Food & Travel
·
20 November 2020 17:04

Mengintip Geliat Bisnis Online Makanan di Tengah Pandemi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengintip Geliat Bisnis Online Makanan di Tengah Pandemi (49536)
Bisnis kuliner. Foto: Shutterstock
Pandemi membuat perekonomian dunia terpukul. Meski begitu, masyarakat dituntut untuk bisa bertahan dengan kondisi yang bisa dibilang sangat berbeda dari tahun sebelumnya.
Di tengah segala keterbatasan, orang-orang terus bekerja tanpa lelah demi melanjutkan kehidupan dirinya dan keluarga. Bisa dibilang, secara tidak langsung kita termasuk salah satu survivor yang terus berusaha positif di tengah keadaan saat ini.
Sektor bisnis menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat mewabahnya COVID-19 karena membuat daya beli masyarakat menurun. Demi memenuhi kebutuhan ekonomi, para pelaku usaha pun harus bisa menyesuaikan diri dan mengubah strategi bisnisnya.
Kini juga mulai terlihat bahwa terjadi perubahan perilaku masyarakat yang tadinya lebih banyak melakukan transaksi secara offline, berbondong-bondong bergeser ke online karena lebih praktis dan aman. Tak terkecuali bisnis di bidang kuliner yang kini laris manis.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, peningkatan aktivitas belanja online di tahun 2020 mencapai 31%. Tren bisnis secara daring di Indonesia pada Februari-Juli 2020 juga meningkat tajam dibandingkan Januari 2020. Dan lonjakan terbesar terjadi di bulan Maret sebesar 320% dan mencapai 480% pada bulan April.
Begitu pula dengan pola belanja secara daring, meningkat sebanyak 45%, terutama di kalangan generasi milenial. Dari laporan yang sama, kategori produk yang jadi favorit adalah makanan sebesar 51%, disusul dengan produk kesehatan yang mencapai 20%.
Jadi tak heran, dalam beberapa bulan terakhir ini makin banyak bermunculan brand makanan baru yang dipasarkan secara online. Mulai dari healthy food, frozen food dan makanan cepat saji, dessert, dan lain sebagainya.
Nah, Ella Bustami menjadi salah satu pejuang kehidupan yang kini telah mencicipi kesuksesan di bisnis industri kuliner. Berjuang di usia yang tidak muda lagi dan memiliki riwayat sebagai seorang survivor kanker tak membuat Ella patah semangat, sehingga kini berhasil mengembangkan bisnis dengan omzet jutaan rupiah.
Mengintip Geliat Bisnis Online Makanan di Tengah Pandemi (49537)
Ella Bustami, survivor kanker yang sukses berbisnis kuliner. Foto: kumparan
Perempuan berusia 48 tahun ini sadar bahwa strategi yang tepat ditambah keberanian dan mental teguh akan membawanya pada hasil yang baik. “Sebagai seorang survival cancer, yang dibutuhkan itu adalah mental. Kekuatan saya menghadapi kanker saya jadikan pelajaran sehingga sekarang bisa bertahan di bisnis kuliner ini," ungkapnya dalam webinar Unstoppable Life, Unstoppable Passion: Laris Manis Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi (11/11)
Berawal dengan modal minim, selama dua tahun merintis karier di bidang kuliner, Ella tetap serius mengembangkan bisnisnya dengan berbagai macam strategi. Mulai dari mengikuti seminar fotografi dan digital marketing demi meningkatkan skill, mengikuti bazar dan seminar, hingga promosi langsung dari mulut ke mulut.
Berkat kegigihannya, kini usaha klappertaart yang dijajakan Ella melalui akun Instagram @ella.klappertaart pun mulai mendapatkan banyak respons positif dari para pelanggannya.

Tips memulai bisnis di masa pandemi dari Chef Degan

Mengintip Geliat Bisnis Online Makanan di Tengah Pandemi (49538)
Chef Degan Septoadji, celebrity chef dan pemilik usaha catering @nasibagoes. Foto: kumparan
Menurut celebrity chef yang juga pemilik usaha catering @nasibagoes, Chef Degan Septoadji, mental yang kuat jadi kunci keberhasilan untuk bertahan di masa pandemi. Apalagi beberapa tahun ini usaha kuliner memang cukup diminati sehingga persaingan pun makin ketat, terutama untuk dessert dan makanan manis.
Sebagai pebisnis, kita juga tidak boleh takut menerima kritik agar bisa memperbaiki kualitas produk yang kita jajakan.
“Yang pertama kita harus siap mental dan siap dikritik. Jangan selalu yakin bahwa makanan kita selalu cocok untuk orang lain, jadi kita harus terima kritiknya untuk memperbaiki produk kita kalau mau maju," ucap Chef Degan.
Chef Degan pun memberi tips sukses berbisnis bagi pemula. Di antaranya:
1. Rajin melakukan riset untuk mengetahui minat masyarakat terhadap kuliner yang ingin dijual.
2. Lakukan inovasi demi menarik minat pelanggan.
3. Selalu beri pelayanan yang terbaik agar konsumen puas dan nantinya akan menambah feedback baik yang akan meningkatkan reputasi bisnis kita.
4. Mau menerima kritik dan terbuka terhadap perubahan.
5. Dan memanfaatkan teknologi yang ada untuk memperkenalkan produk kepada khalayak luas.
“Dalam bisnis saya, saya juga harus berubah, yang dulu jual makanan di restoran, kita harus berubah. E-commerce yang support bisnis kuliner juga sudah ada untuk kita jualan,” lanjutnya.

Tetap positif menjalani bisnis sesuai passion di masa pandemi

Mengintip Geliat Bisnis Online Makanan di Tengah Pandemi (49539)
Webinar Unstoppable Life, Unstoppable Passion: Laris Manis Bisnis Kuliner di Tengah Pandemi (11/11). Foto: kumparan
Semangat Ella Bustami dan Chef Degan menjadi bukti bahwa sikap positif dan pantang menyerah akan membantu para pelaku bisnis agar tetap bisa maju dan berhasil meski dihadapkan dengan situasi pandemi yang tidak menentu ini.
Hal ini juga yang menjadi latar belakang FWD Indonesia untuk mengadakan program FWD Survivors agar semakin banyak pelaku bisnis yang sukses dan berkembang di masa kini. Termasuk kamu yang saat ini mungkin masih berjuang mengembangkan bisnis di rumah.
Bekerjasama dengan kumparan, melalui webinar Unstoppable Life, Unstoppable Passion, FWD ingin mengajak para pelaku bisnis tetap semangat bertahan untuk mengembangkan kariernya di masa pandemi, serta tidak lupa mempersiapkan proteksi demi meminimalisir risiko di masa depan, salah satunya melalui asuransi.
Sebab di masa kini, berbagai penyakit bisa menyerang siapa saja tanpa pandang usia, tak terkecuali kanker. FWD Cancer Protection dari FWD Life bisa menjadi pilihan perlindungan dari kanker yang mudah dan bisa dilakukan di rumah aja.
Ya, FWD Cancer Protection merupakan produk asuransi khusus kanker yang terjangkau dengan proses proses digital end-to-end. Mulai dari pembelian hingga proses klaim, menjadikan kamu akan mendapatkan perlindungan yang mudah beneran.
“Baru di-launching bulan September lalu, produk ini adalah produk asuransi online. Ketika kita melihat produk asuransi kanker biasanya dikemas dalam produk penyakit kritis, nah ini spesifik untuk kanker yang terjangkau dan bisa jadi solusi mendapatkan asuransi yang mudah beneran,” ujar Chief Marketing Officer FWD Life, Maika Randini.
FWD Cancer Protection juga memberikan empat kemudahan dalam prosesnya, seperti pengajuan online yang mudah melalui website e-commerce FWD Life ifwd.co.id, klaim secara online yang mudah di satu aplikasi FWD MAX, memberikan manfaat 100 persen uang pertanggungan apabila terdiagnosa kanker termasuk kanker stadium awal, dan premi yang terjangkau mulai dari Rp 10.000 per bulan.
Nah, ingin tahu lebih banyak kisah Ella Bustami hingga tips dari Chef Degan agar tetap semangat menjalani usaha sesuai passion di masa pandemi? Yuk, simak selengkapnya di video berikut ini:
Video
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan FWD Life Indonesia