kumparan
25 Mei 2018 17:32

5 Jenis Makanan yang Dapat Disimpan Sebagai Persediaan Menu Sahur

Ilustrasi makanan kaleng
Ilustrasi makanan kaleng (Foto: Thinkstock)
Saat berpuasa, menyantap makanan ketika sahur akan memberikan asupan nutrisi dan energi pada tubuh, yang akan membuat kita tetap segar dan kuat beraktivitas selama berpuasa seharian. Namun sayangnya, jamuan menu sahur seringkali terkesan dimasak seadanya dengan alasan minimnya waktu untuk mempersiapkan makanan. Belum lagi, bila persediaan bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak tidak mencukupi kebutuhan.
ADVERTISEMENT
Padahal, kita bisa membeli berbagai bahan pangan dan menyimpannya di dalam kulkas sehingga lebih menghemat waktu, lho. Apalagi, bila bahan makanan tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya dan tinggal diolah kembali atau dihangatkan saja saat sahur. Selain itu, dengan cara yang tepat, kita juga bisa menyimpan berbagai bahan pangan tersebut agar lebih awet dan tidak menghabiskan waktu untuk membelinya kembali.
Bagaimana caranya? Dilansir Muslim Inc, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya selalu tersedia di dapur dan cara menyimpannya:
1. Buah dan sayuran
Ilustrasi kurma
Ilustrasi kurma (Foto: Dok.Pixabay)
Buah-buahan dan sayuran merupakan jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi selama Ramadhan. Bukan tanpa alasan, kedua jenis makanan ini mengandung asupan nutrisi bagi tubuh yang dapat membuat kita tetap sehat dan bugar selama berpuasa.
ADVERTISEMENT
Tak melulu harus dalam keadaan segar, kamu juga bisa membeli jenis buah kering atau sayuran beku yang memiliki daya tahan lebih lama, dengan kandungan nutrisi yang sama. Sebelum menyimpan buah dan sayuran segar di dalam kulkas, biarkan terlebih dahulu di suhu ruangan selama beberapa saat, kemudian simpan di dalam kulkas.
Cara ini dapat membuat buah dan sayuran menjadi lebih awet. Sedangkan untuk jenis buah kering, simpanlah di dalam toples tertutup agar lebih tahan lama.
2. Daging
Ilustrasi daging sapi
Ilustrasi daging sapi (Foto: Thinkstock)
Tentunya, kita juga memerlukan asupan protein dari daging agar tetap sehat meski sedang berpuasa. Agar lebih hemat, usahakan untuk membeli daging selama seminggu sekali saja.
Jangan lupa untuk memperkirakan jumlah daging yang akan dibeli agar nantinya tidak berlebihan. Dan, hindari membeli daging yang bisa bertahan lebih dari seminggu di dalam kulkas.
ADVERTISEMENT
Untuk menghemat waktu dalam mempersiapkan menu sahur, masaklah daging terlebih dahulu dengan cara merebusnya sebelum menyimpannya di dalam freezer. Dengan cara ini, daging dapat langsung diolah menjadi masakan saat sahur tiba.
3. Makanan kaleng
Ilustrasi makanan kaleng
Ilustrasi makanan kaleng (Foto: Thinkstock)
Makanan kaleng bisa menjadi pilihan alternatif untuk menyiapkan menu sahur yang praktis. Hanya dengan menghangatkannya dengan cara digoreng atau ditumis, sajian menu sahur sudah dapat disantap.
Apalagi, kini berbagai variasi makanan kaleng mulai dari kornet, sarden, dan bahan sup dapat dengan mudah ditemukan di pasaran. Bila sudah dimasak, pindahkan sisa makanan kaleng ke dalam wadah bersih yang kedap udara dan simpan di dalam kulkas agar terhindar dari bakteri.
Selain itu, menyimpannya di dalam kulkas juga dapat membuat tekstur dan rasanya tetap terjaga. Kendati sangat mudah untuk mengolah makanan kaleng, tetap batasi konsumsi jenis makanan ini agar tidak berlebihan, ya!
ADVERTISEMENT
4. Telur
Telur disimpan di suhu ruang.
Telur disimpan di suhu ruang. (Foto: Thinkstock)
Salah satu menu sahur yang paling praktis adalah telur. Protein hewani ini memang dapat diolah menjadi masakan yang beragam. Saat bulan Ramadhan, usahakan untuk selalu menyediakan telur di dapur.
Hindari untuk menyimpan telur di dalam kulkas karena kulit dari telur dapat menyerap bau tajam dari makanan yang disimpan di tempat yang sama. Lebih baik simpan telur di dalam karton dan letakkan di kabinet dapur.
5. Makanan kering
Ilustrasi Abon
Ilustasi Abon (Foto: Wikipedia)
Bila malas dan tak sempat untuk memasak menu sahur, siapkan selalu persediaan makanan kering seperti orek tempe, teri kacang, atau abon yang dapat disimpan selama beberapa hari. Jenis makanan ini tidak perlu dimasak kembali dan dapat langsung disantap saat sahur. Untuk menyimpannya, letakkan di dalam wadah kedap udara agar tidak merubah rasa serta menjaga teksturnya supaya tidak cepat melempem.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan