Food & Travel15 September 2020 18:04

Laki-laki di Inggris Sumbangkan Sayuran Raksasa untuk Perawat di RS Lokal

Konten Redaksi kumparan
Laki-laki di Inggris Sumbangkan Sayuran Raksasa untuk Perawat di RS Lokal (61325)
Ilustrasi kubis raksasa Foto: Dok.Shutterstock
Shaun Perryman, laki-laki asal Inggris, memutuskan untuk menyumbang sayuran raksasa ke rumah sakit lokal hospice St Wilfrid's. Laki-laki 38 tahun itu berinisiatif menyumbang hasil tanamannya setelah mendengar cerita para perawat yang kesusahan mendapat sayuran segar di sana.
ADVERTISEMENT
Setelah mendengar cerita itu, Shaun juga menyumbang beberapa sayuran raksasa lain miliknya. “Keadaan itu sangat buruk. Setelah saya membawa kubis, saya langsung membawa dua buah marrow raksasa, banyak zukini, dan beberapa rhubarb,” ungkap Shaun, dikutip dari Metro.
Shaun memang memiliki hobi menanam sayuran raksasa. Beberapa di antaranya ada kubis seberat lebih dari 9 kilogram, kacang panjang berukuran 60 sentimeter, dan tomat yang lebih besar dari kepalan tangannya. Hampir setiap hari ia mengunjungi kebunnya di Bognor Regis, Sussex yang berseberangan dengan sekolah putranya yang berumur 6 tahun, Elijah.
Laki-laki di Inggris Sumbangkan Sayuran Raksasa untuk Perawat di RS Lokal (61326)
Ilustrasi kubis raksasa Foto: Dok.Shutterstock
Shaun sendiri memulai hobi menanam dari sayur-sayuran ukuran normal. “Saya mulai (menanam) dari sayuran ukuran normal, tiga tahun lalu. Namun ketika itu, saya sendiri tak makan sayuran dan saya berikan kepada keluarga vegan dan vegetarian saya,” ungkap Shaun.
ADVERTISEMENT
Ketertarikan Shaun terhadap sayuran raksasa semakin menjadi saat ia melihat sayuran besar. Muncul rasa penasaran untuk menanam sayuran raksasa. Kemudian, ia mencari rekanan dalam grup online dan mendapat kiriman benih dari beberapa orang.
“Saya tidak percaya ternyata menanam kubis raksasa membutuhkan kerja keras. Saya merawatnya selama setahun, memberinya makan sekali seminggu, memastikannya disiram dengan baik," tuturnya.
Laki-laki di Inggris Sumbangkan Sayuran Raksasa untuk Perawat di RS Lokal (61327)
Ilustrasi menanam zukini Foto: Dok.Shutterstock
Dia menemukan kalau dengan bercocok tanam memberinya rasa damai dan rileks. Selain rasa tenang, Shaun juga senang memiliki teman-teman baru yang memiliki hobi sama dengannya. Ia mengaku, dengan bercocok tanam bisa menjaga kesehatan mentalnya. Perasaan senang dan tenang bisa ia rasakan ketika sedang merawat tanaman-tanamanya.
Berkat hobi tersebut, Shaun dan putranya telah menikmati banyak jagung rebus dan kacang goreng tahun ini. Ia juga berharap bisa mengikuti kompetisi sayuran raksasa, di mana dia bisa menunjukkan kemampuan bercocok tanamnya.
ADVERTISEMENT
Reporter: Natashia Loi
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white