News
·
26 Oktober 2020 16:08

Tips Bisnis Es Krim Hingga Luar Negeri Tanpa Takut Kualitas Berkurang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Tips Bisnis Es Krim Hingga Luar Negeri Tanpa Takut Kualitas Berkurang (321056)
Sweet Sundae Ice Cream. Foto: Instagram/@sweetsundaeicecream
Bisnis UMKM es krim tapi tembus pasar ekspor mungkin terdengar unik dan sulit dilakukan. Sebab, berbeda dengan makanan lain, es krim merupakan kudapan yang cepat meleleh dan hampir tidak mungkin bisa bertahan dalam hitungan jam.
ADVERTISEMENT
Namun, sulit bukan berarti tidak mungkin, lho! Owner Sweet Sundae Ice Cream, Andromeda Sindoro, mencoba membagikan tips agar produk es krim milik kalian bisa dikirim ke luar kota, bahkan luar negeri.
"Kami ada kirim ke Kupang, Medan, dan Makassar. Untuk ke sana, kita pakai styrofoam, pakai dry ice sebagai pendingin," kata Andromeda dalam webinar di Festival UMKM kumparan, Senin (26/10).
Tips Bisnis Es Krim Hingga Luar Negeri Tanpa Takut Kualitas Berkurang (321057)
Ilustrasi Es Krim. Foto: Shutter Stock
Sementara untuk pengiriman ke luar negeri, Andromeda biasanya menyiapkan kontainer yang sudah di-support teknologi pendingin. Dengan cara itu, ia memastikan, es krim yang ia kirim dari Yogyakarta bisa sampai dengan selamat ke tujuan tanpa berkurang kualitasnya.
Selain memikirkan cara pengiriman, menurut pria berusia 31 tahun itu, pengusaha es krim juga harus memperluas jaringan. Untuk itu, ia mengaku dibantu oleh Kadin Yogyakarta, yang akhirnya mempertemukannya dengan pasar global.
ADVERTISEMENT
"Tiba-tiba ada yang jual es krim ke luar negeri, ini kan aneh sekali. Kita di tahun 2017 dibantu Kadin Jogja yang mempertemukan kami dengan pasar Timur Tengah," jelasnya.
Saat ini, Sweet Sundae Ice Cream sudah berhasil merambah ke Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura. Keberhasilan ini, juga tak lepas dari program pemerintah yang mempermudah perizinan ekspor bagi UMKM, yaitu online single submission (OSS).
“OSS itu bisa urus enggak perlu, kecapean nggak perlu ke mana-mana dari rumah diurus ada ekspor,” pungkas Andromeda.
Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian acara Festival UMKM kumparan. Acara ini digelar selama tiga hari, mulai 26 Oktober hingga 28 Oktober dan diikuti oleh lebih dari 15 ribu peserta secara daring.
ADVERTISEMENT