kumparan
12 Maret 2019 12:46

Thailand Kirimkan Sinyal Bahaya bagi Timnas U-23

Para suporter Thailand menyemangati Timnas U-22 Thailand pada Pertandingan Final Piala AFF U-22 2019 antara Indonesia vs Thailand di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Jumat (22/2). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Keseriusan ditunjukkan Timnas Thailand U-23 dalam menghadapi babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Meskipun telah dipastikan lolos ke putaran final menyusul status sebagai tuan rumah, Thailand U-23 memutuskan untuk memanggil seluruh pemain terbaiknya untuk berlaga dalam babak kualifikasi di Vietnam pada 22-26 Maret 2019 ini.
ADVERTISEMENT
Pelatih Timnas U-23, Alexandra Gama, diketahui melakukan perombakan besar-besaran skuatnya. Hanya enam pemain yang berlaga di Piala AFF U-22 lalu yang dipertahankan oleh juru latih asal Brasil ini. Mereka adalah Korrapat Nareechan (kiper), Marco Baldini (bek), Salingkarn Promsupha (bek), Chatchai Sangdao (bek), Korravich Tasa (striker), dan Sakulchai Sangthopho (tengah).
Sinyal bahaya pun dikirimkan Thailand untuk Timnas Indonesia U-23 yang bakal dihadapi dalam laga perdana, 22 Maret mendatang. Pasalnya, sebagian besar pemain yang dipanggil merupakan nama-nama yang punya pengalaman bermain di liga Thailand, di antaranya yakni Supachai Jaiet dan Supachok Sanchart (Buriram United) serta Worachit Nittisribampen (Chonburi FC).
Loading Instagram...
"Kami mencoba memilih pemain terbaik. Banyak pemain yang sudah memiliki pengalaman, terutama di turnamen internasional. Bertepatan dengan laga resmi FIFA (sehingga semua pemain wajib dilepas klub), membuat kami percaya diri tim ini akan sangat kuat," ujar Gama dilansir situs resmi FA Thailand, Selasa (12/3/2019).
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Gama menyadari perombakan skuat tersebut bukannya tanpa risiko. Waktu persiapan yang mepet menjadi salah satunya. Mereka bahkan hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk mempersiapkan diri.
"Namun, seluruh pemain telah diberikan kesempatan bermain di Thai League secara kontinu. Meskipun kami hanya punya waktu tiga hari, tapi kami akan melakukan yang terbaik dan saya sangat percaya kepada mereka," katanya.
Pelatih 51 tahun ini juga mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk memanggil nama-nama terbaik. Padahal, Thailand sudah dipastikan tampil di putaran final pada tahun depan karena berstatus sebagai tuan rumah.
"Memang kami sudah lolos ke Piala Asia 2020, tapi saya haus. Dan, ingin seluruh pemain untuk memuncaki klasemen di kualifikasi nanti meskipun itu bukan pekerjaan mudah. Namun, saya ingin menguji setiap pemain. Ketika mereka berlaga di level pertandingan yang tinggi, akan seperti apa mereka?" ucapnya.
ADVERTISEMENT
Pemain Timnas U-22 Indonesia, Marinus Wanewar menahan bola dari Timnas U-22 Thailand pada Pertandingan Final Piala AFF U-22 2019 antara Indonesia vs Thailand di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Jumat (22/2). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
"Tiga laga nanti sama sekali tidak mudah. Saat ini, sepak bola di regional Asia Tenggara, setiap timnya mencoba untuk berkembang. Banyak tim punya pemain bagus dan terus berkembang. Tapi, kami siap untuk bermain melawan siapa pun dan tugas kami adalah untuk selalu fokus kepada diri kami sendiri dan meraih hasil terbaik dari setiap pertandingan," pungkasnya.
Pada Piala AFF U-22 2019, Thailand harus mengakui keunggulan Timnas U-23 asuhan Indra Sjafri dalam laga final. Berlaga di National Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Thailand menyerah dengan skor 1-2.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan