kumparan
6 Nov 2018 10:32 WIB

Tentang Ketiadaan Lambang 'Remembrance Poppy' di Jersi Nemanja Matic

Matic, Smalling, Pogba, di laga Bournemouth vs Manchester United. (Foto: REUTERS/Dylan Martinez)
"In Flanders Fields the poppies blow between the crosses, row on row that mark our place. And in the sky, the larks, still bravely singing, fly, scarce heard amid the guns below. We are the dead. Short days ago we lived, felt dawn, saw sunset glow, loved and were loved. And now we lie in Flanders Fields.
ADVERTISEMENT
Itu adalah penggalan puisi muram berjudul In Flander Fields ciptaan Letnan Kolonel John McCrae, yang diyakini ditulis pada 3 Maret 1915. Puisi ini ditulis oleh McCrae sehari setelah ia menyaksikan sahabatnya, Letnan Alexis Helmer, tewas dalam Perang Dunia I. Flanders Fields sendiri merupakan medan perang selama periode Perang Dunia I yang terbentang mulai dari selatan Belgia hingga barat laut Prancis.
Kira-kira tiga tahun setelah puisi itu ditulis, Moina Michael, seorang relawan dari The World Young Women's Christian Association (YWCA)-lembaga nonprofit yang memfokuskan diri pada perlindungan dan pemberdayaan wanita-memutuskan untuk mengenakan tanda bunga poppy pada pakaiannya yang selanjutnya dikenal dengan Remembrance Poppy.
Tanda ini akan dikenakan oleh orang-orang Inggris, terutama figur publik, sejak pertengahan Oktober hingga 11 November setiap tahunnya. Sebelas November selalu menjadi hari yang spesial bagi orang-orang Inggris dan beberapa negara lainnya. Hari ini dikenal sebagai hari peringatan berakhirnya Perang Dunia I yang juga digunakan untuk memberikan penghormatan kepada korban-korban konflik setelahnya. Adapun, Perang Dunia I memang berakhir pada 11 November 1918.
ADVERTISEMENT
Tanda serupalah yang terlihat di jersi-jersi mereka yang berlaga di ranah kompetisi Inggris sejak pekan lalu. Bahkan sebelum laga dimulai, seluruh penghuni tribune diminta untuk mengheningkan cipta, di layar-layar raksasa pun ditampilkan gambar bunga poppy.
Namun, ada pemandangan berbeda di laga antara Bournemouth dan Manchester United yang berlangsung pada Sabtu (3/11/2018) di Stadion Dean Court. Bila diperhatikan, saat seluruh pemain mengenakan jersi lengkap dengan tanda Remembrance Poppy (bunga warna merah) di dada, maka tanda serupa tidak ditemui pada jersi yang dipakai oleh Nemanja Matic.
Atas kejanggalan ini, Matic diserang kritik. Bila dirangkum, kritik itu berbicara soal kelancangan Matic yang menolak untuk memberikan penghormatan kepada para pahlawan. Maka, lewat unggahannya di akun Instagram pribadinya, Matic memberikan penjelasan mengapa ia menolak untuk mengenakan tanda Remembrance Poppy pada jersinya.
ADVERTISEMENT
"Saya menyadari betul mengapa orang-orang memakai tanda bunga poppy. Saya sangat menghormati hak (keputusan -red) orang untuk melakukannya dan saya memiliki simpati mendalam kepada siapa pun yang kehilangan orang-orang yang dicintai karena konflik itu."
"Namun, bagi saya, tanda itu hanya akan membangkitkan pengalaman tentang serangan yang saya alami secara personal waktu masih bocah. Kala itu, seorang anak berusia 12 tahun hidup dalam ketakutan di Vrelo, saat negara saya hancur karena pengeboman di Serbia pada 1999," tulis Matic di akun Instagram-nya.
"Saya memikirkan hal ini, berefleksi, dan sekarang saya merasa, tidak baik bagi saya untuk mengenakan tanda poppy di jersi. Saya tidak mau merusak tanda bunga poppy sebagai simbol kebanggaan Inggris atau menyinggung siapa pun. Namun, kita semua adalah produk dari didikan yang kita terima sejak kecil dan inilah yang menjadi keputusan saya, tentu berdasarkan alasan yang sudah saya jelaskan."
ADVERTISEMENT
"Saya harap, setiap orang memahami apa yang menjadi alasan saya sehingga kini saya dapat berkonsentrasi untuk membantu tim menghadapi pertandingan-pertandingan yang sudah ada di depan mata," jelas Matic.
Tanda Remembrance Poppy di Old Trafford. (Foto: Clive Rose/Getty Images)
Pengeboman yang dimaksud oleh Matic dikenal sebagai serangan NATO pada 1999. Serangan ini berpangkal dari hubungan Kosovo dan Serbia yang memang didominasi oleh konflik. Secara garis besar, Kosovo dihuni oleh dua etnis besar, Serbia dan Albania. Keduanya memperebutkan wilayah Kosovo.
Nah, kelompok Kosovo Albania lewat pasukannya yang tergabung dalam Kosovo Liberation Army (KLA) atau Tentara Pembebasan Kosovo menargetkan pemerintahan otoritas Yugoslavia di Kosovo. Konflik pun dipercaya mencapai puncaknya sekitar tahun 1998. Sekitar 2.000 etnis Albania diusir keluar dari Kosovo. Puncaknya terjadi pada Januari 1999, saat 45 orang etnis Kosovo Albania dibunuh. Pembunuhan ini dikenal dengan nama Pembantaian Racak (nama wilayah di Kosovo).
ADVERTISEMENT
Persoalan ini memancing kedatangan pasukan paramiliter Serbia yang memang tidak pernah sejalan dengan KLA. Pergolakan ini tak hanya memakan korban militer ataupun pihak KLA, tapi juga warga sipil yang tak tahu-menahu. Di periode kelam ini, rangkaian upaya diplomatik digencarkan, tapi tak membuahkan hasil.
Lantas, NATO yang terdiri dari negara-negara blok barat 'ikut campur' dan menyatakan dukungannya kepada Kosovo. Bentuk dukungan mereka adalah pengiriman pasukan militer yang pada akhirnya menyerang Republik Federal Yugoslavia (FRY). Negara-negara NATO berusaha mendapatkan persetujuan dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa terkait operasi militer ini, tapi upaya ini ditentang oleh Rusia dan China sehingga otorisasi tidak berhasil didapatkan. Lantas, yang dilakukan NATO setelahnya adalah mengampanyekan operasi militer tanpa persetujuan PBB dengan bungkus intervensi kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Operasi militer ini bertajuk Operation Allied Force. Karena FRY terdiri dari Serbia dan Montenegro--sementara Vrelo terletak di wilayah Serbia, sekitar dua jam dari ibu kota Belgrade--maka, Matic pun termasuk sebagai salah satu korban dari serangan militer yang berlangsung sejak 24 Maret 1999 hingga 11 Juni 1999 itu.
***
Ingatan akan perang, konflik, dan segala kehancuran yang lahir karenanya ibarat hantu tanpa wujud yang menggentayangi. Perang itu sudah lama berlalu, tapi segala kisah kelamnya masih hidup dengan subur dalam benak Matic.
Barangkali, Remembrance Poppy itu tak punya hubungan langsung dengan tragedi yang menimpa Matic. Namun, bukan tak mungkin segala kisah yang membidani kelahiran tanda itu menjadi pengingat yang sempurna akan tragedi yang sebenarnya ingin dibuang jauh-jauh oleh Matic. Maka, kukuhlah Matic dengan keputusannya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan