Food & Travel
·
23 November 2020 15:06

Jadi Camilan hingga Jus Sehat, Ketahui Risiko Terlalu Banyak Konsumsi Seledri

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Jadi Camilan hingga Jus Sehat, Ketahui Risiko Terlalu Banyak Konsumsi Seledri (371753)
Seledri Foto: Pixabay
Seledri telah menjadi salah satu camilan sayuran sehat yang sedang populer akhir-akhir ini. Banyak orang gemar ngemil sayuran bertekstur renyah tersebut dengan cocolan saus atau mayones. Sebelumnya, seledri juga kerap menjadi campuran dalam jus sehat. Walau ada banyak cara nikmat dan manfaat sehat dari seledri, mengonsmsinya secara berlebihan tetap tidak baik bagi tubuh.
ADVERTISEMENT
Mengutip Livestrong, seledri mengandung beberapa nutrisi, seperti kalium, vitamin dan banyak mengandung air. Meskipun seledri dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi, sayuran satu itu tidak mengandung semua makronutrien, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh sehari-hari.
Seledri juga memiliki serat tinggi, sehingga makan seledri dalam jumlah berlebih, kamu mungkin akan mengalami gejala tidak nyaman pada sistem pencernaan. Jika seledri adalah satu-satunya sumber sayuran kamu, maka sebaiknya pikirkan ulang.

Lantas, apa risiko kesehatan dari terlalu banyak mengonsumsi seledri?

Jadi Camilan hingga Jus Sehat, Ketahui Risiko Terlalu Banyak Konsumsi Seledri (371754)
Jus seledri. Foto: Dok. Shutterstock
Risiko bisa sangat terjadi pada kamu yang memilih seledri non-organik. Ini karena, bisa saja sayuran tersebut mengandung tinggi pestisida dan mampu meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis.
Setiap tahunnya, Environmental Working Group merilis laporan berjudul "The Dirty Dozen" yang mengidentifikasi semua buah dan sayuran ternyata ditemukan mengandung tingkat pestisida tertinggi, dan seledri secara konsisten masuk dalam daftar tersebut.
ADVERTISEMENT
Peneliti dari Regulatory Toxicology and Pharmacology di China pada 2015, menguji banyaknya pestisida yang tersisa di seledri setelah panen. Mereka menguji 300 sampel yang berbeda dan menemukan setidaknya satu residu pestisida pada 58 persen sampelnya —dengan total 25 jenis pestisida berbeda yang ditemukan.
Dampak pestisida juga tidak main-main. United States Environmental Protection Agency mengungkapkan kalau pestisida dapat berdampak pada sistem saraf atau hormon, mengiritasi mata dan kulit, hingga menyebabkan kanker —tergantung jenis pestisidanya.
Jadi Camilan hingga Jus Sehat, Ketahui Risiko Terlalu Banyak Konsumsi Seledri (371755)
Seledri Foto: Pixabay
Selain masalah pestisida, seledri juga mengandung jumlah kalori yang sangat rendah —satu batang hanya mengandung 9 kalori, tanpa protein dan lemak. Mungkin ini juga yang menjadi alasan kenapa seledri populer sebagai makanan dan camilan diet. Namun, perlu diingat, kebiasaan mengonsumsi makanan rendah kalori juga dapat menimbulkan masalah kesehatan, lho.
ADVERTISEMENT
Academy of Nutrition and Dietetics sudah menganjurkan setiap orang untuk memenuhi jumlah kalori normal guna mempertahankan fungsi biologis normal; seperti bernapas, pencernaan, dan memompa darah. Adapun jumlah rekomendasi kalori setiap orang berbeda-beda, tetapi secara umum, asupan kalori perempuan sekitar 1.200 kalori per hari, dan 1.500 kalori harian untuk laki-laki.

Konsumsi seledri dalam anjuran yang sesuai

Jadi Camilan hingga Jus Sehat, Ketahui Risiko Terlalu Banyak Konsumsi Seledri (371756)
Jus seledri. Foto: Dok. Well Good
Sebenarnya, tidak masalah mengonsumsi seledri, karena sayuran ini mengandung banyak manfaat kesehatan. Seledri mengandung tinggi kalium, dengan satu batang mengandung 166 miligram; membantu memenuhi kebutuhan potasium harian kamu.
Dengan ini, konsumsi seledri dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko stroke, mengontrol gula darah, menjaga kesehatan tulang, dan mencegah batu ginjal.
Namun, ketika kamu mengonsumsi seledri, perhatikan kuantitas maupun kualitas seledri yang kamu nikmati. Pilih seledri organik yang mungkin lebih sedikit terpapar pestisida berbahaya.
ADVERTISEMENT
Kenneth Shafer, MD, merekomendasikan untuk mengonsumsi sekitar empat batang atau satu cangkir jus seledri setiap hari. Pastikan kamu juga banyak mengonsumsi sayuran lain —yang sekali lagi, harus dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Reporter: Natashia Loi