6 Wadah Pengganti Plastik untuk Membungkus Daging Kurban

10 Agustus 2019 11:57
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Daging Sapi Foto: Shutterstock/Stciel
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Daging Sapi Foto: Shutterstock/Stciel
ADVERTISEMENT
Idul Adha sudah di depan mata. Hari raya umat muslim ini identik dengan bagi-bagi daging kurban. Saat membagikan daging kurban, banyak orang menggunakan plastik untuk membungkusnya.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, penggunaan plastik ini bisa menyumbang pencemaran lingkungan. Karena itulah, untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, beberapa daerah kini mulai melarangnya.
Salah satunya DKI Jakarta. Melalui Seruan Gubernur dalam rangka pelaksanaan Idul Adha 2019, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai sebagai pembungkus daging kurban.
Imbauan itu, lalu disampaikan dalam surat edaran yang diunggah di Instagram resmi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta @dinaslhdki, pada Jumat (26/7) lalu.
Lalu, wadah apa yang bisa menjadi pengganti kantong plastik untuk membungkus daging kurban? Berikut kumparan rangkum untuk kamu.
1. Besek bambu
Pedagang menata wadah besek bambu yang dia jual di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang menata wadah besek bambu yang dia jual di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Kamu bisa menggunakan besek bambu sebagai alternatif pembungkus daging kurban. Ia ramah lingkungan dan juga bisa digunakan berulang-ulang.
ADVERTISEMENT
"Besek itu, kan, dari bambu, dari unsur alami. Apapun yang berasal dari alam akan menjadi satu kembali dengan tanah. Itu compostable ya, bisa dikomposkan," kata Tiza Mafira, director Gerakan Indonesia Diet Plastik kepada kumparan, dalam acara launching GoGreeners di Arborea Cafe, Senayan, Jakarta Pusat (8/8).
2. Daun pisang
Ilustrasi Daun Pisang Foto: Shutterstock/Africa Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Daun Pisang Foto: Shutterstock/Africa Studio
Selain ramah lingkungan, daun pisang juga dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Daun pisang punya bentuk yang lebar, sehingga memungkinkan untuk membungkus daging sapi atau daging kambing. Bahkan menurut beberapa studi, daun pisang mengandung antibakteri yang bisa menghalau kuman dan zat-zat berbahaya yang hendak masuk ke dalam makanan.
3. Boks kertas
Ilustrasi Nasi Kari dalam Boks Kertas Foto: Shutterstock/Rover stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nasi Kari dalam Boks Kertas Foto: Shutterstock/Rover stock
Siapa bilang boks kertas hanya bisa digunakan untuk makanan saja? Wadah ini juga bisa dijadikan alternatif pengganti plastik untuk membungkus daging kurban, lho. Saat ini, boks kertas mudah di temui di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau dan bisa didaur ulang.
ADVERTISEMENT
4. Food container
Ilustrasi Food Container Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Food Container Foto: Shutterstock
Ibu-ibu rumah tangga pasti tahu wadah yang satu ini? Meski terkesan mahal, wadah ini bisa jadi pilihan yang efektif untuk mengganti plastik. Sama seperti besek, food container juga bisa dipakai berulang-ulang. Jadi, enggak takut mencemari lingkungan, kan?
5. Daun jati
Ilustrasi Daun Jati Foto: Shutterstock/Wahyu Budiyanto Toak
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Daun Jati Foto: Shutterstock/Wahyu Budiyanto Toak
Kamu juga bisa menggunakan daun jati sebagai alternatif pembungkus daging kurban. Sama seperti daun pisang, daun jati juga punya bentuk daun yang lebar sehingga memungkinkan untuk membungkus daging kurban.
Selain itu, daun jati juga memiliki karakteristik melawan Listeria monocytogenes yang banyak terdapat pada makanan.
6. Daun waru
Ilustrasi Daun Waru Foto: Shutterstock/Nublee bin Shamsu Bahar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Daun Waru Foto: Shutterstock/Nublee bin Shamsu Bahar
Selain sering dijadikan obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit, daun waru juga bisa menjadi alternatif pembungkus daging karena ukurannya yang lebar. Daun berbentuk hati ini berasal dari pohonnya yang telah lama dikenal sebagai peneduh jalan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020