kumparan
13 Juni 2018 7:37

Usaha Lopetegui Memperbaiki Ikatan dengan Real Madrid

Pelatih Timnas Spanyol, Julen Lopetegui. (Foto: Reuters/Sergio Perez)
Julen Lopetegui bukan orang baru di Real Madrid. Di masa lampau, dia pernah terikat dengan klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut. Sayangnya, ikatan dahulu kala tak berjalan mulus.
ADVERTISEMENT
Per Selasa (12/6/2018) malam WIB, Lopetegui resmi menjadi manajer anyar Real Madrid. Setelah Piala Dunia 2018, Lopetegui akan meletakkan jabatannya sebagai pelatih Tim Nasional (Timnas) Spanyol dan memulai perjalanan bersama Madrid yang baru saja ditinggal Zinedine Zidane di akhir musim 2017/2018.
Pemilihan Lopetegui ini menimbulkan kejutan sendiri. Publik benar-benar tidak menyangka bahwa Lopetegui masuk dalam radar manajemen Madrid, selain nama-nama tenar semacam Mauricio Pochettino, Antonio Conte, Juergen Klopp, serta Arsene Wenger.
"Sebuah hal yang mengejutkan (pemilihan Lopetegui sebagai pelatih Madrid). Namun, sejujurnya tiga nama yang sempat dikaitkan dengan Madrid--Pochettino, Klopp, dan Conte--gagal melatih Madrid karena beberapa alasan," ujar Guillem Balague, kolumnis yang berfokus di sepak bola Spanyol, dilansir Sky Sports.
ADVERTISEMENT
"Tak ada orang yang mengira nama Lopetegui. Semua mengira dia sedang fokus ke Timnas Spanyol yang akan tampil di Piala Dunia. Apalagi dia juga baru menandatangani kontrak baru bersama Timnas Spanyol. Namun, Madrid memang tidak memiliki alternatif lain," tambahnya.
Tapi menyoal Lopetegui ini, sebenarnya dia bukanlah orang baru di Real Madrid. Sejak era 80-an, Lopetegui sudah akrab dengan Madrid. Hanya saja, tak ada kenangan spesial yang pernah tercipta antara dirinya dengan Madrid.
Sejak 1985 sampai 1991, Lopetegui menghabiskan karier sebagai pemain di Real Madrid. Kemudian dari 1985 sampai 1988, Lopetegui muda yang bermain sebagai penjaga gawang mencatatkan 61 penampilan bersama Real Madrid Castilla, tim muda Real Madrid. Penampilan apiknya mengantarkan Lopetegui masuk tim senior pada 1988.
ADVERTISEMENT
Namun, bersama tim senior, Lopetegui tidak mendapatkan banyak jam terbang. Tercatat, dia hanya tampil sekali selama membela tim senior Madrid sejak 1988 sampai 1991. Penampilannya itu dia catatkan dalam derbi Madrid menghadapi Atletico Madrid pada musim 1989/1990 (saat itu Madrid juara), dengan skor akhir 3-3. Dia bahkan pernah dipinjamkan ke Las Palmas pada musim 1988/1989.
Setelah itu, Lopetegui pergi dari Madrid, membela klub-klub lain di Spanyol seperti Logrones, Barcelona, dan Rayo Vallecano. Ikatannya dengan Madrid sebagai pemain terputus, tapi bukan berarti tidak tersambung kembali. Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain, Lopetegui kembali ke Madrid. Kali ini sebagai kepala scouting Madrid (pada 2006), juga pelatih Madrid Castilla.
Menangani Madrid Castilla selama musim 2008/2009, Lopetegui memperburuk ikatannya dengan Madrid. Dia gagal membawa Madrid Castilla promosi ke Segunda Division, dan akhirnya kembali hengkang dari Madrid untuk melatih Timnas Spanyol usia muda, mulai dari U-19 sampai U-21.
ADVERTISEMENT
Akhirnya, setelah lama berpisah dengan Madrid, Lopetegui kembali diberikan kesempatan untuk melatih Madrid. Tidak tanggung-tanggung, kali ini dia diberikan kepercayaan sebagai pelatih Madrid. Pertanyaannya, mampukah Lopetegui membayar semua nirprestasinya di masa lalu di Madrid?
***
Menyambut tugas baru yang akan dia emban setelah ajang Piala Dunia 2018, Lopetegui memiliki modal yang cukup apik. Selain gelar juara bersama Spanyol U-19 dan U-21, dia juga sudah mengenal beberapa pemain Madrid yang membela Timnas Spanyol.
Di skuat Spanyol sekarang, ada nama Sergio Ramos, Isco, Lucas Vazquez, Dani Carvajal, Nacho, Isco, serta Marco Asensio yang bekerja bersama dengannya. Ini tentu menjadi sesuatu yang baik, sehingga kelak Lopetegui tidak akan kesulitan menyampaikan apa yang dia inginkan kepada para pemain Madrid.
ADVERTISEMENT
Seharusnya, dengan modal yang ada, dia bisa meneruskan masa penuh prestasi Zidane di tiga musim ke belakang. Tapi, seperti yang kita tahu, Madrid penuh dengan ketidakpastian. Seperti yang diungkapkan Isco bahwa pujian hari ini di Madrid bisa berarti cacian di kemudian hari, hal yang sama bisa saja terjadi juga pada Lopetegui.
Tapi, kapan lagi Lopetegui bisa memperbaiki ikatan buruknya dengan Madrid kalau bukan sekarang?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan