kumparan
Food & Travel24 Februari 2020 22:14

5 Alasan Kenapa Kita Harus Mengurangi Food Waste

Konten Redaksi kumparan
LIPSUS Sampah Kondangan, Sampah Makanan
Ilustrasi Sampah Makanan. Foto: Shutter Stock
Laporan terakhir dari Organisasi Pangan dan Pertanian Amerika Serikat (FAO) menyebutkan, jumlah sampah makanan atau food waste di dunia mencapai angka 1,3 milyar per tahunnya. Bukan hanya menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, food waste juga memberikan dampak buruk bagi lingkungan.
ADVERTISEMENT
Efeknya mungkin tak terlihat, dan tak banyak orang yang menyadarinya. Padahal, dampak buruk tersebut sudah ditimbulkan mulai dari proses produksi, sampai ketika makanan tersebut dibuang begitu saja.
Selain itu, food waste juga bisa merusak lahan, mengakibatkan berkurangnya produksi makanan setelahnya. Lalu, efek buruk apalagi yang disebabkan oleh food waste?
Berikut telah kumparan rangkum ulasan selengkapnya:

1. Buang-buang pasokan air

LIPSUS Sampah Kondangan, Makanan Sisa di Piring
Ilustrasi Makanan Sisa di Piring. Foto: Shutter Stock
Tahukah kamu, saat kita membuang-buang makanan, kita juga turut menyia-nyiakan pasokan air. Pasalnya, jutaan galon air sudah digunakan untuk menanam, menumbuhkan, mempertahankan, serta memproduksi bahan makanan.
Buah-buahan dan sayuran, misalnya. Satu kantong buah apel saja, bisa mengandung sekitar 81 persen air. Bukan hanya produk pertanian saja, ternyata produk hewani adalah jenis bahan makanan yang paling membutuhkan air.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, para hewan membutuhkan air untuk minum, dan dibutuhkan air dalam jumlah banyak untuk menyirami pakan mereka. Kalau dihitung-hitung, air yang dibutuhkan untuk produk peternakan 8-10 kali lipat lebih besar ketimbang produk pertanian.
Kalau setiap tahunnya ada 1,3 juta sampah makanan di dunia, setidaknya ada 45 triliun galon air yang ikut terbuang. Masih mau buang-buang makanan?

2. Sampah makanan mengeluarkan gas metana

LIPSUS Sampah Kondangan, Daur Ulang Makanan
Ilustrasi daur ulang makanan. Foto: Shutter Stock
Dampak buruk dari food waste tak cuma terjadi di proses produksi, tapi juga saat sudah dibuang. Sebab, sampah makanan akan memproduksi gas metana ketika mengalami proses pembusukan.
Gas metana merupakan gas efek rumah kaca, yang jadi penyebab pemanasan global. Sebagian besar gas metana sejatinya sudah diproduksi ketika proses pengolahan bahan makanan dilakukan. Dan, akan makin bertambah bila ada sisa makanan yang terbuang.
ADVERTISEMENT
Dengan mengurangi food waste, produksi gas metana juga akan berkurang, dan membuat lingkungan jadi lebih baik.

3. Merusak lahan

The Body Shop
Kebanyakan sampah yang ditinggalkan oleh wisatawan di Pulau Bulat adalah bungkus makanan dan minuman instan. Foto: Avissa Harness/ kumparan
Selain air, lahan juga jadi salah satu hal yang terdampak oleh food waste. Lahan digunakan untuk memproduksi bahan makanan, terutama produk pertanian. Tak hanya itu, lahan juga kerap dipakai sebagai tempat pembuangan sampah makanan sisa.
Jadi, lahan yang biasa digunakan untuk memproduksi susu dan daging cenderung tandus, tak bisa digunakan untuk menanam tumbuhan. Padahal, bahan makanan yang paling banyak terbuang adalah daging.
Bila kita membuang-buang makanan, lahan yang dipakai untuk memproduksi bahan makanan akan sia-sia. Apalagi, kalau lahan tersebut tak dirawat kembali, akan kehilangan kemampuannya dalam memproduksi makanan. Akibatnya, hasil pertaniannya pun tak bisa memenuhi kebutuhan orang-orang yang tinggal di wilayah sekitarnya.
ADVERTISEMENT

4. Mengurangi keberagaman makhluk hidup

LIPSUS Sampah Kondangan, Sampah Makanan
Ilustrasi Sampah Makanan. Foto: Shutter Stock
Untuk memproduksi makanan, banyak flora dan fauna alami yang musnah akibat rusaknya lahan akibat produksi pangan. Misalnya saja, alih fungsi lahan untuk peternakan. Atau, lautan yang rusak akibat penangkapan ikan besar-besaran.
Hal ini bisa berakibat terhadap berkurangnya populasi ikan di lautan, dan berdampak buruk pada keragaman hayati. Coba bayangkan, setelah semua kerusakan tersebut, ikan-ikan ini dibuang karena tak habis disantap.
Atau, dibuang hanya karena tak memenuhi standar. Padahal, kerusakan lingkungan yang diciptakan sudah begitu besar.

5. Menghabiskan minyak bumi

LIPSUS Sampah Kondangan, Daur Ulang Makanan
Ilustrasi daur ulang makanan. Foto: Shutter Stock
Dilansir New Food Magazine, food waste juga berdampak pada penggunaan minyak bumi dan jejak karbon. Minyak, diesel, dan bahan bakar fosil dibutuhkan untuk menumbuhkan, mengirimkan, menyimpan, dan memasak makanan.
ADVERTISEMENT
Membuang-buang makanan sama saja menyia-nyiakan minyak dan bahan bakar yang sudah dipakai untuk produksi makanan. Apalagi, kalau dikombinasikan dengan gas metana yang dihasilkan oleh sampah makanan, kadarnya makin mengkhawatirkan.
Jadi, meski tak terlihat secara kasat mata, food waste punya dampak tersembunyi yang sangat mahal bagi lingkungan. Dengan meminimalisasi food waste, setidaknya jumlah produksi makanan bisa ikut berkurang, dan pencemaran lingkungannya pun lebih sedikit.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan