Food & Travel
·
6 Desember 2020 12:03

Sunyi Bersuara, Inisiatif Burger King Indonesia Pekerjakan Komunitas Disabilitas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Sunyi Bersuara, Inisiatif Burger King Indonesia Pekerjakan Komunitas Disabilitas (15404)
searchPerbesar
Ilustrasi Burger King. Foto: Shutter Stock
Burger King Indonesia memulai inisiatif yang disebut "Sunyi Bersuara" untuk mengambil sikap pada inklusivitas, dan kesempatan yang sama di dunia kerja bagi komunitas tunarungu dan bisu.
ADVERTISEMENT
Tidak dapat dipungkiri, para penyandang disabilitas mempunyai kesempatan yang kecil untuk berkarya di dunia kerja. Keterbatasan yang mereka miliki, bagi sebagian besar tim perekrutan kerja, dianggap sebagai ‘nilai kurang’ yang menurunkan potensi para pekerja. Namun, hal tersebut tidak terjadi di Burger King Indonesia.
Mengutip rilis yang kumparan terima, Burger King Indonesia mengumumkan kampanye #SunyiBersuara “Voice of The Silent” (2/12). Sampai sekarang, rantai makanan cepat saji tersebut telah mempekerjakan lebih dari 100 anggota kru tuli di seluruh toko di Bali, Makassar, dan Jakarta.
“Kami memulai proses perekrutan menjelang akhir 2018 –yang menuntut kami untuk membangun prosedur ketenagakerjaan dan pelatihan dari awal, serta kami telah belajar banyak selama proses tersebut,” tutur Frida Marpaung, Head of HR&CSR di Burger King Indonesia.
ADVERTISEMENT
Rantai restoran burger ini juga mendorong organisasi atau perusahaan untuk berpartisipasi mempekerjakan penyandang disabilitas —lewat surat terbuka dan menerbitkan tool-kit, panduan untuk memulai perjalanan perusahaan. Tool-kit #SunyiBersuara memberikan sebuah panduan tentang cara mempekerjakan penyandang disabilitas, yang berfokus pada empat langkah utama.
Setiap perusahaan perlu mengerti tentang berbagai jenis disabilitas berbeda. Langkah kedua, setiap perusahaan atau organisasi juga perlu memahami kebutuhan organisasi. Setelahnya, perusahaan dapat menjangkau pihak-pihak yang dapat membantu —dalam perekrutan hingga pelatihan. Perusahaan juga dapat mengontak LSM dan pemangku kepentingan yang mendukung para disabilitas. Untuk informasi lebih lengkap, tool-kit ini telah tersedia di website SunyiBersuara.id.
“Berhubung kami telah mempekerjakan lebih banyak anggota kru tuli di restoran kami, kami menyadari bahwa kami yang selama ini kehilangan bakat luar biasa tersebut,” ungkap Vaibhav Punj, CEO Burger King Indonesia. “Dalam survei kepuasan tamu, kami menemukan bahwa toko khusus kami bekerja lebih baik secara signifikan.”
ADVERTISEMENT
Bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Internasional ILO yang jatuh pada tanggal 3 Desember, Burger King Indonesia sebagai anggota dari Jaringan Disabilitas Bisnis Internasional (IBDN) ILO juga melakukan berbagai tindakan lebih untuk menyuarakan suara bisu lewat kampanyenya.
“Membangun masa depan yang lebih baik dan masyarakat inklusif, bergantung pada tindakan kita hari ini. Jaringan kerja bisnis dan disabilitas di Indonesia adalah sekelompok perusahaan yang memiliki kesamaan pikiran guna mempromosikan ketenagakerjaan penyandang disabilitas.” tutur Kazutoshi Chatani Employment specialist di ILO, Jakarta.
Sebagai tanggapan untuk mendukung gerakan ini, restoran cepat saji ini mulai mengubah logo dan beberapa aset merek mereka dalam bahasa isyarat. Gerai restoran dengan penyandang tuli juga dilengkapi dengan poster panduan yang berisi tata cara dan berbagai penjelasan bahasa isyarat. Jadi, jangan kaget, ya saat kamu berkunjung ke Burger King!
ADVERTISEMENT
Reporter: Natashia Loi