kumparan
19 November 2019 7:01

Timnas Italia di Kualifikasi Piala Eropa 2020: Sempurna

[PORTRAIT] Timnas Italia
Jorginho merayakan golnya ke gawang Armenia. Foto: REUTERS/Ciro De Luca
"Kami harus keluar dari Abad Pertengahan dan menatap masa baru dalam peradaban manusia," begitulah ucap Gabriele Gravina pada Oktober 2018. Menarik, karena Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tersebut menyinggung Abad Pertengahan.
ADVERTISEMENT
Di Italia, Abad Pertengahan juga dikenal sebagai Dark Ages. Kala itu, pengetahuan dan kebudayaan mengalami kemunduran karena dihambat Kerajaan Romawi. Di lain sisi, sepak bola Italia sendiri juga merasakan Dark Ages-nya sendiri pada masa 2017-2018.
Pensiunnya sejumlah pemain bintang hingga tim yang tak dilatih dengan sosok yang kompeten menjadi biang di balik kemunduran Timnas Italia. Pada akhirnya, Gli Azzuri pun merasakan getirnya gagal mentas di ajang sebesar Piala Dunia 2018.
Tentu, Italia tak ingin sampai gagal tampil di putaran final Piala Eropa 2020. Maka, pembenahan pun disadari FIGC wajib dilakukan. Melalui perintah Gravina, FIGC kemudian memperlakukan Timnas Italia seperti selayaknya klub.
Sebagai langkah awal, ditunjuklah Roberto Mancini sebagai pelatih Italia dan regenerasi pemain pun secara perlahan dilakukan. Fast-forward ke masa kini, hasilnya betul-betul terasa untuk Italia.
ADVERTISEMENT
Timnas Italia
Timnas Italia yang perkasa di Kualifikasi Piala Eropa 2020. Foto: REUTERS/Javier Barbancho
Selasa (19/11/2019) dini hari WIB, Italia memetik kemenangan 9-1 atas Timnas Armenia di Renzo Barbera. Dengan begitu, Ciro Immobile cs. sudah mengakhiri 10 pertandingan di fase kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan kemenangan.
Tetapi, kami masih punya catatan lain yang bisa bikin Anda takjub. Pencapaian ini sendiri diwujudkan Italia dengan mencetak 3,7 gol per laga. Catatan ini lebih baik dari tim-tim level heavyweight di Eropa macam Jerman, Prancis, Belgia, dan Spanyol.
Dalam urusan bertahan, Italia tak kalah hebatnya. Sang jawara Piala Dunia empat kali ini sudah 6 kali clansheet pada babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Pada empat pertandingan sisanya, Italia masing-masing hanya kebobolan satu gol.
Tentu, masih terlalu dini untuk berharap Italia juara Piala Eropa 2020. Akan tetapi, Mancini percaya bahwa ini merupakan tanda bahwa tim binaannya sudah berada di trek yang tepat. Tantangannya sekarang ialah menjaganya agar tetap begitu.
ADVERTISEMENT
"Kami bakal lihat apa yang akan terjadi di Piala Eropa 2020. Kami tak pernah menangi 10 pertandingan di babak kualifikasi ajang internasional sebelumnya, dan sekarang kami punya kurang-lebih enam bulan untuk melakukan persiapan," ucap Mancini.
"Kalau kami bisa meneruskan tren ini, tentu bakal istimewa," pungkas eks pelatih Manchester City tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan