kumparan
search-gray
Food & Travel28 Juli 2020 17:49

Siapa yang Paling Berisiko Terpapar Virus Corona Saat di Restoran?

Konten Redaksi kumparan
Siapa yang Paling Berisiko Terpapar Virus Corona Saat di Restoran? (141545)
Ilustrasi restoran: dok.Portable Kitchen
Kasus positif virus corona belum juga menurun, setiap harinya justru semakin bertambah. Harusnya, keadaan seperti ini menjadi tanda untuk kita semakin meningkatkan kewaspadaan. Sebab, siapa saja bisa terjangkit virus yang mengganggu pernapasan hingga menyebabkan kematian itu.
ADVERTISEMENT
Risiko penyakit ini turut mengintai mereka yang berada dalam lingkungan sebuah restoran. Yup, dilansir Eater, mereka yang berkunjung ke restoran mungkin tak sadar bahwa dirinya bisa saja menjadi penyebar ataupun yang tertular corona.
Namun risiko lebih tinggi justru mengancam mereka yang bekerja di restoran, terutama para pramusaji. Para pelayan restoran tersebut tanpa kita sadari memiliki tingkat paparan yang lebih besar lantaran banyak bertemu dengan orang --baik tamu maupun karyawan lain.
"Server kontak langsung dengan orang-orang, karena itulah kemungkinan berisiko lebih tinggi daripada yang ada di belakang dapur," kata Barbara Kowalcyk, asisten profesor keamanan pangan dan kesehatan masyarakat di Ohio State University.
Siapa yang Paling Berisiko Terpapar Virus Corona Saat di Restoran? (141546)
Seorang wanita melayani pelanggan di sebuah restoran setelah pelonggaran lockdown di Italia (18/5). Foto: REUTERS/Flavio Lo Scalzo
Menurut Matthew Rankin, juru bicara departemen kesehatan Philadelphia, mengatakan pramusaji yang berinteraksi dengan pelanggan bisa terinfeksi dan kemudian tanpa sadar menularkan virus ke karyawan lain; seperti koki, bila mereka tidak benar menjaga jarak satu sama lain.
ADVERTISEMENT
Namun dibandingkan dengan pramusaji dan koki, karyawan pengantar makanan memiliki risiko yang lebih kecil karena mereka minim kontak dengan orang lain. Terlebih saat ini beberapa negara sudah menerapkan sistem contactless delivery. "Semakin sedikit kontak fisik yang kita miliki, semakin baik," kata Kowalcyk.
Selain risiko itu datang dari lingkungan karyawan restoran sendiri, hal ini juga bisa terjadi karena tamu yang tak disiplin. "Jika tamu menolak untuk memakai masker, maka tegaslah terhadap mereka," tutur Kowalcyk. Terlebih bila mereka --atau siapa pun-- yang sedang sakit sebaiknya jangan diberi masuk.
Siapa yang Paling Berisiko Terpapar Virus Corona Saat di Restoran? (141547)
Ilustrasi memakai masker saat makan di luar Foto: dok.Shutterstock
Jeff Martin, pengawas kesehatan lingkungan dari Multnomah County, Oregon, menambahkan penyakit non-virus pun dapat dengan mudah menyebar ke seluruh restoran. Maka itu, penting memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dalam sebuah tempat makan.
ADVERTISEMENT
“Penting untuk diingat bahwa ventilasi dan aliran udara sangat mungkin dalam menyebarkan COVID-19,” tambah Kowalcyk.
Pengaturan ventilasi yang baik perlu diterapkan tak hanya dalam ruang makan, melainkan pula di dapur --yang kerap pengap dan panas.
Pencegahan ketat saja belum tentu menurunkan risiko paparan virus corona, maka itu penting untuk kita mulai dari menjaga kesehatan serta kebersihan diri sendiri. Bukan hanya untuk melindungi diri, namun juga buat kebaikan orang lain.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white