Food & Travel
·
26 Oktober 2020 15:30

Cerita Owner Sweet Sundae Ice Cream yang Bangkit dari Keterpurukan saat Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Cerita Owner Sweet Sundae Ice Cream yang Bangkit dari Keterpurukan saat Pandemi (9337)
Sweet Sundae Ice Cream. Foto: Instagram/@sweetsundaeicecream
Pandemi COVID-19 tak hanya mengancam sektor kesehatan saja, tetapi juga menghantam para pengusaha, terutama UMKM. Misalnya seperti yang dialami oleh owner Sweet Sundae Ice Cream, Andromeda Sindoro, yang bisnisnya sempat anjlok di awal pandemi.
ADVERTISEMENT
"Saat awal pandemi itu kan enggak boleh ada resepsi, hotel menurun, resto dan cafe tidak boleh lagi dine in, jadi langsung anjlok," tutur Andromeda di webinar Festival UMKM kumparan, Senin (26/10).
Saat itu, hanya dalam dua hari saja, kerugian yang dialami Andromeda sudah mencapai ratusan juta. Ia pun tak bisa langsung memutus hubungan kerja 25 karyawannya karena ia paham, karyawannya punya keluarga yang harus dihidupi.
"Pada saat itu, akhirnya kami rapat tim, kita evaluasi apa yang harus diperbaiki. Apakah pasarnya atau channel atau produk. Semua usulan datang dari setiap divisi," lanjutnya.
Dari rapat tersebut, Andromeda akhirnya memutuskan mengubah bisnis canvas-nya dari business to business menjadi business to consumer. Selain itu, ia juga mengusulkan ke Pemprov Yogyakarta agar diberi subsidi ongkos kirim.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, ia juga mencoba menjangkau konsumen secara digital, salah satunya dengan menggunakan kanal GrabFood. Berkat kerja sama dengan pemerintah dan Grab, omzet Sweet Sundae Ice Cream bisa naik 85 persen.
"Saat itu langsung banyak yang pesan dalam sehari dan kami enggak bisa kirim sendiri. Akhirnya kami pakai jasa antar Grab Express. Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada komplain dari pelanggan," pungkasnya.
Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival UMKM kumparan. Acara ini digelar selama tiga hari, mulai 26 Oktober hingga 28 Oktober dan diikuti oleh lebih dari 15 ribu peserta secara daring.