kumparan
3 Desember 2019 8:44

Riset: Mengonsumsi Ikan Saat Masa Pertumbuhan, Kurangi Risiko Kanker

Ikan sarden. (POTRAIT)
Ikan sarden. Foto: Shutterstock
Risiko kanker bisa ditekan dengan pola makan sehat. Tak hanya makan banyak sayur, namun risiko kanker bisa dikurangi dengan asupan asam lemak omega-3 yang didapat dari makanan laut.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui bahwa asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam tumbuhan dan makanan laut adalah molekul yang berbeda. Asam lemak omega-3 pada seafood sangat signifikan mengurangi berbagai risiko penyakit.
Menurut penelitian, mengonsumsi ikan sedari dini berminyak dapat menunda menopause hingga tiga tahun. Hal ini diperkuat dengan banyaknya penelitian lain yang menunjukkan bahwa manfaat lemak omega-3 dalam makanan laut juga didukung dengan asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic (DHA).
Sementara itu, manfaat asam lemak omega-3 pada tanaman seperti rami dan kanola yang mengandung asam alfa-linolenat (ALA).
Para peneliti dari University of Guelph melakukan penelitian pada tikus untu membandingkan dampak ALA dan EPA + DHA pada perkembangan tumor. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya bermanfaat dalam mengubah perkembangan kelenjar susu untuk mengurangi risiko kanker payudara. Keduanya juga mengurangi ukuran tumor yang mucul karena kanker payudara.
ADVERTISEMENT
Namun, studi ini juga menunjukkan bahwa EPA + DHA memiliki potensi delapan kali lebih besar daripada ALA. Itu artinya omega-3 yang bersumber dari makanan laut mungkin secara signifikan lebih efektif dalam mengurangi risiko kanker payudara.
Pentingnya asam lemak omega-3 pada masa pertumbuhan
Ilustrasi makan ikan
Ilustrasi anak makan ikan. Foto: Shutterstock
Studi eksperimental menunjukkan bahwa mengonsumsi asam lemak omega-3 selama tahun-tahun awal tumbuh kembang kita dapat mengurangi risiko kanker payudara di kemudian hari. Jika kita kurang asupan kadar omega-3, maka risiko utama kematian akibat penyakit kronis --seperti kanker-- pun meningkat.
Lantas, bagaimana cara memenuhi asam lemak omega-3 untuk tubuh kita? Dilansir Independent, jumlah yang dianjurkan Institute of Medicine adalah sekitar satu hingga tiga gram ALA per hari, sementara kalau EPA atau DHA hanya 100-150 mg saja perharinya.
ADVERTISEMENT
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa asupan makanan EPA dan DHA harus jauh lebih tinggi untuk meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit kronis. Apalagi saat masa pertumbuhan. Pada 1999, laporan National Institutes of Health merekomendasikan EPA + DHA harus mencapai 0,3 persen dari asupan energi harian kita.
Berdasarkan rekomendasi ini, anak-anak berusia satu hingga delapan tahun dianjurkan untuk mengonsumsi 433 hingga 600 miligram EPA + DHA per harinya. Jumlah ini didapat dari konsumsi dua hingga tiga ekor ikan per minggu.
Jadi, dengan lebih banyak makan seafood, susu, dan telur sejak dini dalam kehidupan seorang anak, risiko jangka panjang terkena kanker payudara dan penyakit kronis lainnya akan berkurang di kemudian hari.
Yuk, tekan angka pertumbuhan kanker! Sudahkah kamu makan ikan hari ini?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan