kumparan
22 September 2019 9:21

Makan Pedas Selama 2 Minggu, Perempuan Malaysia Ini Dilarikan Ke RS

Makan pedas Foto: Shutterstock
Makanan pedas memang menggugah. Cita rasa membakar lidah ini serasa membuat nafsu makan semakin bertambah. Apalagi sambal yang ditambah nasi hangat dan lalapan, rasanya semakin sedap dan mantap.
ADVERTISEMENT
Tak hanya di Indonesia, kepopuleran makanan pedas juga terjadi di negara tetangga kita, Malaysia. Kabarnya, banyak warga Malaysia jatuh hati dengan makanan pedas; seperti nasi lemak yang diberi sambal, hingga laksa yang ditambah irisan cabai.
Namun, mengonsumsi makanan pedas terlalu berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Seperti kasus yang terjadi pada perempuan asal Malaysia baru-baru ini. Dikutip dari World of Buzz, perempuan bernama Ummi Nadia ini mengalami kesulitan bernafas selama berhari-hari karena ia terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas.
"Saya tidak bisa bernafas dengan baik, rasanya seperti orang mau mati. Tiga hari yang lalu saya muntah-muntah sebanyak 10 kali, dan dua hari sebelumnya tubuh saya gemetar. Saya pikir saya akan meninggal, dan saya bilang ke suami saya, rasanya seperti orang sekarat," ungkap Nadia lewat akun Facebook pribadinya.
ADVERTISEMENT
Masih dalam unggahan yang sama, Nadia membeberkan bahwa ia mengalami kesulitan bernafas setiap pukul 2 hingga 4 dini hari. Menurutnya, serangan tersebut terasa seperti gejala lambung dan maag.
Karena kondisi Nadia yang semakin parah, sang suami lantas melarikannya ke rumah sakit terdekat. Sebelumnya, Nadia sempat pergi ke klinik dan juga meminum obat untuk mengobati masalah lambungnya, namun tidak ada yang ampuh.
Setelah melewati proses endoskopi dan ultrasonografi, dokter lalu mendiagnosis Nadia terkena hiatal henrnia. Hiatal henrni adalah kondisi di mana bagian perut atas menonjol hingga ke bagian bukaan diafragma. Kondisi ini menyebabkan asam lambung mudah naik.
Menurut analisa dokter, perut Nadia sudah melemah sehingga memicu timbulnya gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung. Kondisi inilah yang membuat Nadia mengalami rasa terbakar di dada, sulit menelan, hingga sulit bernafas.
Ilustrasi makanan pedas Foto: Pixabay
Dokter juga menyebut, kondisi Nadia semakin menurun karena ia sering menyantap makanan tak sehat, terutama makanan pedas selama dua minggu bertutur-turut. Seperti asam pedas, ikan pati tempoyak, sambal belacan, hingga ayam kecap black pepper.
ADVERTISEMENT
Nadia juga mengaku, sebelum mengonsumsi makanan pedas tersebut ia membatasi asupan makanannya.
Kini Nadia tengah menjalani proses pengobatan, ia juga mengingatkan kepada semua orang (terutama mereka yang hobi makan pedas) untuk membatasi asupan makannya, dan memilih makanan yang lebih sehat.
"Orang-orang yang biasanya cenderung terkena penyakit ini adalah mereka yang suka makanan pedas, makan berlebihan, makan tidak tepat waktu, hingga orang yang sehabis makan langsung tidur," tutup Nadia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan