kumparan
30 Juni 2019 4:30

Usai Tiga Golnya Dianulir, Uruguay Tersingkir lewat Adu Penalti

Timnas Uruguay melakoni adu penalti kontra Peru pada perempat final Copa America 2019. Foto: Ricardo Moraes/Reuters
Kejutan mewarnai perempat final Copa America 2019. Timnas Uruguay mesti tersingkir setelah kalah adu penalti (4-5) dari Peru di Arena Fonte Nova, Minggu (30/6/2019) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Sungguh tak beruntung Uruguay di laga ini. Mereka sempat mencetak tiga gol atas nama Giorgian de Arrascaeta, Edinson Cavani, dan Luis Suarez. Namun, wasit selalu menganulirnya sehingga waktu normal berkesudahan 0-0.
Kesialan Suarez berlanjut di babak adu penalti. Karena dialah satu-satunya eksekutor Uruguay yang menuai kegagalan.
***
Pelatih Oscar Tabarez tak melakukan banyak perubahan di susunan starter Uruguay. Edinson Cavani dan Luis Suarez masih menjadi duet pilihan dalam balutan formasi 4-4-2. Sementara untuk sektor tengah, hanya winger Nicolas Lodeiro yang tergusur demi memberikan tempat kepada Nahitan Nandez.
Dengan sedikit perubahan, Uruguay tetap tampil tajam. Bisa dilihat dari jumlah 12 percobaan mereka yang 3 di antaranya menuju target. Sebaliknya, Peru gagal melepaskan tembakan tepat sasaran dari 3 upaya.
ADVERTISEMENT
Hanyalah kombinasi dari penyelesaian akhir buruk dan ketidakberuntungan yang membuat Uruguay gagal membuka skor di paruh pertama. Pada menit ke-25, Edinson Cavani merespons bola liar hasil sepakan Suarez dengan tembakan voli. Arahnya masih melambung tinggi di atas mistar.
Empat menit berselang, jala gawang Peru sebetulnya sudah bergetar akibat tembakan keras Giorgian De Arrascaeta yang menyambut umpan silang Nahitan Nandez. Namun, pemilik nama terakhir terperangkap offside sehingga wasit menganulir gol.
Selepas jeda, peruntungan Uruguay tak kunjung membaik. Lesakan mereka lagi-lagi dibatalkan pada menit ke-59. Prosesnya diawali umpan terobosan Suarez yang berlanjut dengan tembakan melengkung Cavani ke gawang Peru.
Cavani sendiri sudah sempat merayakan gol, begitu pula suporter Uruguay. Pada akhirnya, asisten wasit mengangkat bendera sebagai penanda bahwa Suarez terjebak offside.
ADVERTISEMENT
Momen serupa terulang pada menit ke-72, saat Suarez mengelabui pengawalnya untuk menyambut servis Martin Caceres. Perayaan penyerang Barcelona tersebut kembali buyar akibat ketetapan offside dari asisten wasit.
Luis Suarez mencetak gol di laga Timnas Uruguay vs Peru, tetapi wasit menganulirnya. Foto: Sergio Moraes/Reuters
Ironisnya, rangkaian kegagalan mengonversi peluang tak lantas membuat Tabarez tergugah mengubah komposisi timnya. Tercatat hanya satu pergantian yang dilakukan Uruguay di babak kedua, yakni saat Lucas Torreira mengambil tempat Nandez.
Jatah pergantian kedua baru diambil pada masa injury time, ketika Federico Valverde memberikan slotnya kepada Christian Stuani. Ini bisa jadi langkah antisipatif menuju babak adu penalti.
Benar saja, drama tos-tosan terwujud. Karena baik Uruguay maupun Peru gagal memecahkan kebuntuan sampai babak kedua rampung.
Skenario tersebut tergolong langka karena babak adu penalti terakhir buat Uruguay terjadi pada Piala Konfederasi 2013. Mereka menyerah dari Italia ketika itu.
ADVERTISEMENT
Pun demikian dengan Peru. La Blanquirroja menelan kekalahan di adu penalti terakhirnya, tepatnya saat menghadapi Kolombia di perempat final Copa America 2016.
Pada akhirnya, kegagalan Uruguay yang berlanjut. Kesuksesan Stuani sebagai eksekutor ketiga belum cukup meloloskan mereka ke semifinal. Tinta merah justru hadir dari Suarez sebagai penendang pertama, sementara lima eksekutor Peru sukses menjebol gawang Fernando Muslera.
Dengan begitu, Peru berhak menapak babak empat besar dan akan menghadapi Cile di Arena do Gremio, Kamis (4/7) pagi WIB.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan