Ditangkap Setelah 45 Kasus, Tiga Tersangka Ini Curi Daging Seharga Rp 140 Miliar

4 November 2022 14:03
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi daging beku. Foto: Shahjehan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daging beku. Foto: Shahjehan/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Daging dan berbagai olahannya, seperti steak, sate, rendang, dan lainnya memang telah menarik perhatian banyak orang. Namun, hal ini berbeda dengan tiga laki-laki asal California, karena alih-alih memakannya, mereka justru memilih untuk mencurinya.
ADVERTISEMENT
Tak tanggung-tanggung, total, telah terjadi 45 kasus pencurian daging sapi dan babi yang mereka lakukan, dengan kerugian ditaksir senilai 9 juta dolar AS atau sekitar Rp 140 miliar.
Mengutip Food and Wine, pencurian daging yang melibatkan 45 kasus ini melahirkan tiga tersangka; yaitu Ledier Machin Andino, Delvis L. Fuentes, dan Yoslany Leyva Del Sol. Ketiga tersangka tersebut diduga merupakan bagian dari sebuah kelompok kriminal berbasis di California, yang telah menyebabkan kerugian dari aksi pencurian daging senilai Rp 140 miliar.
Adapun, salah satu aksi pencurian tersebut terjadi ketika para tersangka menggunakan dokumen palsu, untuk mencuri 40.000 pon atau sekitar 20 ton daging sapi dari pabrik JBS Beef di Nebraska. Selain itu, terdapat juga pencurian lebih besar di pabrik yang sama, tetapi secara terpisah senilai 500.000 dolar AS atau sekitar Rp 7,8 miliar.
(Ki-ka) Ilustrasi daging babi, ayam, dan sapi Foto: dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
(Ki-ka) Ilustrasi daging babi, ayam, dan sapi Foto: dok.Shutterstock
Ya, nilai yang begitu fantastis untuk sebuah daging, yang biasanya berakhir di atas piring meja makan kamu. Lebih lanjut, 45 kasus pencurian tersebut terjadi di daerah Iowa, Minnesota, Nebraska, North Dakota, South Dakota, dan Wisconsin, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Menurut Jim Duering, Kapten Polisi Grand Islan, mengatakan bahwa pencurian tersebut begitu rapi dan cerdik. Oleh karena itu, dia sempat menduga bahwa aksi pencurian daging sapi dan daging babi ini, dilakukan oleh orang yang mengetahui industri tersebut.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Mereka menghapus pelacak GPS dari trailer dan (memiliki) pengetahuan untuk mengoperasikan truk. Selain itu, mereka juga mengetahui di mana lokasi trailer, itu adalah seseorang yang telah terlibat dalam industri ini,” ujar Duering.
Namun, ironisnya, pelacak GPS jugalah yang membantu pihak berwenang menangkap bandit daging sapi dan babi tersebut. Hal ini dikarenakan, ketika pihak berwenang sedang melakukan pencarian informasi pada perangkat seluler yang digunakan selama masa pencurian 45 kasus tersebut. Mereka akhirnya menemukan hal yang mencurigakan kepada tiga tersangka yang akhirnya ditangkap di daerah Iowa.
Ilustrasi pencuri. Foto: Vasin Lee/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencuri. Foto: Vasin Lee/Shutterstock
Adapun, ketiga tersangka tersebut kini menghadapi serangkaian dakwaan, termasuk pengangkutan barang curian dan pencucian uang. Namun, karena ini merupakan kasus pencurian yang besar, pihak berwenang masih akan terus melakukan penyelidikan lain yang terkait dengan kerugian senilai Rp 140 miliar tersebut.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, sejatinya sepotong daging dan olahannya memang memiliki harga yang mahal. Oleh karena itu, hal ini bisa saja menjadi salah satu alasan dari tindakan pencurian daging tersebut. Namun, tentu itu bukanlah suatu tindakan yang patut untuk kamu tiru, ya.
Apabila kamu membutuhkan daging, baik itu untuk dikonsumsi menjadi berbagai olahan; seperti rendang yang baru-baru ini masuk dalam daftar kuliner pedas terbaik di dunia versi CNN. Atau, bahkan untuk dijadikan sebuah bisnis kuliner, tentu mencuri bukanlah jawaban yang tepat untuk mendapatkan seporsi daging.
Penulis: Riad Nur Hikmah
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020