Cuaca Kian Ekstrem, Petani Kopi Indonesia Bisa Selamat karena Faktor Ini

17 Maret 2022 7:59
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cuaca Kian Ekstrem, Petani Kopi Indonesia Bisa Selamat karena Faktor Ini (222470)
zoom-in-whitePerbesar
Petani membersihkan biji kopi arabika Gayo yang baru dipanen sebelum proses penjemuran di Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Tak banyak yang membahas bagaimana nasib para petani kopi Indonesia bila iklim kian memburuk. Padahal Indonesia menjadi salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Sepatutnya, industri kopi di negara ini memiliki masa depan cerah.
ADVERTISEMENT
Hal ini juga yang cukup disayangkan oleh Mikael Jasin, barista sekaligus pebisnis kopi. Saat sesi virtual media briefing, Selasa (22/2), laki-laki yang akrab disapa Miki itu mengatakan masalah climate change atau perubahan iklim dampaknya bagi industri kopi jarang dibahas lebih dalam, padahal menurutnya sangat mengerikan.
"Jadi, sekitar dua tahun ke belakang memang ini salah satu topik yang baru lagi dibahas secara panas. Diperbincangkan oleh industri kopi global namun tinggal teori dan prediksi-prediksi. Padahal sudah sangat terlihat nyata," ujarnya.
Lebih lanjut, Miki mengungkapkan bahwa tahun lalu Brasil mengalami gagal panen karena tiba-tiba pohon kopi mereka membeku akibat perubahan cuaca ekstrem. Hal ini lantas tak hanya memengaruhi industri kopi di Brasil melainkan juga secara global. Akibat gagal panen tersebut, harga kopi pun turun drastis. Terlebih, Brasil merupakan salah satu pengekspor kopi terbesar di dunia.
Cuaca Kian Ekstrem, Petani Kopi Indonesia Bisa Selamat karena Faktor Ini (222471)
zoom-in-whitePerbesar
Mikael Jasin. Foto: Instagram/@mikaeljasin
Miki juga mengatakan kalau petani Indonesia kerap tertimpa masalah perubahan iklim, semisal badai. Cuaca ekstrem seperti ini dapat menggagalkan panen kopi lantaran bunga kopi habis (rontok) dan membuat jadwal panen berantakan.
ADVERTISEMENT
Laki-laki yang pernah masuk empat besar dalam ajang World Barista Championship itu menerangkan, sejatinya masalah perubahan iklim ini sulit untuk ditangani. Sehingga untuk menghentikan atau memperlambat masalah ini pun dirasa sudah terlambat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kendati, Miki menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki keuntungan karena letak geografis yang strategis. Menurutnya, Indonesia terdiri dari dataran rendah sehingga cocok untuk menjadi lahan menanam varietas kopi yang tahan terhadap perubahan cuaca.
"Kopi yang tahan terhadap perubahan cuaca itu contohnya robusta. Kafeinnya tinggi, akarnya kuat. Untungnya, dari zaman Belanda pun sudah ditanami kopi yang tahan perubahan cuaca seperti ini," tambahnya.
Cuaca Kian Ekstrem, Petani Kopi Indonesia Bisa Selamat karena Faktor Ini (222472)
zoom-in-whitePerbesar
Mikael Jasin. Foto: Instagram/@mikaeljasin
Namun, menurut Miki masih ada tantangan lain dari mengembangkan biji kopi dengan varietas kafein tinggi tersebut. Lantaran mengandung kafein tinggi, umumnya kopi seperti ini punya rasa yang cenderung kurang enak. Sehingga menjadi tantangan baru, yakni mengubah rasa varietas kopi tersebut agar enak dan bisa disukai banyak orang.
ADVERTISEMENT
Pusat penelitian kopi dunia, baik di Brasil maupun di Indonesia, yaitu Puslitkoka, menurut Miki tengah mengembangkan varietas kopi yang tahan terhadap perubahan cuaca dengan metode kawin silang. Namun, masih terkendala waktu panen yang dirasa terlalu lama.
"Pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia, mereka mulai mencari varietas dengan kawin silang supaya rasanya tetep enak dan kuat tahan cuaca, varian baru ini secara properti genetik supaya stabil butuh lima generasi; sementara satu generasi butuh waktu empat tahun untuk panen, dan untuk bisa dapetin kopi yang benar-benar kita mau harus menunggu 20 tahun lagi," terangnya.
Miki berharap masalah ini pun bisa segera tertangani dengan saling melakukan kolaborasi dari hulu ke hilir. Setidaknya, kita harus melakukan persiapan lebih untuk menghadapi masalah iklim yang sewaktu-waktu bisa menimpa industri kopi Indonesia.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020