kumparan
23 Jan 2018 17:25 WIB

Manfaat Tersembunyi di Balik Lembutnya Tahu

Tahu, makanan yang menyehatkan (Foto: Thinkstock)
Bagi orang Indonesia, tahu adalah sumber protein pengganti daging sapi dan ayam yang paling banyak dikonsumsi.
ADVERTISEMENT
Terbukti dengan data yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2002 yang menunjukkan, jika tingkat konsumsi tahu masyarakat kota mencapi 18,6 kg per kapita per tahunnya. Sedangkan bagi masyarakat pedesaan, kebutuhan konsumsi tahunya lebih rendah, yaitu hanya mencapai 13,9 kg per kapita per tahunnya.
Tak hanya memiliki rasa yang lezat, tahu juga dikemas dengan asam amino esensial yang tinggi sehingga membuat tahu menjadi makanan yang menyehatkan.
Hal inipun dibenarkan oleh seorang insinyur di bidang pertanian yang juga memiliki usaha pabrik tahu di Bandung, Ir. Dimara Yohany. "Tahu mengandung sebuah zat isoflavon yang bermanfaat sebagai antioksidan," tutur Dimara, saat dihubungi kumparan (kumparan.com) melalui sambungan telepon, Selasa (23/1).
ADVERTISEMENT
"Isoflavon sendiri bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung, mencegah kanker dan penuaan dini, serta mampu menjaga konsistensi berat badan," tambahnya.
Tahu, makanan yang menyehatkan (Foto: Thinkstock)
Meskipun berasal dari tumbuhan, namun kandungan protein pada tahu bisa menyamai kandungan protein hewani. Bertindak sebagai sumber protein yang baik, tahu tidak akan membuat berat badan meningkat karena tahu bisa menurunkan kadar kolesterol jahat LDL tanpa diikuti dengan peningkatan HDL.
Dimara juga menjelaskan, bahwa tahu adalah makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh para penderita asam urat, karena kedelai sebagai bahan dasar tahu mengandung kadar purin yang rendah.
"Kacang kedelai memiliki kadar purin sebesar 194. Namun, begitu kedelai diolah menjadi tahu, maka kadar purinnya akan menurun menjadi 100. Jadi, bagi mereka yang mempunyai asam urat, tahu adalah salah satu makanan yang dianjurkan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, tahu juga rupanya baik untuk mencegah menopause dini, mengingat kandungan isoflavon yang ada pada tahu cukup tinggi. Zat tersebut akan membantu tubuh dalam proses menopause, karena umumnya tubuh akan mengalami ketidakseimbangan estrogen.
Mengandung mineral yang cukup banyak, tahu bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan kulit. "Seng, besi, natrium, dan kalsium adalah contoh mineral yang terkandung dalam tahu. Inilah alasan kenapa tahu juga menjadi sumber mineral yang baik bagi tubuh," papar Dimara menutup perbincangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan