kumparan
16 Januari 2020 21:08

Tabur Bunga di Kantor PSS, Wujud Kecewa Kepergian Seto Nurdiantoro

PSS Sleman, Suporter
Suporter PSS Sleman. Foto: dok. Liga Indonesia
Keputusan PSS Sleman mengganti pelatih dari Seto Nurdiantoro ke Eduardo Perez menimbulkan kecewa bagi pihak suporter. Alhasil, salah satu salah satu kelompok suporter PSS, Slemania, melakukan aksi protes pada Kamis (16/1/2020).
ADVERTISEMENT
Slemania membentangkan spanduk protes bertuliskan “In Seto We Trust” dan menabur bunga di depan Kantor PT Putra Sleman Sembada. Sebagai informasi, PT Putra Sleman Sembada merupakan perusahaan yang memayungi PSS.
“Tengah malam setelah pengumuman pelatih baru, kami pasang spanduk dan tabur bunga. Teman-teman suporter kecewa dengan manajemen PSS," ujar Asep Handi Kurniawan, salah satu Presidium Slemania.
"Kemarin manajemen sempat berkomunikasi baik dengan coach Seto. Namun, tiba-tiba, kok, pelatih asing [Eduardo Perez, red] yang melatih. Tidak ada kabar sebelumnya. Ada apa di balik ini? Sepertinya ini blunder,” imbuhnya.
PSS Sleman, Slemania
Spanduk 'In Seto We Trust' dari Slemania di depan kantor PSS Sleman. Foto: Dok. Slemania
Protes Slemania itu diunggah juga di akun Instagram @slemania_. Di media sosial, mereka menyindir manajemen PSS sekaligus menggaungkan semua suporter untuk turut dalam aksi ini.
ADVERTISEMENT
“Perjuangan tanpa pergerakan sama dengan niat tanpa usaha. Apa ini namanya kamu pergi pas aku sayang-sayangnya),” begitulah caption unggahan Slemania, yang diakhiri dengan tagar #InSetoWeTrust #BelieveInSeto #CoachSetoStay.
Kekecewaan Slemania sejatinya punya dasar sederhana. Slemania menilai Seto layak dipertahankan karena sudah membawa klub promosi ke Liga 1. Berkat Seto pula, PSS bisa finis di peringkat kedelapan pada kompetisi level tertinggi Indonesia edisi 2019.
“Kami melihat coach Seto melatih dengan hati. Dari mulai Liga 2 sampai tahun lalu di Liga 1, dia berjuang dan prestasi tim pun bagus,” kata Asep saat dihubungi kumparanBOLA.
Loading Instagram...
Kini nasi sudah menjadi bubur. Harapan Slemania mengembalikan Seto pun pupus. Sekarang, Slemania sedang melempar keraguan kepada Eduardo Perez. Masalahnya untuk manajemen PSS, pergerakan transfer pemain pula dipandang miring oleh Slemania.
ADVERTISEMENT
“Kami belum tahu trek rekor Eduardo, meski dia mantan asisten Luis Milla. Dia belum teruji melatih klub Liga 1. Pemain yang sekarang dibeli juga belum tahu kemampuannya," tutur Asep.
"Ini bikin teman-teman ragu. Mati di tengah jalan, 'kan, kasihan. Sekarang ada pelatih lokal andal yang bisa membina pemain muda, malah dibuang PSS,” imbuhnya
Protes dari suporter PSS seperti menjadi rutinitas setiap menjelang musim baru. Pada 2019 lalu, kritik dengan aksi juga dilakukan para fans dengan harapan manajemen PSS lebih profesional.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan