Kumparan Logo

Mulai Langka, Saus Sambal Sriracha di Resto-resto AS Dicuri Pelanggan

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sriracha sauce. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sriracha sauce. Foto: Shutterstock

Bagi masyarakat Amerika Serikat, Vietnam, Thailand, hingga China, saus sambal Sriracha merupakan pelengkap makanan yang tak pernah ketinggalan. Sayangnya, sejak setahun belakangan Huy Fong Foods yang berbasis di California mengkonfirmasi kesulitan mendapatkan bahan baku.

Mengutip Food and Wine, Huy Fong Foods memperingkatkan masyarakat akan kelangkaan saus yang sudah ada sejak 1980-an ini. Termasuk kelangkaan akan varian saus lain, seperti Chili Garlic dan Sambal Oelek.

Rupanya, hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca buruk yang membuat cabai mengalami penurunan kualitas. Gagal panen di musim semi kali ini membuat perusahaan sulit mendapatkan cabai berkualitas yang sesuai standar.

“Sayangnya, kami dapat mengkonfirmasi bahwa ada kekurangan produk kami yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis juru bicara Huy Fong dalam sebuah pernyataan kepada Food & Wine.

Ilustrasi sriracha sauce asal Vietnam. Foto: Shutterstock

Kelangkaan produk saus sambal yang identik dengan tutup hijau tersebut, dapat begitu terasa terutama sudah tidak tersedia lagi produk di situs Target dan Walmart.

Sementara, di Amazon saus ini dijual dengan harga yang tinggi. Untuk botol ukuran 28 ons dibanderol 38-44 dolar AS atau setara Rp 571-661 ribu.

Sementara itu di San Francisco, beberapa restoran melaporkan kepada SFGate bahwa botol Sriracha benar-benar menghilang dari meja. Banyak pelanggan yang mencoba mencuri saus ini karena mulai kesulitan mendapatkannya di pasaran.

Sejarah Saus Sambal Sriracha yang Melegenda

Ilustrasi sriracha sauce sebagai pendamping pho, makanan khas Vietnam. Foto: Shutterstock

The Spruce Eats melansir, saus Sriracha merupakan mahakarya kuliner seorang imigran Vietnam di AS bernama David Tran. David berimigrasi pada tahun 1980-an dan menetap di Los Angeles.

Pada saat itu, David tidak menemukan saus sambal pedas seperti di kampung halamannya. Maka itu, dia mulai memproduksi saus sambalnya sendiri yang ternyata banyak yang menyukainya.

Ilustrasi bahan-bahan saus sambal sriracha. Foto: Shutterstock

Cita rasa saus Sriracha yang dikenal pedas tajam dengan aroma bawang putih kuat, membuat makanan ini begitu digemari. Bahkan, pada puncak kejayaan perusahaan David Tran yang bernama Huy Fong Foods itu mampu memproduksi saus dari 45 juta kilogram cabai setiap tahunnya.

Namun kini kelangkaan cabai menjadikan perusahaan sulit memproduksi saus yang sesuai dengan standar. Perusahaan Huy Fong Foods berharap semuanya akan kembali normal pada musim gugur mendatang.