Kumparan Logo
Untitled Image

Menerapkan Gaya Hidup Berkelanjutan dari Dapur

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sering tidak disadari, kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan ternyata bisa memberi dampak terhadap keberlangsungan lingkungan, tak terkecuali kebiasaan yang kurang baik. Misalnya saja, membiarkan lampu menyala di siang hari, kurang bijak menggunakan air, hingga membuang-buang makanan.

Padahal sebagai penghuni bumi, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bersama-sama memelihara lingkungan. Apalagi saat ini efek yang diakibatkan pencemaran lingkungan semakin terlihat. Salah satu contohnya, suhu bumi yang kian meningkat.

Ilustrasi gaya hidup berkelanjutan di dapur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gaya hidup berkelanjutan di dapur. Foto: Shutterstock

Cara untuk menjaga kelestarian lingkungan bisa bermacam-macam, tapi kamu bisa memulainya dengan mengubah kebiasaan sederhana saat beraktivitas di dapur, lho. Ya, bahkan sambil menyiapkan maupun memasak makanan, kamu sudah bisa berkontribusi menjaga lingkungan.

Bagaimana? Ini tiga cara yang bisa kamu lakukan:

1. Minimalisir limbah makanan

Ilustrasi melakukan meal preparation. Foto: Shutterstock

Food waste atau sampah makanan bukan hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tapi juga memberikan dampak buruk bagi lingkungan karena dapat mengeluarkan zat metana ketika proses pembusukan. Nah, gas metana ini bisa memperparah efek pemanasan global.

Dari pada dibuang begitu saja, limbah makanan seperti sisa buah dan sayuran masih bisa kamu manfaatkan sebagai kompos. Kini juga sudah banyak tutorial membuat kompos di rumah dengan bahan-bahan yang sederhana.

Selain itu, metode meal preparation atau mempersiapkan makanan selama satu minggu juga bisa menjadi opsi meminimalisir menumpuknya limbah makanan. Caranya, kategorikan makanan menurut jenisnya, kemudian bersihkan dan taruh masing-masing ke dalam kotak makanan.

Mengatur makanan sesuai kategori di kulkas akan membuat makanan tidak cepat basi dan terkontaminasi. Selain itu, lebih hemat energi karena ruang di dalam kulkas jadi lebih tertata dan tidak terlihat terlalu penuh.

Kulkas 2 pintu Electrolux UltimateTaste 300. Foto: dok. Electrolux

Untuk menjaga kesegaran buah dan sayur hingga seminggu, kamu bisa menggunakan kulkas 2 pintu Electrolux UltimateTaste 300. Produk lemari pendingin Electrolux ini memiliki beberapa fitur yang akan membuat makananmu jadi segar lebih lama, di antaranya kompartemen TasteSeal dengan suhu konsisten -2 derajat Celsius yang memungkinkan kita menyimpan produk hewani selama 7 hari tanpa pembekuan.

Lalu ada TasteLockAuto untuk menjaga lingkungan kulkas tetap lembab sehingga buah dan sayuran terjaga kesegarannya hingga 7 hari. Ada juga EvenTemp untuk meminimalkan fluktuasi suhu, sehingga bisa menjaga rasa dan tekstur lebih lama.

2. Pilih kompor dengan panas stabil

Ilustrasi memasak. Foto: Shutterstock

Kompor jadi salah satu perangkat wajib yang ada di dapur untuk memasak maupun memanaskan masakan. Ingin menghemat energi saat memasak? Kamu bisa memilih jenis kompor dengan panas stabil karena akan menghasilkan suhu yang stabil juga, sehingga makanan lebih cepat matang merata.

Selain masak jadi lebih cepat dan praktis, secara tidak langsung, energi yang digunakan pun tidak terlalu banyak terbuang. Nah, Electrolux punya tiga jenis kompor yang bisa mempermudah masak sekaligus membantumu jaga energi. Di antaranya:

Kompor tanam gas Potenza dengan 3 tungku

Kompor tanam gas Potenza dengan 3 tungku dari Electrolux. Foto: dok. Electrolux

Memiliki tiga tungku dengan dudukan yang stabil dan lebar, kompor tanam gas Potenza bisa membuat aktivitas masak jadi lebih cepat karena kamu bisa mengolah beberapa jenis makanan sekaligus. Dengan burner yang bisa menghasilkan panas api berkekuatan tinggi 4,8kW, api yang dihasilkan 57 persen lebih kuat dengan pemanasan tinggi, sehingga masak pun berjalan lebih cepat.

Kompor induksi portabel ETD29KC

Kompor induksi portabel ETD29KC. Foto: dok. Electrolux

Kompor induksi ini memiliki kontrol sentuh dengan 8 tingkat panas dan pengatur waktu 180 menit untuk mendidihkan atau merebus secara perlahan. Bukan hanya itu, kompor ini juga memiliki sensor deteksi yang membuat kompor mati otomatis bila tidak ada panci di tempatnya, sehingga tidak ada energi yang terbuang sia-sia.

Kompor tanam induksi 60 cm

Kompor tanam induksi 60 cm dari Electrolux. Foto: dok. Electrolux

Terinspirasi oleh kekuatan dan kinerja profesional, Hob Induksi Electrolux ini dapat merebus 1 liter air hanya dalam 3 menit. Jadi Anda dapat menikmati masakan lezat dalam waktu singkat. Konsumsi daya juga rendah, 55 persen lebih efisien daya dibandingkan gas dan 20 persen lebih efisien dibandingkan hob keramik.

3. Terapkan pola makan sehat yang berkelanjutan

Ilustrasi pola makan sehat. Foto: Shutterstock

Ternyata menyiapkan makanan yang sehat juga menjadi salah satu bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Tidak hanya dengan menyantap makanan berbahan organik, tapi juga memastikan proses pengolahannya sehat dan ramah lingkungan.

Microwave Oven Table Top 30L dengan Air Cook Electrolux. Foto: dok. Electrolux

Kini banyak cara kok, memasak dengan cara yang kebih sehat. Misalnya saja dengan memanggang, merebus, atau mengukus. Agar masak makin maksimal, kamu bisa menggunakan Microwave Oven Table Top 30L dengan Air Cook yang memiliki kemampuan oven, grill, convection, steam, dan aircook sehingga masakan bisa bervariasi dan lebih sehat (low fat).

Menerapkan gaya hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan ternyata mudah, kan?

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Electrolux