kumparan
16 September 2019 15:52

The Jakmania Tepis Tuduhan soal Penimpukan Bus Persib

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts, saat memperlihatkan kaca bus Persib yang pecah. Foto: Dok. Persib.co.id
The Jakmania menepis semua tudingan yang diarahkan kepada mereka terkait insiden penimpukan yang dialami bus tim Persib Bandung, Sabtu (14/9/2019) malam WIB. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum The Jakmania, Diky Soemarno.
ADVERTISEMENT
Ia berujar bahwa tak mungkin pihaknya menjadi pelaku pelemparan tersebut. Alasannya, wilayah yang menjadi tempat terjadinya insiden bukan merupakan basis massa The Jakmania.
Insiden ini sendiri terjadi setelah laga melawan Tira-Persikabo di Stadion Pakansari. Mereka dilempari batu oleh sejumlah orang tak dikenal sebelum memasuki Tol Jagorawi.
Dua pemain Persib mengalami luka akibat insiden tersebut. Bahkan salah satunya, Omid Nazari, terpaksa menerima sembilan jahitan di bagian pelipis.
Kaca Bus Persib yang pecah akibat dilempari oknum tak bertanggung jawab saat melintasi daerah Sentul, Bogor Foto: Instagram Story/@ardi_idrus22
"Ini daerah Kandang Roda, ya? Jakmania selalu ditimpukin di daerah itu. Jadi bingung, bagaimana caranya The Jakmania ada di Kandang Roda, sementara itu daerah bukan basis massa The Jakmania," kata Diky kepada awak media.
"Tapi, ya, udahlah. Kalau bisa dibuktikan itu temen-temen dari The Jakmania, ya, silakan. Kami kalo di Pakansari, Kandang Roda, itu selalu jadi konsentrasi pengamanan, karena itu basisnya suporter lain," ucap Diky.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Diky juga mengatakan bahwa tuduhan yang diarahkan kepada The Jakmania membuat ia heran. Apa yang mereka lakukan terhadap suporter maupun para pemain Persib Bandung tatkala melawat ke Jakarta, 10 Juli lalu, menjadi sebab.
Ofisial Persib memegangi batu yang mendarat di bus Persib. Foto: Dok. Media Persib
Kala itu, The Jakmania terhitung tertib. Tak ada tindakan-tindakan yang membuat hubungan kedua pihak panas. Bahkan, mereka malah berusaha menjaga suporter Persib yang datang ke stadion, meski sebetulnya sudah dilarang.
"Agak lucu saja menyalahkan suporter Persija. Sedangkan saat Persib Bandung di Jakarta, kami menjaganya sampai bagaimana. Itu trigger-nya juga ada kejadiannya di dalem. (Jadi) Masuk akal kalau ada reaksi dari hasil di dalem juga," ucapnya.
Belum ada komentar dari PSSI mau pun operator Liga 1 terkait insiden ini. Namun, pihak Persib sudah meminta untuk mengusut tuntas kejadian yang mereka alami.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan