kumparan
26 Des 2018 0:00 WIB

Sudah Sepantasnya Manchester City Mewaspadai Leicester

Jamie Vardy merayakan golnya ke gawang Chelsea bersama rekan-rekannya. (Foto: Action Images via Reuters/Matthew Childs)
Manchester City sedang diguyur inkonsistensi. Cuma satu kemenangan yang mereka bukukan dalam tiga laga terkhir Premier League, sedangkan dua sisanya berakhir dengan kekalahan.
ADVERTISEMENT
Buntutnya, The Citizens tergusur dari pemuncak klasemen karena baru mengemas 44 angka, 4 poin lebih sedikit dari Liverpool di posisi pertama. Repotnya, margin dengan Tottenham Hotspur juga tinggal 2 angka. So, bisa dibayangkan betapa pentingnya kemenangan bagi tim besutan Pep Guardiola ini.
Rabu (26/12/2018), City akan meladeni Leicester City pada Premier League pekan ke-19. Secara matematis, The Foxes yang cuma nangkring di urutan kesembilan itu bukan lawan yang imbang bagi City.
Selain cuma mendulang sekali kemenangan dalam lima laga teranyar di lintas ajang, produktivitas mereka juga terbilang minim karena cuma mengukir 3 gol dalam rentang waktu tersebut. Bandingkan dengan City yang sukses mengukir 8 gol pada durasi yang sama. Rekam jejak pertemuan juga tak berpihak kepada Leicester. Kekalahan jadi hasil yang rutin mereka telan dalam lima perjumpaan teranyar di berbagai ajang.
ADVERTISEMENT
Lantas, apakah City bakal menang mudah nanti? Hmm, tidak semudah itu, Ferguso.
Pertama, kondisi moral Leicester sedang tinggi-tingginya usai sukses menjungkalkan Chelsea, di Stamford Bridge pula. Sebaliknya, City baru saja menelan kekalahan kandang perdananya saat ditumpas Crystal Palace 2-3.
Oke, pasukan pasukan Claude Puel itu memang pada baru saja disingkirkan City di Piala Liga tengah pekan lalu. Faktanya, City tak melakukannya dengan mudah. Mereka kudu melalui babak adu penalti untuk menaklukkan juara Premier League edisi 2015/16 usai bermain imbang 1-1 di waktu normal. Padahal, City diperkuat nama-nama reguler macam Sergio Aguero, Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, Riyad Mahrez, dan juga Kyle Walker.
Last but not least, kemungkinan Jamie Vardy jadi pengacau perthanan City besok. Pemain berusia 31 tahun itu cukup gemar dalam membobol gawang mereka. Buktinya, 4 dari 6 gol terakhir Leicester ke gawang City lahir dari aksi Vardy. Termasuk hat-trick yang diukirnya saat menjamu David Silva dan kolega di Premier League dua musim silam.
ADVERTISEMENT
Vardy menangkan Leicester atas Sheffield United. (Foto: Reuters/Carl Recine)
Lagipula absennya Fernandinho berimpak besar pada kekuatan lini belakang City. Wajar Guardiola pening, sebab gelandang asal Brasil itu merupakan instrumen penting sebagai penyeimbang area sentral City. Nyatanya, 3 gol bersarang ke gawang City saat Fernandinho dua kali absen. Andai Fernandinho kembali alpha, bukan tak mungkin City bakal kembali kemasukan banyak gol dan tumbang di King Power Stadium nanti.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan