVERTISEMENT
Bahkan, badan bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu siap mencoret ketiganya dari keikutsertaan di Liga 2. Ancaman yang dikeluarkan BOPI itu mendapat tanggapan dari ketiga tim tersebut.
Faisal Mursyid—Sekretaris Sriwijaya FC—mengaku sudah menyelesaikan soal tunggakan gaji pemain. Ia menegaskan bahwa 'Laskar Wong Kito' sudah tak ada masalah dengan persyaratan yang diminta BOPI.
Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia, Sandi Suwardi Hasan
Sekretaris Jenderal Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Sandi Suwardi Hasan saat ditemui awak media. Foto: Ferry Adi/kumparan
“Tiga pemain seperti Marckho Sandy Maraudje, Sandi Firmansyah, dan Mahammadou Al Hadji sudah selesai. Jadi, sebetulnya bukan tunggakan. Al Hadji itu sudah kami kirim dolar. Ternyata ada selisih kurs. Ada kekurangan Rp 6 juta dari total Rp 120 juta," kata Faisal kepada kumparanBOLA, Jumat (14/6/2019).
"Lalu, Sandi itu menuntut kekurangan satu bulan gaji sebesar Rp 15 juta. Sementara Marckho itu ada kekurangan satu bulan sebesar Rp 30 juta pada tahun 2017 lalu. Semua sudah kami bayar,” lanjut Faisal.
ADVERTISEMENT
Sejatinya, gaji Sandi dan Marckho sudah diselesaikan. Hanya, menurut Faisal, setelah diverifikasi dan dihitung ulang bagian finansial Sriwijaya FC, ada penambahan pembayaran dari total gaji sebelumnya.
Sriwijaya FC
Bukti pelunasan gaji pemain Sriwijaya FC. Foto: Dok. Sriwijaya FC
Berangkat dari sini, pemain-pemain Sriwijaya FC juga diminta mencabut gugatan tersebut dari pengadilan. Faisal juga menegaskan akan ada draf perdamaian dari pihak penggugat dan tergugat.
“Semua tunggakan ‘kan sudah kami tunaikan semua. Sementara di pengadilan sudah ada pembicaraan antara penasihat hukum klub dan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Kami akan membuat draf perdamaian. Surat itu akan ditandatangani kedua belah pihak dan disampaikan ke pengadilan. Kasus itu akan dicabut segera,” tutur Faisal lagi.
Lebih lanjut, Faisal selaku bagian dari manajemen Laskar Wong Kito mengaku resah dengan ancaman BOPI. Ia menilai BOPI seharusnya melihat dulu kondisi sebenarnya di Sriwijaya.
ADVERTISEMENT
Bukti pelunasan gaji pemain Sriwijaya FC.
Bukti pelunasan gaji pemain Sriwijaya FC. Foto: Dok. Sriwijaya FC
“Suporter dan manajemen gelisah dengan ancaman BOPI yang ingin mencoret Sriwijaya. Ini klub lama penuh sejarah. Selama ini kami bekerja serius untuk menyelesaikan masalah."
"Dana Rp 3 miliar untuk membayar hak pemain sudah kami tunaikan. Kami tak main-main. Ini situasi yang tidak kami inginkan. Intinya, kami punya iktikad baik. Bahkan, kami mendatangi pemain di mana pun untuk melakukan pembayaran,” ujar Faisal.
Kasus Sriwijaya FC sudah tuntas. Artinya, BOPI selaiknya tak memasukkan 'Laskar Wong Kito' dalam daftar klub yang belum sesuai persyaratan.
Bukti pelunasan gaji pemain Sriwijaya FC
Bukti pelunasan gaji pemain Sriwijaya FC. Foto: Dok. Sriwijaya FC
Begitu pun dengan nasib PSMS. Julius Raja selaku sekretaris klub mengungkapkan bahwa persoalan tunggakan gaji di 'Ayam Kinantan' keliru. Julius menekankan bahwa dokumen yang belum selesai hanya soal kontrak pemain.
ADVERTISEMENT
“Itu keliru. Kami sudah bicara dengan BOPI kemarin malam (13/6/2019) bahwa tidak ada masalah tunggakan gaji. Semua sudah selesai. Tinggal persoalan pajak dan kontrak pemain yang masih diproses. Hari ini dua poin itu selesai,” kata Julius.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan