kumparan
31 Juli 2018 14:06

5 Sinetron Indonesia yang Diangkat ke Layar Lebar Tahun Ini

Sinetron yang diangkat ke layar lebar. (Foto: Instagram @sidoelanaksekolahan, @wirosablengofficial, dan @filmkeluargacemara)
Di era 90-an, sejumlah sinetron Indonesia berjaya pada masanya. Sebut saja 'Si Doel Anak Sekolahan', 'Tersanjung', 'Keluarga Cemara', 'Gerhana', 'Wiro Sableng', dan masih banyak lagi. Tak hanya menghibur, sinetron tersebut juga mendidik dan menyentuh hati penonton setianya.
ADVERTISEMENT
Namun, di tahun 2000-an kejayaan sinetron mulai menurun lantaran alur cerita terlalu berbelit dan tak masuk akal. Akan tetapi, masih ada beberapa sinetron yang berbobot dan meninggalkan kesan bagi pemirsanya. Respons positif dan kerinduan masyarakat pun membuat sejumlah rumah produksi tertarik untuk mengangkat sinetron tersebut ke layar lebar.
Untuk itu, kumparan mencoba merangkum 5 film Indonesia yang diangkat dari sinetron dan akan tayang di tahun 2018 ini.
1. Si Doel The Movie
Si Doel Anak Sekolahan (Foto: Youtube Hengky Christ)
Masih ingat Bang Doel, Zaenab, dan Sarah di sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan'? Ya, sinetron yang tayang pada tahun 1994 di salah satu televisi swasta ini akan diangkat ke layar ke lebar dengan judul 'Si Doel The Movie'.
ADVERTISEMENT
Film yang satu ini pun mendapatkan sambutan yang meriah ketika gala premiere di Belanda pada 23 Juli lalu. Film arahan Rano Karno ini diangkat dari sinetron yang populer di era 90-an. Sedangkan, gala premiere yang digelar di Indonesia baru dilangsungkan pada 28-29 Juli kemarin. Namun, film tersebut ternyata sudah mencetak 2 rekor MURI.
Film 'Si Doel The Movie' Raih 2 Penghargaan dari MURI. (Foto: Munady Widjaja)
Pemberian penghargaan tersebut langsung diberikan oleh ketua MURI, Jaya Suprana, kepada para pemain Si Doel. 2 rekor yang dipecahkan oleh film bertema Betawi tersebut ialah Film Pertama Indonesia yang Tayang Perdana di Belanda dan Film dengan Gala Premiere 2 Hari Berturut-turut.
Para pemain di sinetron juga kembali bermain di film yang akan tayang pada 2 Agustus mendatang, seperti Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedi, Mandra, Suti Karno, dan artis lainnya.
ADVERTISEMENT
Film ini bercerita tentang kelanjutan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah, dan Zaenab. Melihat dari trailer-nya, Doel akan terbang ke Belanda dan kembali bertemu dengan wanita yang meninggalkannya kala itu. Lalu, bagaimana kisah Doel dan Zaenab?
Video
2. Wiro Sableng
Pemain Wiro Sableng, Ken Ken dan Vino G Bastian. (Foto: Facebook/Kenzie Aprilio & Instagram @wirosablengofficial)
Selanjutnya ada film aksi yang diangkat dari komik dan sinetron dengan judul serupa. Menjadi salah satu film yang dinantikan karena menggunakan efek CGI (Computer Generated Image) dalam pembuatannya. Apalagi dalam film tersebut turut diperankan oleh jejeran aktor dan aktris papan atas Indonesia.
Vino G. Bastian (Wiro Sableng), Ruth Marini (Sinto Gendeng), Sherina Munaf (Anggini), Yayan Ruhian (Mahesa Birawa), Dian Sidik (Kaligundil), Marsha Timothy (Bidadari Angin Timur), dan masih banyak lagi yang bermain dalam film ini.
ADVERTISEMENT
Film 'Wiro Sableng' yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko ini merupakan proyek kolaborasi perdana antara rumah produksi Hollywood, yakni 20th Century Fox, dengan rumah produksi lokal milik Sheila Timothy yang bernama Lifelike Pictures. Kabarnya, 'Wiro Sableng' akan dibuat menjadi trilogi.
'Wiro Sableng' akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 30 Agustus 2018.
3. Keluarga Cemara
Keluarga Cemara (Foto: Youtube Lamsihar Pardede)
Serial keluarga yang ditulis Arswendo Atmowiloto berjudul 'Keluarga Cemara' menjadi salah satu serial yang ditunggu-tunggu penayangannya. Tahun 2017 lalu diumumkan bahwa salah satu serial populer itu diangkat ke layar lebar.
Karakter ikonik Abah dan Emak dipercayakan kepada Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir. Salah satu anggota JKT48, Zara didaulat memerankan Euis, dan Ara diperankan oleh Widuri Putri Sasono. Jika dahulu sinetron tersebut bercerita tentang berbagai persoalan keluarga termasuk masalah finansial, dalam film yang akan tayang pada Desember 2018 ini akan ada sesuatu yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Abah (Ringgo) dan Emak (Nirina) akan dihadapkan kepada permasalahan rumah tangga yang sering dihadapi di era millenial saat ini. Salah satunya adalah, bagaimana menghadapi anak-anak zaman sekarang yang sangat bergantung dengan keberadaan gadget.
4. Roman Picisan
Video
Selanjutnya ada film 'Rompis' yang akan rilis pada tanggal 16 Agustus nanti. Film ini diangkat dari sinetron 'Roman Picisan The Series' yang tayang pada tahun 2017 lalu. Sinetron tersebut juga diadaptasi dari film tahun 1980 dengan judul yang sama, 'Roman Picisan'.
Loading Instagram...
Film garapan Monty Tiwa ini dibintangi oleh sederet artis yang juga berperan dalam 'Roman Picisan The Series', seperti Arbani Yasiz, Dinda Azani, dan Umay Shahab. Sementara itu, Beby Tsabina memerankan karakter baru (Meira) yang sebelumnya tidak ada di versi serial.
ADVERTISEMENT
'Rompis' bercerita tentang Roman (Arbani Yasiz) dan Wulan (Dinda Azani) yang harus menjalani hubungan jarak jauh atau LDR. Roman dikisahkan menempuh pendidikan di Amsterdam, Belanda. Hubungan keduanya kemudian terancam lantaran Roman mulai disibukkan oleh berbagai kegiatan di kampus. Terlebih, kehadiran Meira (Beby Tsabina) mulai memberikan warna baru dalam kehidupan Roman.
5. Preman Pensiun
Pemain film Preman Pensiun. (Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan)
Sinetron bergenre drama komedi yang perdana tayang di layar kaca televisi pada 2015 ini akan dibuat dalam versi layar lebar dengan judul yang sama. Rencananya, 'Preman Pensiun' akan tayang di bioskop pada September mendatang.
Film yang disutradarai oleh Aris Nugraha ini juga melibatkan para pemain di sinetron tersebut, seperti Epy Kusnandar, Gobang, Dikdik, Soraya Rasyid, Murad, dan Pipit.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
'Preman Pensiun' berkisah tentang para preman yang belum sepenuhnya pensiun sehingga memicu terjadinya perang saudara. Film ini merupakan film perdana bagi rata-rata pemainnya, kecuali Epy Kusnandar. Oleh karena itu, aktor berusia 54 tahun itu harus mengajarkan rekan-rekannya tanpa harus menggurui.
Sejak beberapa bulan sebelum syuting, seluruh pemain diajak kembali mendalami peran yang mereka mainkan 3 tahun lalu itu. Hal ini dilakukan agar seluruh pemain terbiasa dengan peran mereka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan