kumparan
15 November 2018 18:31

Transfer Andreas Christensen ke Chelsea Ditengarai Ilegal

Christensen berebut bola dengan Calvert-Lewin. (Foto: REUTERS/Dylan Martinez)
Manchester City sudah, kini giliran Chelsea yang menjadi sasaran tembak akibat dokumen-dokumen rahasia yang dibocorkan oleh Football Leaks. Jika borok City yang dibongkar adalah tuduhan kongkalikong mereka dengan Gianni Infantino dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal UEFA, dosa Chelsea adalah merekrut pemain di bawah umur secara ilegal.
ADVERTISEMENT
Pada Rabu (14/11/2018), kumparanBOLA sudah menuliskan soal bagaimana Chelsea memboyong Bertrand Traore kala si winger masih berusia 16 tahun. Namun, Chelsea baru mendaftarkan Traore di usia 18 tahun pada 2013. Football Leaks menyebutkan bahwa sebelum diresmikan sebagai pemain Chelsea, Traore sudah direkrut dari klub Burkina Faso, AJEB, dengan mahar mencapai 400 ribu poundsterling.
Sebenarnya, seorang pemain berusia di bawah 16 tahun sah-sah saja membela klub di luar negaranya, dengan catatan orang tuanya memang harus pindah ke luar negeri karena pekerjaan. Tapi, Chelsea terkesan menyembunyikan proses transfer ini dan baru mendaftarkan Traore ke FIFA pada 2013, ketika Traore sudah berusia 18 tahun.
Atas pelanggaran ini, Chelsea pun terancam hukuman larangan transfer selama dua tahun. Selain itu, hukuman bisa bertambah pula karena dengan pelanggaran ini, Chelsea secara otomatis melanggar aturan TMS (Transfer Matching System), di mana data yang mereka masukkan tidak sesuai dengan masa ketika transfer terjadi.
ADVERTISEMENT
Nah, setelah nama Traore muncul, timbullah nama Andreas Christensen. Ceritanya mirip. Chelsea merekrut Christensen pada usia 16 tahun secara ilegal. Bedanya, pelanggaran yang dilakukan Chelsea di sini adalah bagaimana mereka menyuap ayah Christensen agar anaknya mau bergabung.
Caranya adalah: Chelsea berpura-pura mengontrak ayah Andreas, Sten, untuk menjadi pemandu bakat di klub. Dalam dokumen yang bocor itu, disebutkan bahwa 'gaji' Sten di Chelsea adalah 11.400 poundsterling per bulan dan dia diikat selama empat musim.
Faktanya tidak begitu. Sten Christensen, pada saat itu dan sampai saat ini, merupakan pelatih kiper di klub Denmark, Brondby. Klub ini sendiri merupakan klub tempat Andreas Christensen mulai menimba ilmu sepak bola kala berusia delapan tahun.
Apa yang dilakukan Chelsea itu jelas-jelas melanggar aturan yang sudah tercantum dalam buku diktat Premier League. "Tidak ada klub yang boleh menggoda atau berusaha menggoda seorang pemain dengan memberi iming-iming benefit atau uang kepadanya atau orang yang berhubungan langsung dengannya," tulis aturan tersebut.
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, praktik macam ini rupanya sudah marak terjadi. Begitulah yang dituturkan oleh pengacara FIFPro, Wil van Megen. "Kami sudah sering melihat orang tua pemain dikontrak untuk menjadi pemandu bakat, sehingga klub bisa membayar mereka. Padahal, mereka tidak pernah melakukan apa-apa sebagai pemandu bakat," ucap Van Megen.
Adapun, selain kasus Traore dan Christensen ini, nama Chelsea muncul sekali lagi dalam bocoran mengenai masalah hak citra (image rights) milik N'Golo Kante. Dalam laporannya, Mediapart mengatakan bahwa Chelsea berniat untuk membayar hak citra Kante lewat sebuah perusahaan di luar negeri. Namun, Kante menolak --dia cuma mau menerima gaji dan bonus-- karena dia tidak mau tersandung masalah pajak seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
ADVERTISEMENT
=====
*) Catatan editorial: Sebelumnya, dalam artikel ini dituliskan bahwa Chelsea juga mengakali aturan perpindahan pemain FIFA, di mana seorang pemain berusia di bawah 18 tahun hanya boleh pindah jika orang tuanya pindah ke negara tempat klub berasal dengan alasan pekerjaan yang tak terkait sepak bola. Akan tetapi, Chelsea membayar ayah Christensen untuk menjadi pemandu bakat palsu, sehingga pelanggaran ini tidak bisa dikaitkan dengan aturan FIFA tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan