Mencicipi Lezatnya Ayam Goreng AlBaik yang Sedang Hits di Indonesia

15 Maret 2018 11:56 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
ADVERTISEMENT
Bagi warga Tanah Air yang pernah melaksanakan haji atau umrah, tentu tak asing lagi dengan ayam goreng AlBaik. Ya, brand ayam goreng tepung ini memang sangat populer di sana. Tak hanya di kalangan penduduk lokal Saudi-nya saja, namun juga bagi para jemaah haji dan umrah.
ADVERTISEMENT
Menyajikan menu makanan cepat saji, restoran ayam AlBaik sendiri sudah berdiri sejak tahun 1974 dan pertama kali beroperasi di kota Jeddah, Arab Saudi. Kini, restoran ini telah memiliki 40 cabang di Kota Jeddah dan menjadi salah satu tempat makan paling laris di dunia, dengan sajian ayam mereka yang sangat tersohor.
Serupa dengan ayam goreng cepat saji pada umumnya, daging ayamnya dilapisi oleh tepung dan digoreng hingga renyah. Kemudian, disajikan bersama dengan kentang goreng dan roti burger, tak lupa dengan tambahan berbagai saus seperti saus sambal dan bawang putih.
Sepintas, tidak ada yang spesial dari sajian ini kecuali porsinya yang cukup besar. Mungkin bagi sebagian besar orang Indonesia, satu porsi menu AlBaik bisa dinikmati oleh dua hingga tiga orang.
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
Menariknya, ayam AlBaik kini tak hanya menjadi makanan favorit bagi para jemaah haji saja, tapi juga pecinta kuliner yang berdomisili di Indonesia sekali pun.
ADVERTISEMENT
Bahkan, mereka rela untuk membelinya melalui jasa online shop hanya untuk mencicipi sajian ini. Ya, fenomena menjamurnya online shop yang menjual ayam 'impor' dari Arab ini memang sedang terjadi di Tanah Air.
Menurut pantauan kumparan, sejauh ini sudah ada puluhan online shop yang melayani pengiriman ayam dari Arab Saudi ini ke Indonesia. Tak tanggung-tanggung, harga yang dibanderol untuk mencicipi satu porsi makanan cepat saji ini cukup tinggi, mulai dari Rp 135 ribu, bahkan ada yang mencapai Rp 280 ribu.
Bukan hanya itu, ayam AlBaik yang dijual tersebut diimpor langsung dari negara asalnya sehingga harus melalui perjalanan cukup jauh hingga ke Indonesia. Sehingga, bisa dikatakan bahwa ayam tersebut tidak dalam kondisi fresh.
ADVERTISEMENT
Lalu, apa yang membuat orang rela merogoh kocek dalam hanya untuk menikmati ayam cepat saji ini?
Melihat fenomena tersebut, kumparan pun mencoba untuk mencicipi sajian ayam AlBaik yang fenomenal tersebut. Setelah menghubungi beberapa online shop yang menjual paket ayam saji AlBaik, ternyata sistem penjualan yang diterapkan rata-rata menggunakan sistem pre-order. Pelanggan harus memesan terlebih dahulu dan menunggu pengiriman ayam pada waktu yang telah ditentukan.
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
Menurut salah satu penjual online shop tempat kami membeli, sistem pre-order dilakukan untuk menjaga kesegaran ayam goreng. Biasanya, ayam baru dibeli saat hendak dikirim, yakni satu hingga dua jam sebelumnya.
“Ada tim kami yang nantinya membeli dan membawa ayam (AlBaik) ke Indonesia. Waktu perjalanannya kira-kira 12 jam lebih menggunakan pesawat dan kendaraan darat hingga sampai ke kami. Baru kemudian akan kami kirimkan ke customer”, ungkap salah satu penjual ayam AlBaik online yang tidak bersedia untuk disebutkan namanya, saat dihubungi kumparan pada Kamis (8/3).
ADVERTISEMENT
“Ayam yang sudah sampai nantinya bisa sekalian kami hangatkan kembali sesuai permintaan, atau customer juga bisa menghangatkan sendiri dengan microwave atau dipanaskan di atas teflon dengan api kecil”, imbuhnya.
Setelah menunggu selama kurang lebih satu minggu, pesanan ayam AlBaik kami pun telah sampai. Dikemas dengan wadah anti panas, satu porsi menu yang kami pesan terdiri dari empat potong ayam goreng tepung, kentang goreng, roti burger, dan saus bawang putih. Tak berbeda dengan ayam AlBaik yang dijual di Arab Saudi.
Menurut keterangan dari penjual, ayam yang kami pesan baru dikirim dari Arab Saudi pada hari Selasa (14/3) malam dan baru tiba di Indonesia hari Rabu (15/3). Tak heran, aroma bumbu dari ayam masih semerbak, meski kentang dan rotinya sudah terlihat tak begitu segar.
ADVERTISEMENT
Setelah dihangatkan, sajian ayam tersebut tak terlalu jauh berbeda. Tekstur renyahnya memang tak bisa terlalu dirasakan, namun daging ayamnya sendiri masih terasa lembut. Roti burgernya pun masih empuk dan nikmat. Hanya saja, sajian kentang goreng sudah tidak terasa lezat dan bertekstur keras.
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
Saat dicicipi, daging dari ayam yang diberi aneka bumbu rempah terasa gurih dengan sedikit sensasi pedas. Bahkan, bumbu tersebut meresap hingga ke dalam serat-serat daging.
Sayangnya, cita rasa saus bawang putih yang gurih membuatnya terlalu asin bila dikombinasikan bersama ayam. Justru, ayam akan terasa lebih nikmat saat disantap bersama dengan campuran saus sambal.
Lain halnya dengan roti burger. Teksturnya yang empuk dan lembut memiliki cita rasa sedikit manis sehingga, cocok untuk dikombinasikan dengan cocolan saus bawang putih atau dimakan bersama sajian ayam
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ayam AlBaik dari Arab Saudi (Foto: Safira Maharani/kumparan)
Cita rasa bumbu rempah khas Timur Tengah pada ayam AlBaik yang kuat memang menjadi ciri khasnya. Hal inilah yang tidak ditemukan pada sajian makanan cepat saji lainnya.
ADVERTISEMENT
Bisa dibilang, ayam AlBaik hanyalah satu di antara sekian makanan cepat saji yang kaya cita rasa rempah. Tak mengherankan bila banyak yang memburu ayam ini, bahkan hingga harus membelinya secara online dan mengeluarkan ongkos yang tak sedikit.
Setidaknya, tak perlu jauh-jauh ke Arab Saudi hanya untuk mencicipi lezatnya ayam fenomenal ini, atau sekedar mengobati rasa rindu saat sedang beribadah di Kota Mekkah.