Food & Travel
·
19 September 2020 13:21

3 Penelitian Soal Cara Memasak Steak sampai Nasi Goreng yang Sempurna

Konten ini diproduksi oleh kumparan
3 Penelitian Soal Cara Memasak Steak sampai Nasi Goreng yang Sempurna (101663)
Ilustrasi Memasak Jamur Foto: Shutterstock/Prarinya
Siapa bilang memasak tidak memerlukan rumus supaya rasanya jadi enak? Setidaknya dengan rumus hingga teknik memasak yang tepat rasa makanan yang disajikan bisa konsisten.
ADVERTISEMENT
Bahkan untuk menciptakan rasa masakan yang sempurna, para peneliti di dunia sampai membuat studi khusus. Mulai dari penelitian soal cara memasak steak yang tepat, hingga membuat nasi goreng untuk memunculkan cita rasa yang sempurna.
Penasaran, bagaimana hasil penelitiannya? Berikut kumparan rangkum khusus buat kamu, siapa tahu bisa jadi tips memasak unik saat mencobanya di rumah.

1. Peneliti AS temukan cara memasak nasi goreng sempurna

3 Penelitian Soal Cara Memasak Steak sampai Nasi Goreng yang Sempurna (101664)
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih Foto: Safira Maharani/ kumparan
Walaupun terkesan mudah dan praktis, tapi menyajikan nasi goreng yang cita rasanya enak ternyata tidaklah semudah yang kamu bayangkan. Hal ini membuat sebuah laboratorium di Georgia Institute of Technology mencari cara optimal untuk memasak nasi goreng.
Mereka menemukan teknik terbaik untuk memasak nasi goreng yang sempurna. Dipublikasikan dalam Journal of the Royal Society Interface, studi berjudul The Physics of Tossing Fried Rice, menganalisis teknik yang dipakai lima koki profesional untuk mendalami resep masakan nasi goreng yang benar.
ADVERTISEMENT
Hasil penelitian tersebut pun menunjukkan, kalau teknik terbaik memasak nasi goreng adalah memanfaatkan sumbu kompor sebagai titik tumpu, selayaknya permainan jungkat-jungkit. Cara ini memungkinkan butiran nasi 'melompat' sebanyak 2,7 kali per detik, tanpa perlu mengangkat wajan. Melompatnya butiran nasi akan membuat bumbu masakan teraduk sempurna.
Selain membuat cita rasa sempurna, para peneliti juga berharap, hasil penelitian ini bisa membantu mengurangi usaha yang dilakukan para koki dalam memasak nasi goreng. Apalagi, menurut Ko dan Hu, sebanyak 64,5 persen koki di restoran masakan China mengeluhkan sakit di pundaknya, akibat memasak nasi goreng.

2. Rumus termodinamika untuk membuat pizza

3 Penelitian Soal Cara Memasak Steak sampai Nasi Goreng yang Sempurna (101665)
Pizza Menu Baru Foto: Thinkstock
Membuat pizza bukan hanya sekadar memanggangnya hingga matang. Hal ini dibuktikan langsung oleh ilmuwan dari Italia yang menemukan rumus persamaan termodinamika untuk membuat pizza.
ADVERTISEMENT
Dalam temuan yang diterbitkan jurnal arXiv itu, sebagaimana dilansir Live Science, tim ilmuwan mengunjungi sebuah kedai pizza di Roma dan mempelajari cara membuat Pizza Margherita.
Para peneliti kemudian membuat sebuah persamaan termodinamika dengan memperhitungkan agar pizza yang dimasak dengan oven listrik, bisa mencapai kesempurnaan bila diolah dengan oven batu bata secara tradisional.
Menurut mereka, menurunkan panas oven listrik menjadi 230 derajat Celsius selama 170 detik, bisa membuat kondisi oven listrik sama dengan oven batu bata. Para peneliti juga mengatakan bahwa bagi mereka yang memasak pizza dengan isian banyak sayuran, mereka harus memasaknya lebih lama.
Jadi, para peneliti menyimpulkan bahwa meski pizza buatan kamu tidak bisa sesempurna yang di Italia, setidaknya rumus fisika ini bisa membantu membuat masakanmu rasanya mirip dengan cita rasa autentik seperti di negara asalnya.
ADVERTISEMENT

3. Model matematika untuk memasak steak enak

3 Penelitian Soal Cara Memasak Steak sampai Nasi Goreng yang Sempurna (101666)
Memanggang steak. Foto: Dok. Pixabay
Memasak steak dengan tekstur yang sempurna bisa dibilang susah-susah gampang. Tak perlu khawatir, karena Hala Nelson, associate professor jurusan matematika terapan di James Madison University, sekaligus pemimpin penelitian ini menemukan keterkaitan model matematika untuk memunculkan rasa steak sempurna.
"Model matematika untuk memasak steak cukup kompleks, karena sifat alami dari jaringan otot daging dan perubahan yang muncul pada steak, serta matriks proteinnya ketika dimasak," terangnya seperti dikutip dari Food and Wine.
Hasilnya, model matematika ini membantu memperhitungkan penyebaran suhu, kecepatan cairan, kadar air, penguapan permukaan, serta penyusutan yang terjadi selama proses memasak steak.
Menurut Nelson, melacak suhu daging serta kadar airnya sangat penting untuk urusan cita rasa dan keamanan makanan. Sehingga ia menyarankan kepada para chef, untuk mengoptimalkan tingkat kelembaban dan suhu terbaik saat memasak steak agar rasa dan teksturnya sempurna.
ADVERTISEMENT